Sukses

Pertolongan Pertama pada Luka Tembak

Seseorang harus lekas mendapat pertolongan setelah mendapat luka tembak. Jangan panik, berikut langkah pertolongan pertama luka tembak.

Semua orang rasanya tidak ingin berurusan dengan luka tembak. Selain dianggap bisa menimbulkan luka serius, luka tembak juga dianggap dapat mengancam keselamatan jiwa. 

Namun, saat insiden tersebut terjadi di depan mata pada orang di sekitar Anda, penting untuk mengetahui pertolongan pertama luka tembak. Tindakan yang tepat dan cepat bisa menolong korban. 

1 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama Luka Tembak

Luka tembak merujuk kepada kondisi seseorang setelah tertembak peluru atau jenis proyektil lainnya dari senjata api. Meski jarang, bukan berarti tidak pernah terjadi. Sewaktu-waktu jika Anda menemukan korban luka tembak, pertolongan pertama sangatlah dibutuhkan. 

Menurut dr. Devia Irine Putri, ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti ketika hendak memberikan pertolongan pertama pada korban luka tembak. Yang pertama, tentunya tenangkan diri Anda. Bukannya bertindak tepat, rasa panik justru bisa membuyarkan konsentrasi Anda. 

Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut: 

  1. Pastikan kondisi aman saat memberikan pertolongan, baik dari sisi penolong dan yang ditolong. Setelah itu, pindahkan orang dengan luka tembak ke tempat yang lebih aman dengan hati-hati untuk memberikan pertolongan. 
  2. Jangan lupa untuk memanggil dan minta bantuan ambulans dan polisi.
  3. Hentikan perdarahannya. Caranya bisa ditekan dengan kain, handuk, atau pakaian korban. Selain itu, bisa juga dipasang tourniquet (alat untuk mengerutkan atau menekan bagian tubuh tertentu) jika ada.

Artikel lainnya: Cara Merawat Luka Sesuai Anjuran Medis

  1. Kalau ada luka tembak di dada, usahakan menutup dengan plastik bersih. Tujuannya supaya  tidak ada udara yang masuk ke rongga dada.
  2. Jika korban tiba-tiba tidak ada napas dan nadi, segera berikan cardiopulmonary resuscitation (CPR)

“Setelah diberikan pertolongan pertama, harus segera dibawa ke IGD terdekat secepat mungkin,” dr. Devia menganjurkan. 

Di samping itu, seperti dilansir dari Very Well Health, Anda sebaiknya tidak memberikan makan atau minum pada korban. Tindakan tersebut justru dapat membuat kondisinya semakin buruk. 

Anda juga jangan sekali-kali mengeksplor atau menarik peluru dari tubuh korban. Berikan pertolongan dengan hati-hati sampai datang bantuan dari ambulans atau tenaga kesehatan. 

Artikel lainnya: Kenali Bahaya Luka Dalam bagi Kesehatan Anda

2 dari 3 halaman

Bahaya Luka Tembak Jika Terlambat Ditangani

Dijelaskan dr. Devia Irine, penanganan segera yang sangat penting. Sebab jika tidak akan memicu berbagai risiko yang mengancam keselamatan korban. 

“Korban mengalami syok (misalnya tembakan tersebut mengenai organ hati, organnya ruptur atau hancur, terjadi pendarahan hebat) hingga kematian. Bisa juga rongga udara terisi udara akibatnya pasien mengalami kondisi pneumotoraks,” ucap dr. Devia. 

Pneumotoraks merupakan kondisi terperangkapnya udara di rongga pleura, yang terletak di antara dinding dada dan paru-paru. Dalam kondisi normal, rongga pleura cuma terisi udara yang sangat sedikit.

Kondisi ini ditandai dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas. Akan tetapi, dalam kondisi yang berat, pneumotoraks bisa berakibat serius dan membahayakan nyawa penderita.

“Selain itu, luka yang tidak ditangani dengan baik juga bisa memicu infeksi. Patah tulang bisa juga terjadi kalau peluru menembus tulang korban,” imbuhnya.

Itulah langkah-langkah pertolongan pertama untuk luka tembak. Pastikan pertolongan tersebut dilakukan dengan hati-hati dan sesuai arahan dokter. 

Anda masih ingin berdiskusi seputar topik ini? Jangan sungkan untuk menghubungi dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar