Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengintip Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dokter Gigi Umum

Mengintip Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dokter Gigi Umum

Sama-sama bergerak dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, hal apa sebenarnya yang membedakan dokter gigi anak (Sp. KGA) dengan dokter gigi umum (drg)?

Anda pasti sudah tidak asing dengan dokter gigi umum (drg), bukan? Dokter gigi umum dapat ditemukan di mana-mana, misalnya klinik swasta, puskesmas, atau rumah sakit.

Lalu, bagaimana dengan dokter gigi anak (Sp. KGA)? Pernahkah Anda mendengar istilah yang satu itu?

Dokter gigi umum (drg) dan dokter gigi anak (Sp. KGA) memang sama-sama bergerak dalam bidang kesehatan gigi dan mulut. Meski begitu, keduanya ternyata memiliki kompetensi tambahan yang berbeda, lho!

Apa saja perbedaan dokter gigi anak dan dewasa? Simak penjelasannya di sini.

Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dokter Gigi Umum

Dokter gigi anak (Sp. KGA) bisa mengatasi semua jenis masalah gigi dan mulut anak, mulai dari tingkat kesulitan yang ringan sampai tinggi.

Sementara itu, meski dokter gigi umum (drg) masih bisa mengatasi jenis masalah gigi dan mulut anak, kasusnya terbatas pada yang umum saja. 

Jika kasusnya sulit dan butuh tindakan yang lebih kompleks, maka perlu dirujuk ke dokter gigi anak (SP. KGA).

Selain itu, dokter gigi anak mempelajari tentang manajemen tingkah laku anak. Dengan demikian, dokter gigi anak lebih dapat menangani berbagai macam keluhan gigi dan mulut berdasarkan karakter masing-masing anak.

Artikel Lainnya: Daftar Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS

Struktur gigi dan mulut anak berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, masalah yang muncul sekaligus cara penanganannya akan berbeda pula.

Agar lebih memahami, berikut adalah perbedaan dokter gigi spesialis gigi anak dan dokter gigi umum: 

1. Dilihat dari Lamanya Pendidikan

Dokter gigi dan dokter gigi anak sama-sama menempuh pendidikan di fakultas kedokteran gigi selama empat semester. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan kerja praktik di rumah sakit khusus gigi dan mulut kurang lebih 1,5 tahun sampai 3 tahun. 

Hal yang menjadi pembeda adalah, setelah menempuh seluruh tahap tersebut, seorang calon dokter gigi anak harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang spesialis gigi anak kurang lebih selama lima semester.

2. Dilihat dari Gelar 

Perbedaan dokter gigi anak dan dewasa juga dapat dilihat dari gelarnya. Dokter gigi umum akan mendapatkan gelar drg, yang terletak di nama depannya. 

Sementara untuk dokter gigi anak, mereka akan mendapatkan gelar Sp. KGA. Gelar tersebut terletak di bagian belakang nama.

Sp. KGA itu sendiri adalah singkatan dari spesialis kedokteran gigi anak.

Artikel Lainnya: Tips Mengatasi Odontophobia, Ketakutan Ekstrem terhadap Dokter Gigi

3. Pasien yang Diperiksa

Dokter gigi umum bisa memeriksa pasien dari segala usia.

Berbeda halnya dengan spesialis gigi anak. Mereka hanya bisa memeriksa kondisi gigi bayi, anak-anak, hingga remaja, serta anak yang berkebutuhan khusus.

4. Kompetensi

Perbedaan lainnya dari dokter gigi anak dan dokter gigi umum adalah tambahan kompetensinya.

Dokter gigi anak mendapatkan pendalaman ilmu mengenai manajemen tingkah laku anak, psikologis anak, tumbuh kembang anak, serta masalah yang sering terjadi pada anak.

Hal tersebut bisa digunakan untuk pendekatan yang lebih baik kepada pasien anak-anak. Baik anak-anak yang pernah mengalami trauma maupun yang berkebutuhan khusus.

Lebih Baik Bawa Anak ke Dokter Gigi Umum atau Dokter Gigi Anak?

Dokter gigi umum memang lebih banyak dan mudah dijumpai dibanding dokter gigi spesialis gigi anak, terutama di daerah-daerah.

Jadi, apabila anak mengalami masalah gigi dan mulut, Anda bisa membawanya dulu ke dokter gigi umum untuk pemeriksaan awal 

Barulah ketika masalah giginya sulit, biasanya dokter gigi umum akan merujuknya ke spesialis gigi anak. 

Artikel Lainnya: Ini Manfaat Penting Ke Dokter Gigi

Beberapa daftar standard of procedure (SOP) yang dilakukan oleh dokter gigi anak (Sp. KGA), yaitu:  

  • Pemeriksaan kesehatan gigi anak, yang meliputi penilaian risiko karies.
  • Perawatan gigi preventif, termasuk perawatan pembersihan dan fluorida, serta rekomendasi gizi dan diet.
  • Konseling kebiasaan, misalnya, penggunaan empeng dan mengisap jempol.
  • Penilaian dan perawatan awal untuk meluruskan gigi dan mengoreksi gigitan yang tidak tepat (ortodontik).
  • Perawatan gigi berlubang.
  • Mengobati sakit gigi atau kerusakan gigi, seperti gigi patah.
  • Pencabutan gigi susu.
  • Melakukan pemasangan kawat gigi. 
  • Melakukan diagnosis terhadap penyakit gigi yang berhubungan dengan masalah kesehatan lain, seperti diabetes tipe 1 dan penyakit jantung bawaan.

Kini Anda sudah mengetahui perbedaan dokter gigi umum (drg) dan dokter gigi anak (Sp. KGA).

Jika masih memiliki pertanyaan mengenai topik terkait atau masalah gigi dan mulut, Anda bisa chat dokter langsung melalui Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

3 Komentar