Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Onani Pakai Hand Sanitizer, Berbahayakah Menurut Dokter?

Onani Pakai Hand Sanitizer, Berbahayakah Menurut Dokter?

Penggunaan hand sanitizer terbukti dapat bantu mengurangi kuman di tangan. Lantas, apa jadinya jika cairan tersebut digunakan sebagai pelumas onani? Apa bahayanya?

Sejak virus corona hadir di dunia, hand sanitizer adalah salah satu benda yang paling banyak dicari dan dibutuhkan. Benda ini pun mungkin sudah tersedia di dalam tas, apalagi jika Anda mesti tetap bekerja di luar rumah saat pandemi.

Lumrahnya, hand sanitizer digunakan untuk menjaga kebersihan tangan saat Anda kesulitan mencari sabun dan air mengalir. Penggunaan hand sanitizer mengandung alkohol juga terbukti dapat menghilangkan kuman-kuman yang menempel di tangan.

Sayangnya, pada beberapa orang, hand sanitizer sering disalahgunakan. Salah satu bentuk penyalahgunaan hand sanitizer yang paling aneh dan nyeleneh adalah sebagai pelumas onani.

Hand sanitizer memiliki tekstur yang licin dan dapat menimbulkan sensasi sejuk setelah digunakan, sehingga dianggap dapat bikin onani terasa lebih nikmat.

Di balik anggapan tersebut, apa kata medis terkait penggunaan hand sanitizer sebagai pelumas onani? Apakah tindakan ini dapat dibenarkan, atau justru malah berpotensi mengundang bahaya?

Artikel Lainnya: Benarkah Kebiasaan Onani Berbahaya Bagi Kesuburan?

1 dari 3 halaman

Onani Pakai Hand Sanitizer, Bahaya atau Tidak?

Onani adalah kegiatan yang dilakukan pria guna mendapatkan kepuasan seksual. Beberapa pria melakukan tindakan ini dengan cara-cara yang tidak masuk akal, salah satunya menggunakan hand sanitizer sebagai pelumas onani.

Lantas, bagaimana pendapat medis tentang hal tersebut? Menjawab pertanyaan, dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan, penggunaan hand sanitizer untuk onani jelas tidak dianjurkan dan tidak direkomendasikan oleh medis.

Hand sanitizer terbuat dari alkohol, yang bisa sangat sensitif jika terkena kulit. Karenanya, hand sanitizer hanya boleh digunakan pada area tangan, bukan area tubuh lainnya seperti wajah apalagi alat kelamin,” kata dr. Sepriani.

“Kulit kelamin manusia lebih sensitif ketimbang area lainnya. Jadi, jika Anda pakai hand sanitizer untuk pelumas onani atau pelumas seks, hal ini tentu berisiko menimbulkan iritasi berbahaya,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Cara Mengembalikan Kejantanan Pria Akibat Sering Onani

2 dari 3 halaman

Pelumas Onani yang Aman dan Dapat Dijadikan Pilihan

Berdasarkan dr. Sepriani, medis tidak menyarankan Anda untuk melakukan onani. Pasalnya, tindakan ini bisa berbahaya bagi kesehatan fisik maupun mental, apalagi jika pelakunya sampai kecanduan.

Terlepas dari anjuran tersebut, semua keputusan dikembalikan lagi ke masing-masing individu. Apabila Anda ingin melakukannya, berikut ini beberapa pilihan pelumas onani dan/atau seks yang dapat dijadikan pilihan:

  • Pelumas dengan Bahan Dasar Air

Pelumas atau yang biasa disebut dengan personal lubricant merupakan alat bantu seks yang banyak dicari. Jika Anda termasuk dalam daftar orang yang mencari pelumas seks, pilihlah yang berbahan dasar air.

Pelumas ini biasanya terbuat dari glycerin, yang bisa dengan mudah menyerap dalam kulit dan hilang dalam air. Penggunaan pelumas ini pun tergolong aman, dan kecil kemungkinannya mengakibatkan iritasi.

  • Pelumas dengan Bahan Dasar Minyak

Pelumas dengan bahan dasar minyak, seperti petroleum jelly, juga dapat dijadikan pilihan.

Sayangnya, pelumas ini tidak cocok digunakan jika dibarengi dengan kondom. Sifatnya yang licin bisa merusak dan/atau menurunkan fungsi kondom.

  • Pelumas dengan Bahan Dasar Silikon

Pelumas silikon banyak digunakan oleh pasangan, karena mudah ditemukan. Selain dapat bertahan lama, pelumas jenis ini juga tidak lengket sehingga nyaman saat digunakan.

Medis tidak menganjurkan onani, apalagi jika menggunakan hand sanitizer sebagai pelumasnya. Bukannya puas, penggunaan bahan tersebut malah bisa memicu iritasi dan hal lain yang mungkin lebih berbahaya bagi fungsi organ vital Anda.

Guna menghindari bahaya onani menggunakan hand sanitizer dan hal-hal serupa lainnya, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar