Sukses

Cara Bijak Bersikap saat Anda Sering Dikira Hamil

Sering merasa tidak nyaman saat dikira hamil oleh orang lain? Tak perlu marah, yuk, coba tanggapi dengan cara yang direkomendasikan psikolog berikut ini!

Sering dikira hamil mungkin jadi permasalahan sebagian wanita yang tubuhnya gemukan, terutama di area perut. Entah cuma basa-basi, bercanda, atau bertanya serius, kadang prasangka itu cukup mengganggu! 

Lantas, apa salah bila merasa tersinggung dengan hal tersebut? Bagaimana menyanggah anggapan sedang hamil tanpa harus kesal dan malu?

1 dari 3 halaman

Rasa Tersinggung Berkaitan dengan Cara Anda Menilai Tubuh Sendiri

Setiap orang tentunya punya hak untuk merespons prasangka yang dilayangkan kepadanya. 

Ada yang biasa-biasa saja dengan prasangka tersebut dan menjadikannya bahan bercandaan, tapi ada pula yang langsung tersinggung dan marah. 

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, cara merespons tersebut sebenarnya mencerminkan seberapa besar Anda menilai tubuh sendiri. 

“Pada orang yang insecure, ia akan lebih mudah terpancing emosinya saat hal yang menjadi sumber insecure-nya itu disinggung oleh orang lain,” jelasnya. 

Jika orang tersebut langsung tersinggung, maka artinya kenaikan berat badan merupakan hal yang bikin ia insecure. Ia sudah tahu dan menyadari betul akan hal itu. 

Karena orang lain mampu melihat kelemahannya, akhirnya ia jadi marah. Sedangkan, kalau biasa-biasa saja dengan omongan orang lain terhadap tubuhnya, sumber insecure-nya bukan pada tubuhnya.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Masuk Angin, Sebaiknya Kerokan atau Dipijat?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Menanggapi saat Dikira Hamil padahal Tidak?

Psikolog Gracia berpendapat, saat Anda dikira hamil dan ingin meresponsnya, hal itu sangat bergantung pada situasi yang ada. Contoh situasinya adalah sebagai berikut:

  1. Situasi Tidak Kenal, Tidak Sengaja, dan Tidak Secara Langsung

“Situasi yang satu ini sering terjadi di fasilitas umum. Misalkan, ada seorang pria atau wanita yang sedang duduk di bangku kereta. Lalu, ia melihat Anda baru masuk ke gerbong. Karena menurutnya Anda tampak seperti ibu hamil, ia pun langsung memberikan bangkunya dan menyarankan Anda duduk,” terang Gracia. 

Apabila konteksnya demikian, Anda sebaiknya sama sekali tidak perlu tersinggung. 

Sebab, ia tidak mengenal Anda. Ia pun hanya bermaksud baik, yaitu meringankan beban Anda.

Bila memang tak mau duduk di situ, cukup katakan “Terima kasih, silakan duduk saja. Saya tidak sedang hamil, kok.” 

Artikel Lainnya: Ibu Hamil dengan Obesitas Bisa Berisiko Lahirkan Anak Autis?

  1. Situasi Kenal, Diungkapkan secara Langsung tetapi Tidak Sengaja

Kondisi yang satu ini biasanya dihadapi oleh teman yang sudah tidak bertemu lama. 

Ketika baru bertemu lagi dan ia melihat ada yang berubah, apalagi bila Anda memang sudah menikah, kemungkinan besar ia akan menduga Anda hamil. 

Untuk menghadapi situasi itu, tidak perlu langsung membantahnya secara kasar. Jika Anda dan pasangan memang sedang menanti momongan, maka amini saja sambil mengatakan bahwa sebenarnya Anda belum hamil. 

Sementara, bila kondisinya belum menikah, terus terang saja Anda memang gemukan. 

Selama ia tidak memojokkan Anda dan malah minta maaf karena takut bikin tersinggung, Anda bisa bersikap lebih santai dan mengalihkannya ke topik lain. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Punya Body Positivity bagi Psikis Ibu Hamil

  1. Situasi Kenal, Diungkapkan Langsung dan Dijadikan Candaan  

Ada segelintir orang yang memang menjadikan kondisi tubuh seseorang sebagai bahan bercandaan. Kali ini, kebetulan Anda korbannya. 

“Kalau konteks bercandanya sudah keterlaluan, sebisa mungkin respons mereka secara asertif (tegas). Bukan berarti diam saja, Anda berhak menyampaikan ketidaknyamanan tanpa perlu menyerang dan memicu pertengkaran,” kata Gracia.

Obrolan tersebut bisa dilakukan secara personal atau langsung di hadapan beberapa orang. 

“Sampaikan apa yang Anda rasakan dan butuhkan. Misalnya, saya merasa tidak nyaman saat kamu menjadikan hal tersebut bahan bercandaan. Saya harap lain kali tidak terjadi lagi,” sarannya.

Beda halnya bila bercandanya tidak menyakitkan dan Anda paham tidak ada maksud memojokkan di dalamnya. 

“Terima dengan netral, beri respons yang biasa saja,” Gracia menambahkan. 

Bila kondisinya memungkinkan, Anda dan kerabat justru bisa membahas masing-masing bagian tubuh yang kadang bikin nggak pede, lho. 

Siapa tahu dari situ bisa saling menyemangati dan menerima satu sama lain. 

Perut buncit disangka hamil memang menjadi topik sensitif bagi sebagian kaum hawa. Tanggapi hal tersebut sesuai dengan situasi yang ada, sehingga tidak perlu bertengkar dan tidak menambah tingkat insecure Anda. 

Penasaran seputar body positivity, kepercayaan diri, dan kesehatan mental? Yuk, konsultasi langsung dengan psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter. 

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar