Sukses

Obat Asam Urat yang Aman Untuk Ibu Hamil

Ibu hamil mengalami bengkak dan nyeri di persendian tubuh? Bisa jadi ibu mengalami asam urat! Ketahui obat asam urat yang aman!

Ibu hamil kerap mengalami pembengkakan di tubuhnya, terutama di bagian kaki. Hal ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. 

Sebab, pembengkakan bisa terjadi akibat peningkatan cairan tubuh yang mengikuti perkembangan janin di dalam kandungan.

Namun, bila mengalami bengkak sekaligus sakit di bagian persendiaan kaki,  kemungkinan ibu hamil terkena asam urat

Lalu, obat asam urat apa yang harus ibu konsumsi saat hamil? Apakah obat tersebut aman untuk ibu dan janin?

1 dari 3 halaman

Sekilas Tentang Asam Urat Saat Hamil

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan, kadar asam urat normal wanita berkisar di angka 2,4 -6,0 mg/ dl. 

Asam urat tinggi dapat dipicu oleh beberapa faktor, misalnya makan makanan yang mengandung purin tinggi dan bertambahnya berat badan di masa kehamilan. 

Gejala yang ibu hamil rasakan umumnya sama dengan penderita asam urat lainnya, berikut di antaranya:

  • Muncul nyeri atau kesemutan di persendian anggota gerak tubuh, yaitu seperti  tangan dan kaki.
  • Kaku dan bengkak di bagian kaki atau tangan.
  • Muncul rasa lelah berlebihan sehingga membuat ibu hamil sulit bergerak.

Apabila sudah mengenali gejalanya, sekarang ibu perlu tahu cara mengatasi asam urat saat hamil. 

Artikel Lainnya: Waspada Penyakit Asam Urat Kambuh saat Hamil

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Umumnya ibu harus menghindari atau mengurangi makan makanan pemicu, seperti seafood (cumi, udang, kepiting, dan hewan laut lainnya), daging merah (terutama jeroan), kol, asparagus, bayam, dan beberapa sayuran hijau.

Hindari juga minum minuman beralkohol dan merokok saat hamil. Selain bisa menyebabkan asam urat kambuh, rokok dan alkohol juga berdampak buruk bagi perkembangan janin. 

Dokter Iqbal turut menyarankan ibu hamil untuk memperbanyak minum air mineral untuk mengurangi risiko asam urat kambuh, salah satunya kenaikan berat badan.

Menurutnya, kenaikan berat badan yang drastis saat hamil dapat memicu kambuhnya asam urat.

“Kalau sedang hamil berat badan akan naik, tetap jaga pola makan agar tidak naik drastis yang mengakibatkan ibu hamil menjadi obesitas dan menambah faktor risiko asam urat,” jelas dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Asam Urat Bisa Kambuh Akibat Minum Susu?

2 dari 3 halaman

Lalu, Obat Asam Urat Apa yang Aman untuk Ibu Hamil?

Dokter Iqbal menjelaskan, ada beberapa obat yang biasa dipakai untuk mengurangi gejala asam urat. 

Obat untuk mengatasi asam urat misalnya seperti, golongan allopurinol, kolkisin, febuxostat, dan probenesid. 

Sayangnya, obat-obatan tersebut merupakan obat golongan C yang memiliki efek samping bila dikonsumsi oleh ibu hamil.

“Menurut penelitian, obat-obat tersebut masuk dalam kategori C, yaitu menunjukkan beberapa efek buruk pada janin. Tapi, belum diketahui penelitian yang memadai dan terkendali pada manusia,” ungkap dr. Iqbal. 

Jika ibu merasakan gejala asam urat kambuh, cobalah untuk beristirahat atau gunakan kompres air hangat di bagian persendian yang nyeri dan bengkak. 

“Untuk mengurangi rasa sakitnya bisa istirahat dan gunakan obat anti nyeri ringan seperti paracetamol atau ibuprofen,” saran dr. Iqbal.

Jadi, ibu hamil harus memperhatikan lagi obat yang hendak dikonsumsi untuk meredakan asam urat. 

Apabila nyeri dan bengkak di persendian tidak kunjung mereda, segera periksakan ke dokter agar dapat segera ditangani.  

Ingin tahu cara lain menangani asam urat atau penyakit lainnya? Anda dapat konsultasi ke dokter menggunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar