Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tips Liburan Aman dan Nyaman Setelah Operasi Kista Ovarium

Tips Liburan Aman dan Nyaman Setelah Operasi Kista Ovarium

Mau liburan tapi baru operasi kista ovarium? Perhatikan hal yang direkomendasikan dokter berikut ini agar tak mengganggu proses pemulihan!

Beberapa kondisi kista memang harus diangkat, salah satunya kista ovarium. Ketika kantong berisi cairan di indung telur terus membesar dan menimbulkan gejala berupa kembung dan nyeri panggul, operasi kista ovarium wajib dilakukan. 

Tujuannya, agar tak keburu pecah dan menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Setelah menjalani tindakan operasi tersebut, beberapa orang ingin meredakan ketegangan dan stres yang dirasakan dengan liburan. 

Akan tetapi, bolehkah berlibur pascaoperasi kista ovarium? Dan adakah tips yang harus dilakukan agar liburan tetap nyaman?

1 dari 3 halaman

Hal yang Harus Diketahui tentang Operasi Kista Ovarium

Sebenarnya operasi bukanlah satu-satunya cara mengatasi kista ovarium. Masih ada obat kortikosteroid, antibiotik, berendam dengan metode sitz bath, dan aspirasi (pengisapan cairan kista) untuk mengatasi kista ovarium.

Namun, jika kantong kista berada di area yang lebih sulit dijangkau, operasi menjadi cara yang paling efektif. 

Artikel Lainnya: Tanda Kista Ovarium Dilihat dari Vagina

Operasi kista ovarium terbagi menjadi dua jenis, yaitu laparoskopi dan laparotomi. Supaya lebih jelas, berikut detail dari tiap tindakan:

  • Laparoskopi

Operasi ini dimulai dengan membuat sayatan kecil di perut dan gas diarahkan ke panggul agar dokter bedah bisa menjangkau indung telur. 

Lalu, semacam mikroskop kecil berlampu (laparoskop) dimasukkan ke dalam perut. 

Dengan adanya penerangan dari laparoskop dan sayatan yang sudah dibuat, kista pun diangkat. 

Setelah berhasil diangkat, luka sayat dijahit kembali. Pasien biasanya tak perlu sampai rawat inap. Jika diperlukan, mungkin hanya semalam. 

  • Laparotomi

Untuk mengangkat kista yang lebih besar, dokter bedah perlu melakukan laparotomi. 

Sayatan yang dibuat di perut juga akan lebih besar dan kantung yang diangkat akan diperiksa dulu di laboratorium. 

Tujuan dibawa ke laboratorium adalah untuk mengecek apakah kista tersebut berpotensi menjadi kanker atau tidak. 

Berbeda dengan laparoskopi, pasien laparotomi membutuhkan waktu rawat inap yang lebih lama (berhari-hari) di rumah sakit. 

Artikel Lainnya: Kista Payudara, Kenali Gejalanya

2 dari 3 halaman

Hal yang Wajib Diperhatikan jika Ingin Liburan Pascaoperasi Kista Ovarium

Bepergian mungkin menjadi agenda yang ingin dilakukan bersama kerabat atau orang terdekat pascaoperasi. 

Namun, Anda mesti tahu apa saja perawatan setelah operasi kista ovarium serta beberapa pantangan lain agar liburan tak jadi momen yang merugikan tubuh sendiri.

  1. Pastikan Dulu Progres Penyembuhan Luka Berjalan Baik

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti sebenarnya menyarankan untuk tidak memaksakan bepergian apabila Anda masih harus mengonsumsi antibiotik dan antinyeri. 

“Sebab, itu tandanya luka operasi belum kering dan masih terasa sakit. Lebih baik tunggu dulu sampai benar-benar pulih. Dokter memperbolehkan pasien bepergian setelah mempertimbangkan beberapa hal di sesi kontrol terakhir. Di situ biasanya obat yang diminum sudah habis dan lukanya juga sudah kering,” jelasnya. 

  1. Jika Operasinya Laparotomi, Sebaiknya Jangan Beraktivitas Berat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tindakan laparotomi lebih berat daripada laparoskopi. 

“Kalau Anda habis laparotomi, sebaiknya hindari aktivitas berat selama setidaknya 3 bulan pascaoperasi kista ovarium. Karena biasanya, jahitan yang dalam lebih lama sembuhnya daripada yang luar,” saran dr. Astrid. 

Dirinya menambahkan, “Kalau mau lebih aman lagi, baik laparoskopi maupun laparotomi, tunggu 3 bulan (12 minggu) sebelum memulai aktivitas sedang ke berat. Setelah itu, baru boleh intensitasnya dinaikkan secara perlahan.”

Artikel Lainnya: Mengenal Bahaya di Balik Kista Gigi

  1. Hindari Pilihan Liburan Naik Gunung atau Aktivitas Berisiko Lainnya

Naik gunung termasuk aktivitas berat yang dilarang setelah operasi kista ovarium. Lebih baik pilih opsi liburan yang sifatnya city vacation saja, sehingga tidak terlalu membahayakan kondisi diri sendiri. 

“Meski ingin mendapatkan pemandangan alam, jangan langsung tiba-tiba naik gunung. Lebih baik untuk liburan kali ini (apabila sudah diperbolehkan dokter) jalan-jalan yang santai dulu. 

Kalau sudah lebih baik nantinya, lakukan trekking. Lama-kelamaan ditingkatkan lagi menjadi hiking. Beberapa bulan kemudian, baru mountaineering,” sarannya lagi. 

  1. Hindari Berenang di Pantai Jika Luka Belum Benar-Benar Kering

Mungkin untuk menuju pantai, aksesnya lebih mudah dan tidak melelahkan karena masih di dataran rendah ketimbang gunung. 

Namun, jangan memaksakan diri berendam dan berenang di pantai apabila kondisi luka operasi belum benar-benar kering. Sebab, hal itu dapat menimbulkan perih dan rasa tak nyaman!

Artikel Lainnya: Orang dengan Kondisi Kesehatan Ini Sebaiknya Tidak Naik Pesawat

  1. Tetap Makan secara Teratur!

Saking senangnya berlibur, kadang waktu makan jadi tak teratur. Belum lagi ditambah dengan perasaan kembung atau “kenyang terus” pascaoperasi kista ovarium. 

Meski begitu, Anda tetap harus makan sesuai jadwal. Jika telat makan, rasa kembung akan semakin parah. Maka itu, makanlah dalam porsi sedikit, tetapi sering. 

Perbanyak asupan protein tanpa lemak jahat agar proses pemulihan luka semakin cepat. Agar tak sembelit setelahnya, jangan lupa juga mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. 

Itu dia tips liburan yang wajib diperhatikan oleh orang yang baru mendapatkan tindakan operasi kista ovarium. 

Apabila masih ada pertanyaan seputar perawatan setelah operasi kista ovarium atau pascaoperasi lainnya, konsultasikan hal itu pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar