Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Blue Whale Challenge, Permainan Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Blue Whale Challenge, Permainan Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Pernahkah Anda mendengar istilah blue whale challenge? Permainan yang kembali ngetren di media sosial ini ternyata bisa membawa dampak berbahaya, lho!

Permainan anak seharusnya bisa membawa manfaat yang menyehatkan. Namun, hal tersebut rasanya tidak berlaku dengan salah satu permainan yang kembali ngetren beberapa waktu belakangan: blue whale challenge

Blue whale challenge sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Permainan ini sempat hilang selama beberapa saat, dan kini kembali muncul ke permukaan. Kondisi ini mesti diwaspadai, apalagi di era seperti sekarang.

 

1 dari 4 halaman

Apa Itu Blue Whale Challenge?

Ikhsan Bella Persada. M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa blue whale challenge adalah bentuk tantangan yang dikeluarkan oleh kurator agar setiap pemain mengikutinya. Tujuan dari permainan ini adalah untuk meningkatkan intensitas bunuh diri. 

Dalam blue whale challenge, pemain akan diminta melakukan tantangan dalam jangka waktu tertentu. Beberapa contoh tantangannya, yaitu menonton film horor, melihat aksi-aksi kejam, dan menyakiti diri sendiri. Puncak dari permainan ini adalah dengan membunuh diri sendiri. 

Artikel Lainnya: Mau Terkenal di TikTok, Yakin Nekat Melakukan Challenge Berbahaya Ini?

Kehadiran blue whale challenge perlu diwaspadai dan dijauhkan dari jangkauan anak maupun remaja. Pasalnya, golongan usia tersebut masih belum dapat membedakan hal yang baik dan buruk. Mereka juga masih dalam tahap mencari jati diri.

“Anak yang ikut permainan ini biasanya memang sedang memiliki tekanan psikologis dan keinginan untuk menyakiti diri atau bunuh diri,” ucap Ikhsan.

“Selain itu, ada juga remaja yang memang penasaran dan ingin ikut-ikutan dalam tren yang sedang ramai di sekitar mereka,” imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Tanda Anak yang Main Blue Whale Challenge

Orang tua patut curiga si kecil mengikuti permainan blue whale challenge, apalagi jika ditemukan tanda-tanda berikut ini:

  • Anak sering mengantuk di pagi hari. Faktanya, blue whale challenge biasa dilakukan di malam hari hingga menjelang fajar
  • Anak sering mengunci pintu kamar dan tidak ingin keluar dari ruangan tersebut dalam waktu yang lama 
  • Anak gemar nonton film horor atau thriller secara tiba-tiba, padahal sebelumnya tidak suka
  • Anak mulai suka menyendiri dan duduk terdiam di suatu ruangan dalam waktu yang lama 
  • Anak tidak memiliki simpati terhadap suatu kejadian
  • Anak memiliki emosi yang tidak terkontrol dan mudah meledak-ledak saat permintaannya tidak terpenuhi. 
  • Anak mulai kehilangan minat pada aktivitas yang sebenarnya mereka sukai
  • Anak punya luka di area tangan, seperti luka sayatan atau memar

“Anak yang sudah mengikuti permainan ini bisa saja bersikap lebih tertutup dan menghindari kontak sosial. Ia pun mungkin akan menarik diri dari lingkungan sekitar; dan ada indikasi untuk menyakiti atau bunuh diri,” tutur Ikhsan.

Artikel LAinnya: 7 Challenge dari Media Sosial yang Mengancam Remaja

3 dari 4 halaman

Anak Main Blue Whale Challenge, Apa yang Mesti Dilakukan Orang Tua?

Mendapati anak bermain blue whale challenge? Sebagai orang tua, Anda perlu segera membantu anak untuk lepas dari aturan permainan tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membangun komunikasi yang baik. 

“Paling utama, tetap komunikasi ke si anak. Tanyakan alasannya, kenapa dia belakangan ini bersikap tertutup. Jika anak belum mau cerita, jangan dipaksa. Tapi, tetap perhatikan dan beri perhatian. Intinya, buat anak merasa nyaman terlebih dahulu,” kata Ikhsan.

Setelah hubungan yang baik sudah terbangun, orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan positif, seperti bakti sosial, memasak untuk anak-anak jalanan, atau sekadar berkumpul bersama keluarga sambil bermain permainan yang menyenangkan. 

Waspadai blue whale challenge sebelum terlambat. Meski tidak begitu ngetren di Indonsia, anak tetap bisa mengakses hal-hal terkait permainan tersebut di media sosial dan platform internet lainnya.

Jika kesulitan atau butuh bantuan dalam mencegah paparan blue whale challenge pada anak, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar