Sukses

Telapak Kaki Anak Datar, Perlukah Ortu Khawatir?

Telapak kaki datar mungkin jarang disadari. Namun, bagaimana kalau kondisi ini terjadi pada anak Anda? Perlukah orang tua khawatir?

Meski jarang diperhatikan, telapak kaki setiap orang bisa berbeda. Ada yang melengkung, tapi ada juga yang datar. Jenis yang disebut terakhir inilah yang perlu diperhatikan. Saat ini terjadi pada si kecil, perlukah orang tua khawatir?

Telapak kaki datar atau flat foot adalah bentuk telapak lebih rata di bagian bawah. Bentuk tersebut memungkinkan seluruh telapak kaki menyentuh lantai saat berdiri. Kondisi ini juga dialami Andre, bukan nama sebenarnya.

"Dari kecil telapak kaki saya sudah bentuknya datar. Entah apa penyebabnya, kalau dilihat sepertinya genetik. Tapi kalau dilihat dari sisi medis, sebenarnya bentuk telapak kaki ini bukan masalah besar juga buat saya," ungkap Andre.

1 dari 3 halaman

Telapak Kaki Anak Datar, Apa Penyebabnya?

Telapak kaki datar adalah kondisi umum, sering terjadi dalam keluarga, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. 

Namun, dalam beberapa kasus, kaki datar dapat memengaruhi kesejajaran tubuh. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada lutut dan pergelangan kaki.

Bagaimana dengan telapak kaki datar pada anak? Saat lahir, telapak kaki bayi memang cenderung rata, yang dapat bertahan hingga masa kanak-kanak. Hal tersebut terjadi karena tulang dan persendian anak-anak lebih fleksibel, sehingga kaki mereka rata saat berdiri. 

Bayi juga memiliki bantalan lemak di dalam tapak kaki yang menyembunyikan lengkungan. Lengkungan dapat terlihat saat Anda menggendong bayi. Namun, saat balita berdiri, lengkungan itu menghilang.

Artikel lainnya: Penyebab Telapak Kaki Sering Sakit dan Cara Mengatasinya

Biasanya, bentuk flat foot menghilang pada usia 6 tahun karena kaki menjadi kurang fleksibel dan lengkungan berkembang. Hanya sekitar 1 - 2 dari 10 anak yang akan terus memiliki kaki rata hingga dewasa. 

"Penyebab kaki datar tersebut bisa terjadi jika lengkungan kaki tidak mengembang saat kanak-kanak (congenital), atau mengalami cedera,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini.

Akan tetapi, bisa juga telapak kaki datar pada anak karena faktor genetik orang tua. Hal ini terutama berlaku untuk anak-anak dengan hipermobilitas atau sendi ganda. 

“Kalau pada orang dewasa, telapak kaki datar bisa terjadi karena osteoporosis akibat usia," kata dr. Dyah Novita.

Di samping itu, gangguan pada sendi juga bisa menjadi biang keladinya. Faktor ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa.

Lantas, adakah bahaya telapak kaki datar? Kondisi tersebut mungkin memicu beberapa gejala dan keluhan, seperti:

  • Nyeri kaki, khususnya di area tumit atau lengkungan,
  • Nyeri kaki yang meningkat seiring aktivitas, dan
  • Pergelangan kaki mudah bengkak.

Jika anak Anda mengalami sakit pada bagian telapak kaki atau di sekitarnya, segera bicarakan dengan dokter.

Artikel lainnya: Cara Mudah Atasi Pegal di Telapak Kaki

2 dari 3 halaman

Haruskah Telapak Kaki Datar Diobati?

Perawatan untuk telapak kaki datar masih menjadi kontroversi. Sulit untuk mencapai kesepakatan di antara penyedia layanan kesehatan. Akibatnya, bukti dari penelitian yang ada sangat terbatas untuk menarik kesimpulan pasti tentang perawatan kaki datar pada anak.

Namun, perawatan untuk telapak kaki datar bisa dilakukan jika memicu rasa nyeri atau mengganggu fungsi kaki.

“Anak dengan telapak kaki datar bisa diterapi. Biasanya diterapi pakai alat penyokong lengkungan kaki, dibuat sepatu khusus, atau dibuat insole. Bisa juga dilatih fisioterapi di dokter rehabilitasi medik,” kata dr. Dyah Novita.

Anda juga harus mengelola penyebab atau penyakit yang mendasari anak dengan telapak kaki datar.

Misalnya, anak kelebihan berat badan, lutut bengkok, kelenturan sendi berlebih, atau bentuk alas kaki yang buruk. Masing-masing faktor ini dapat berkontribusi pada gejala dan ditangani secara berbeda.

Telapak kaki datar pada anak sebenarnya bukan kondisi yang langka. Orang tua pun tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, apabila menimbulkan keluhan dan mengganggu mobilitas anak, segera periksakan ke dokter.

Yuk, kita kenali dan gali bakat anak melalui Cari Tahu Bakat si Kecil dari aplikasi Klikdokter. Kalau ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa memanfaatkan fitur Live Chat.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar