Sukses

Tidur di Atas Pasir, Adakah Manfaatnya bagi Kesehatan?

Masyarakat Madura telah turun-temurun tidur di atas pasir. Kebiasaan tersebut dianggap bermanfaat, bahkan bisa memperpanjang umur. Bagaimana fakta medisnya?

Bukan jadi rahasia lagi, Indonesia adalah negeri yang kaya akan tradisi dan budaya. Hal tersebut menjadikan negeri ini unik dan menarik di mata dunia.

Salah satu tradisi unik di tanah air yang jarang diketahui adalah kebiasaan tidur di atas pasir oleh masyarakat Madura. Tepatnya di Desa Legung Timur, Sumenep, masyarakat di sana terbiasa tidur di atas pasir.

Dari sudut pandang medis, adakah manfaat tidur di atas pasir bagi kesehatan tubuh?

1 dari 3 halaman

Tidur di Atas Pasir Jadi Kebiasaan Masyarakat Madura

Dilansir dari Independent Observer, tidur di atas pasir merupakan kegiatan turun-temurun yang dilakukan masyarakat Desa Legung Timur sejak dahulu kala.

Namun, menurut kepala desa setempat, Adzan, tidak diketahui bagaimana awalnya warga di sana mulai melakukan kebiasaan tersebut.

“Yang pasti, sudah lama dan terus dilakukan hingga sekarang,” kata Adzan.

Ia menyebut, di setiap rumah terdapat bak pasir untuk tidur. Ada yang diletakkan di dalam rumah, ada pula yang di luar.

Meski begitu, masyarakat di sana sebenarnya juga memiliki tempat tidur biasa. Akan tetapi, mereka lebih memilih tidur di atas pasir.

Orang yang terbiasa tidur di atas pasir tidak akan merasa nyaman bila harus tidur di kasur, apalagi saat cuaca dingin.

“Entah kenapa, mereka lebih suka tidur dan bersantai di atas pasir. Mereka bisa istirahat lebih nyenyak bila tidur di atas pasir. Saat di tempat tidur, mereka tidak merasa tenang,” terang Adzan.

Artikel Lainnya: Cara Memperbaiki Pola Tidur yang Berantakan

Masyarakat Legung Timur percaya, pasir tempat mereka tidur memiliki sejumlah khasiat. Contohnya, menyembuhkan otot pegal, reumatik, melawan cuaca dingin, dan lain sebagainya.

Adapun khasiat lain yang diklaim paling mujarab adalah dapat memperpanjang umur. Orang-orang yang melakukan tradisi tersebut dikatakan jarang mengalami sakit.

Pasir yang digunakan warga di sana sejatinya bukan sembarang pasir. Biasanya, mereka mengangkut pasir dari Gunung Pasir di Desa Legung Barat dan Pantai Lombang.

Wujudnya berupa pasir kristal berwarna putih gading dan tidak lengket di badan meski badan basah. Pasir dibersihkan, kemudian dijemur untuk menghilangkan kelembapan dan kadar air.

Pasir di rumah warga Legung Timur disebut bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Saat cuaca sedang panas, pasir bisa terasa sejuk dan nyaman untuk berbaring. Begitu pula sebaliknya, saat udara terasa sangat dingin, pasir bisa terasa hangat.

Artikel Lainnya: Pasir Ternyata Bisa Bikin Anak Alergi

2 dari 3 halaman

Benarkah Ada Manfaat Tidur di Atas Pasir Menurut Medis?

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, manfaat kesehatan secara umum dari tidur di atas pasir yang berhubungan dengan otot, tulang, dan sendi belum diketahui secara pasti. 

Meski begitu, ada satu manfaat dari pasir terhadap tubuh yang telah diakui secara umum.

“Pasir diklaim sebagai eksfoliator alami. Jadi, memang pasir dianggap dapat membantu pengelupasan kulit secara alami,” jelas dr. Iqbal. 

“Nah, kalau soal tidur di atas pasir untuk kesehatan, mungkin berkaitan dengan kondisi tubuh yang jadi lebih relaks. Jadi, mungkin terasa seperti di pantai,” ia menambahkan. 

Dengan demikian, manfaat tidur di atas pasir bagi kesehatan dan kebugaran tubuh masih perlu diteliti lebih lanjut secara ilmiah.

Sementara itu, dari pengakuan warga, kebiasaan tersebut termasuk aman. Belum ada laporan warga yang kemasukan pasir di mata ataupun di telinga mereka.

Itulah info menarik seputar kebiasaan tidur masyarakat Madura yang menggunakan pasir. Sebelum mencoba berbagai tradisi yang menyangkut kesehatan tubuh, disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter.

Konsultasi ke dokter kini lebih praktis dan cepat lewat LiveChat dari Klikdokter! Anda juga bisa belanja berbagai produk kesehatan lebih mudah di sini.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar