Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hati-hati Jujur soal Pengalaman Seks Masa Lalu, Ini Alasannya

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Hati-hati Jujur soal Pengalaman Seks Masa Lalu, Ini Alasannya

Jujur jadi salah satu kunci hubungan. Namun, apa iya perlu jujur semuanya termasuk pengalaman seks di masa lalu? Daripada bingung, ini pendapat psikolog.

Kejujuran dalam hubungan memang membangun kepercayaan. Tapi, kejujuran juga bisa membongkar dan menghancurkan hubungan. 

Salah satu hal yang kadang bingung mau jujur atau tidak adalah menceritakan pengalaman seks di masa lalu. 

Khawatirnya, kalau terlalu jujur, pasangan malah cemburu, marah, ilfeel, atau insecure! Lantas, bagaimana ya sebaiknya? 

1 dari 4 halaman

Mereka yang Jujur dan Tidak Jujur dengan Pengalaman Seksnya

Dilansir dari Psychology Today, pengungkapan diri atau self-disclosure sebenarnya penting dalam hubungan asmara. 

Sangat umum untuk penasaran dengan masa lalu pasangan, termasuk pengalaman seksnya. 

Namun, survei oleh situs psikologi tersebut pada beberapa wanita justru memberikan hasil yang berbeda-beda. 

Sebagian besar enggan jujur tentang pengalaman seks di masa lalu. Berikut contoh-contoh pengakuan mereka:

  • “Jangan katakan apa pun. Awal dari suatu hubungan harus dengan riwayat yang bersih. Pengalaman seks saya di masa lalu seharusnya tidak memengaruhi pengalaman seksual saat ini. " – Eva.
  • “Saya bisa bilang, ini akan membuat laki-laki cemburu dan membanding-bandingkan. Karena itu, membicarakan seks dengan pasangan, khususnya seks dengan mantan, adalah ide yang sangat buruk. Tentu ini bergantung juga dengan si pria itu sendiri dan tingkat harga dirinya. " – Lylah.

Artikel Lainnya: Selain Bercinta, Ini Cara Menambah Keintiman dengan Pasangan

Ada juga yang memang punya kesepakatan untuk sama-sama tidak membahas pengalaman seks di masa lalu. 

Baik dirinya maupun pasangan, tidak perlu jujur soal yang satu itu. Berikut contoh pengakuannya:

  • “Saya berusaha menjaga privasi dan tidak mengungkapkan banyak informasi. Saya pun tidak ingin mendengar tentang kekasih masa lalu pasangan saya. Kecuali, bila perbandingannya menguntungkan saya (pengalaman pasangan lebih buruk dibanding yang sekarang). " – Ophira.

Terakhir, ada juga yang sudah berusaha jujur tetapi respons pasangan justru negatif dan dampaknya pada hubungan sangat fatal. Berikut contohnya:

  • “Setelah dua puluh tahun menikah, saya memberi tahu suami saya tentang mantan saya. Ia sangat kesal dan hubungan kami menjadi bermusuhan, kini di ambang perceraian. " – Marian.

Artikel Lainnya: Benarkah Madu Bisa Tingkatkan Gairah Seks? Ini Faktanya!

2 dari 4 halaman

Jadi, Perlu Jujur atau Tidak?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, keterbukaan memang sangat penting dalam hubungan. 

Namun, tidak berarti semua hal diceritakan, khususnya pengalaman seksual dengan mantan yang sampai diceritakan detail kepada pasangan yang sekarang. 

“Misalnya, pasangan Anda bertanya seberapa jago mantan Anda di ranjang. Lalu, karena berpikir bahwa jujur itu perlu, Anda langsung menceritakannya secara detail. Meskipun pasangan yang bertanya duluan, tetapi jawaban Anda sebenarnya sangat bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri dan timbul rasa ingin membanding-bandingkan terus,” jelasnya. 

Ikhsan menambahkan, “Daripada memicu konflik, lebih baik hindari topik, pertanyaan, dan cerita soal pengalaman seks dengan mantan.”

“Karena, tidak semua pasangan bisa siap dan menerimanya. Alangkah lebih baik bila Anda dan pasangan fokus pada hubungan yang sekarang saja.”

Artikel Lainnya: Fakta Menarik Seputar Hubungan Intim saat Haid

3 dari 4 halaman

Perhatikan Ini Bila Mau Bicara Seks dengan Pasangan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembahasan seks di masa lalu tak sampai merusak hubungan yang sekarang. Sejumlah hal tersebut antara lain:

  • Hindari Menceritakannya di Awal Kencan

Masih ada stigma terhadap wanita yang sebelumnya telah berhubungan seks dengan pria. 

Meski perbedaan gender kini kian menyusut, pengungkapan diri secara seksual yang terlalu terperinci oleh wanita cenderung membuat calon pasangannya memberi respons negatif.

  • Hanya Mengatakan saat Ditanya

Tidak perlu berinisiatif untuk menceritakan terlebih dulu tanpa ditanya. Lebih baik lontarkan saat ditanya saja. 

Itu pun Anda harus menceritakannya secara hati-hati, tidak perlu sampai detail. Agar topiknya tak berlanjut, tidak perlu bertanya balik. 

  • Tidak Perlu Fokus di Kelebihan Mantan 

Jangan kebablasan menceritakan kelebihan mantan di ranjang dengan pasangan yang sekarang. Kendati begitu, Anda juga tak disarankan untuk menjelek-jelekkan mantan. 

Jadi, yang pas-pas saja ceritanya dan tak perlu pakai emosi. Jadi, hal itu menunjukkan bahwa Anda benar-benar sudah selesai dengan mantan.

Artikel Lainnya: Bolehkah Minyak Goreng Jadi Pelumas Seks?

  • Bikin Kesepakatan Dulu

“Ada baiknya sebelum cerita buat kesepakatan dulu sama pasangan. Apa pun yang disampaikan sebisa mungkin diterima, bukan dipermasalahkan,” saran Ikhsan. 

  • Sertakan Pembahasan Lain yang Bikin Pasangan Nyaman

Setelah membahas seks dengan pasangan, coba cari pembahasan lain yang memang tetap bisa membuat pasangan merasa nyaman dan percaya dengan Anda. 

“Karena, kalau habis bertanya soal pengalaman seks, biasanya pasangan butuh rasa aman dan pengakuan dari Anda. Memberikan pujian atau membahas kelebihannya dalam hubungan intim atau hal lain juga bisa dilakukan,” kata Ikhsan. 

Keterbukaan memang salah satu kunci hubungan langgeng dan kuat. Namun, dalam konteks ini, jujur tentang pengalaman seks tetap butuh kehati-hatian. 

Tujuannya, agar hal itu tak sampai melukai hati pasangan dan merusak hubungan yang sekarang.

Ingin tahu info menarik seputar psikologi hubungan asmara dan seks? Baca terus artikel di Klikdokter dan konsultasi kepada psikolog atau dokter lewat LiveChat.

(FR/AYU) 

0 Komentar

Belum ada komentar