Sukses

Ini Bunyi Jantung yang Normal dan Tidak Normal

Bunyi jantung bisa menandakan kondisi kesehatan masing-masing tubuh. Mari kita ketahui bunyi jantung yang normal dan tidak normal lewat ulasan ini.

Bunyi jantung manusia tidak semuanya sama, ada yang normal dan abnormal. Bunyi jantung juga saling berkaitan dengan iramanya. Ada bunyi jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Kita tidak bisa  mendengarkan bunyi irama jantung hanya mengandalkan telinga. Maka itu, untuk mendengarkan bunyi jantung kita akan membutuhkan bantuan stetoskop. Mari ketahui perbedaan bunyi jantung yang normal dan abnormal.

1 dari 3 halaman

Perbedaan Bunyi Jantung Normal dan Abnormal

Dokter Devia Irine Putri mengatakan, "Bunyi jantung dapat diperiksa melalui stetoskop. Jantung yang normal seharusnya berbunyi lub dan dub. Bunyi lub terjadi saat katup mitral dan trikuspid menutup. Lalu, bunyi dub terjadi saat katup aorta dan pulmonal menutup. Apabila ada bunyi lain selain itu, namanya bunyi jantung abnormal.”

Menurut dokter Devia, bunyi jantung abnormal bisa disebabkan karena ada masalah di katup jantung, akibat infeksi di jantung, dan gangguan irama jantung. Berikut adalah beberapa bunyi jantung abnormal yang sering ditemui:

  • Bunyi friction rub seperti gesekan kertas dapat disebabkan karena adanya gesekan di lapisan perikardium dan ditemukan pada pasien perikarditis.
  • Bunyi murmur yang mirip suara mendesis.
  • Bunyi gallop seperti telapak kaki kuda dapat dialami oleh pasien-pasien gagal jantung

Selain itu, denyut jantung normal saat Anda sedang tidak aktif bergerak jumlahnya dapat mencapai 60-100 denyut per menit. Kondisi tersebut  disebut detak jantung istirahat.

Artikel Lainnya: Kenali Jenis-Jenis Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

Saat Anda bergerak aktif, jantung dapat berdetak lebih cepat guna mendistribusikan lebih banyak oksigen ke otot-otot tubuh yang sedang bekerja. Jadi, semakin keras tubuh Anda bekerja, semakin cepat juga jantung Anda berdetak.

Misalnya, detak jantung Anda saat berlari akan jauh lebih cepat daripada detak jantung saat Anda berjalan. Apabila Anda berolahraga, detak jantung bisa mencapai 160 denyut per menit atau lebih.

Ada hal lain yang dapat membuat jantung Anda berdetak lebih cepat misalnya, seperti konsumsi kafein, nikotin, narkoba, dan beberapa jenis obat (seperti beta blocker).

Jantung turut berdetak lebih cepat ketika Anda merasakan emosi yang kuat, seperti sedang cemas atau ketakutan.

Jika Anda ingin mengetahui detak jantung setelah aktif bergerak, Anda harus menunggu setidaknya lima menit sebelum mengukur denyut nadi.

Artikel Lainnya: Detak Jantung yang Normal, Bagaimana Cara Menghitungnya?

2 dari 3 halaman

Segera ke Dokter Jika Mengalami Hal Ini

Bunyi atau detak jantung abnormal bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Dokter Devia menyarankan untuk segera periksa ke dokter apabila bunyi atau jumlah detak jantung tidak normal disertai dengan beberapa gejala yang mengganggu.

"Kalau ada keluhan sesak napas, nyeri dada, atau rasa ingin pingsan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan mengevaluasi lebih lanjut, bisa dilakukan echocardiografi maupun CT-scan jantung untuk mencari sumber penyebabnya," ungkap dr. Devia Irine.

Di sisi lain, jika sedang menggunakan obat untuk menurunkan detak jantung atau untuk mengontrol ritme jantung abnormal, dokter dapat meminta pasien untuk memantau dan mencatat detak jantungnya.

Memantau detak jantung dapat membantu dokter untuk menentukan apakah dosis dan obat yang dikonsumsi aman atau tidak.

Bila obat sebelumnya tidak cocok, dokter dapat meresepkan obat lain dengan dosis yang sesuai.

Itu dia penjelasan mengenai bunyi sekaligus jumlah detak jantung yang normal dan abnormal.

Detak atau denyut jantung merupakan salah satu tolok ukur untuk mendapatkan gambaran kesehatan tubuh Anda.

Apabila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut mengenai detak jantung, Anda bisa konsultasikan dengan dokter kami melalui fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

1 Komentar