Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bahaya Pakai Parfum Vagina Sebelum Berhubungan Seks

Beberapa wanita punya aroma vagina yang kurang sedap. Agar lebih percaya diri saat berhubungan seks, mereka justru menyemprotkan parfum ke vagina. Berbahayakah?

Karena letaknya diapit oleh kedua paha, area vagina cenderung menjadi lembap dan punya aroma yang kurang sedap. Aroma vagina bisa berbau asam atau bahkan busuk jika Anda kurang menjaga kebersihannya.

Tak jarang, kondisi vagina yang berbau tak sedap membuat wanita kurang percaya diri saat berhubungan seksual. Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya beberapa wanita menggunakan parfum vagina.

Lalu, apa boleh kita menggunakan parfum atau pewangi untuk vagina?

1 dari 4 halaman

Mengenal Parfum Vagina Lebih Dekat

Normalnya, vagina memiliki bau asam seperti bau makanan yang sudah difermentasi. Bau asam ini menandakan bahwa vagina Anda dalam kondisi sehat dan baik.

Bau asam muncul karena adanya lactobacillus yang merupakan bakteri baik dan berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina. Pada keadaan normal, vagina akan memiliki pH atau tingkat keasaman di angka 3.8 sampai 4.5.

Lalu, apa, sih, yang disebut dengan parfum vagina? Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, parfum vagina berfungsi untuk memberikan aroma harum di bagian intim wanita.

Menurut dr. Iqbal, parfum ini sendiri sebenarnya mirip dengan sabun pembersih vagina. Keduanya sama-sama digunakan untuk menjaga kesehatan vagina.

Sayangnya, penggunaan kedua produk ini masih menjadi perdebatan. Sebab, dampaknya dianggap bisa membahayakan area organ intim. Jadi sampai saat ini, penggunaan parfum vagina tidak disarankan oleh dokter atau secara medis.

Artikel Lainnya: Sering Gatal di Kemaluan? Mungkin Ini Sebabnya

2 dari 4 halaman

Bahaya Parfum Vagina Untuk Kesehatan

Berikut efek samping yang mungkin akan terjadi ketika Anda menyemprotkan parfum ke area vagina:

1. Mengganggu Keseimbangan Bakteri Vagina

“Berbagai macam produk parfum vagina yang dijual bebas di pasaran mengandung zat kimia berbahaya. Tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut bisa membahayakan organ intim, salah satunya mengganggu keseimbangan mikroba di dalam vagina,” ujar dr. Iqbal.

Bakteri baik yang ada di vagina bisa hilang begitu saja setelah terkena zat kimia yang terkandung di dalam parfum. Padahal, bakteri baik ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH dan mencegah bakteri jahat masuk ke organ intim. Akibatnya, vagina jadi rentan terinfeksi dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di area kewanitaan.

2. Meningkatkan Risiko Iritasi

Penggunaan parfum juga meningkatkan risiko iritasi di kulit vagina. Perlu Anda ketahui bahwa organ intim memiliki kulit yang sensitif dan mudah iritasi jika tidak dijaga dengan baik. Sehingga menyemprotkan bahan kimia ke area vagina bisa meningkatkan iritasi dan menimbulkan gatal hebat pada penggunanya.

3. Vagina Infeksi

“Selain gatal, vagina juga rentan terinfeksi akibat paparan zat kimia dan alkohol yang terkandung dalam parfum vagina. Ini akan menyebabkan vagina jadi berbau, mengeluarkan cairan tidak normal, dan vagina terasa seperti terbakar. Infeksi juga bisa menjalar sampai radang panggul jika tidak ditangani dengan benar,” kata dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Jangan Panik, Anak-anak Juga Bisa Keputihan!

3 dari 4 halaman

Cara Aman Menjaga Kesehatan Vagina

Nah, jika Anda cukup concern dengan kesehatan organ intim, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina tetap sehat dan beraroma wangi tanpa pakai parfum atau sabun pembersih. Berikut tipsnya:

  • Selalu ganti pakaian dalam sebanyak 3 kali sehari, terutama jika area selangkangan sudah terasa basah atau berkeringat. Vagina yang lembap bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri dan pada akhirnya menimbulkan bau tidak sedap.
  • Rutin ganti pembalut ketika sedang menstruasi. Pembalut yang dipenuhi dengan darah haid juga bisa meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri buruk dan mengakibatkan aroma vagina tidak sedap.

Artikel Lainnya: Jangan Cuci Vagina Saat Hamil!

  • Jangan bilas atau menyeka vagina dari arah anus, melainkan cuci dengan arah sebaliknya, yaitu dari bagian depan ke belakang. Bakteri di anus bisa berpindah ke organ intim dan menyebabkan vagina jadi terinfeksi. Kondisi infeksi bakteri dapat memicu vagina terasa gatal.
  • Setelah mandi, buang air kecil, atau buang air besar, jangan lupa untuk mengeringkan area vagina, ya. Anda bisa mengeringkan vagina menggunakan kain atau handuk berbahan katun agar organ intim tidak iritasi dan lecet. Anda juga diminta untuk menggunakan pakaian dalam berbahan lembut seperti katun untuk meminimalkan risiko iritasi.
  • Terakhir, hindari menggunakan pakaian atau celana yang terlalu ketat. Tujuannya agar sirkulasi udara di selangkangan atau vagina tetap baik.

Itu dia beberapa informasi mengenai efek samping penggunaan parfum vagina seks. Jika ingin beraroma wangi, maka pastikan Anda menjaga kesehatan vagina seperti yang telah disebutkan di atas.

Cari tahu cara menjaga kebersihan atau kesehatan organ intim lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Sedangkan untuk konsultasi dengan dokter langsung, Anda bisa menggunakan fitur Live Chat 24 Jam.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar