Sukses

Golongan Orang yang Tak Boleh Terima Vaksin Influenza

Meski bisa melindungi dari virus flu, nyatanya ada juga beberapa orang yang tak boleh mendapatkan vaksin tersebut. Lantas, siapa saja dan apa alasannya?

Flu ringan memang tak sampai sangat mengganggu aktivitas. Tapi, yang jenis berat bisa bikin rencana harian gagal! 

Demam, hidung tersumbat, dan suara serak benar-benar membuat kita harus rebahan di tempat tidur. 

Karena itulah, beberapa orang ada yang ingin mendapatkan vaksin influenza agar hal seperti itu tak sampai terjadi. 

1 dari 4 halaman

Sekilas Tentang Vaksin Influenza

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, jadwal imunisasi, baik untuk anak maupun dewasa, merekomendasikan vaksin influenza diberikan sekali dalam setahun. 

“Apabila vaksin influenza diberikan dua kali per tahun, hal itu tidak mengubah atau menambah efektivitas dan daya lindungnya pada tubuh,” jelas dr. Sepriani. 

Ia menambahkan, “Andai kata ada orang yang mendapatkan vaksin influenza lagi padahal rentang waktunya belum setahun, baik itu karena lupa ataupun alasan lainnya, biasanya tidak terjadi gangguan atau risiko apa-apa.”

Di luar negeri, terutama negara empat musim, waktu yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin tersebut adalah Oktober atau November. Di bulan-bulan itu, mereka sudah mulai memasuki musim dingin. 

Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis, flu bisa terjadi kapan saja tak mengenal musim. Jadi, tak ada anjuran khusus kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Artikel Lainnya: Perlukah Vaksin Influenza untuk si Kecil?

2 dari 4 halaman

Orang-Orang yang Sebaiknya Tak Mendapatkan Vaksin Influenza

Vaksin memang mampu menciptakan antibodi. Sayangnya, orang-orang dengan kondisi medis tertentu tidak disarankan untuk mendapatkan perlindungan tersebut. Adapun golongan orang yang dimaksud menurut dr. Sepriani, yaitu:

  • Orang dengan Riwayat Alergi Vaksin

“Salah satu kontraindikasinya adalah mereka yang punya riwayat alergi terhadap vaksin tertentu beserta komponennya (gelatin, antibiotik, dan lain-lain). Kalau tetap diberikan, nanti yang muncul malah reaksi alergi. Tak menutup kemungkinan orang tersebut mengalami anafilaktik,” tuturnya. 

Anafilaktik adalah gejala alergi berat berupa ruam, bengkak, sesak napas, tekanan darah menurun, hingga sensasi kesemutan di kepala, mulut, kaki, dan tangan. 

Bila memang punya riwayat alergi seperti itu, laporkan dulu kepada tenaga medis.

  • Bayi di Bawah 6 Bulan

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin flu pantang diberikan kepada bayi di bawah 6 bulan. 

Bayi di bawah usia tersebut belum memiliki sistem kekebalan yang berfungsi penuh. Ia juga belum mampu menghasilkan respons yang diinginkan oleh vaksin. 

Artikel Lainnya: Sering Disepelekan, Ini Alasan Kenapa Anda Perlu Vaksin Flu

  • Orang yang sedang Sakit atau Demam

Siapa pun yang dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak mendapatkan vaksin apa pun, termasuk vaksin flu. 

Sebab, demam yang dirasakan bisa semakin tinggi. Lebih baik, tunggu dulu sampai sembuh. 

  • Alergi Telur 

Telur menjadi salah satu kandungan pada vaksin influenza. Lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter demi mencegah alergi terulang kembali.  

  • Penderita Guillain-Barré Syndrome

Sindrom ini menyerang sistem saraf saat daya tahan tubuh melemah. Orang dengan penyakit GBS sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum mendapatkan vaksin flu. 

Sebab, risiko komplikasi dan kekambuhan penyakit justru lebih tinggi pasca vaksin. 

Artikel Lainnya: Pilek Karena Cuaca, Apakah Vaksin untuk Flu Bisa Mengatasinya?

Lalu, bagaimana dengan ibu hamil? Bolehkah menerima vaksin influenza demi menjaga daya tahan tubuhnya selama kehamilan?

Untuk ibu yang sedang mengandung, hanya boleh dapat vaksin flu jenis suntik. Dokter Sepriani menegaskan, “Sebaiknya ia mendapatkan vaksin yang bukan live attenuated, yaitu vaksin hidup yang dilemahkan dan biasanya diberikan dengan cara disemprot ke hidung.”

“Ibu hamil hanya boleh mendapatkan vaksin flu yang virusnya sudah dimatikan atau inactivated influenza vaccine.” 

Jika vaksin itu tetap diberikan, maka bumil justru bisa jatuh sakit dan berbahaya bagi janinnya. 

Vaksin flu ada yang disemprotkan ke hidung dan ada yang disuntikkan ke tubuh. Vaksin yang disuntikkan mengandung virus mati, sedangkan vaksin semprot mengandung virus hidup yang dilemahkan. 

Adapun sejumlah orang yang tak boleh mendapatkan vaksin semprot selain ibu hamil menurut CDC, yaitu:

  • Anak-anak di bawah 2 tahun. 
  • Dewasa 50 tahun ke atas.
  • Anak-anak usia 2-17 tahun yang sedang mendapatkan pengobatan dengan aspirin atau salisilat.
  • Orang dengan sistem daya tahan tubuh yang lemah (imunosupresi).
  • Orang yang merawat penderita imunosupresi.
  • Anak-anak 2-4 tahun yang menderita asma,
  • Orang yang telah menggunakan obat antivirus influenza dalam 48 jam terakhir.

Jika pantangan vaksin flu, baik yang disuntikkan maupun disemprot, tidak diindahkan, maka bukan kesehatan yang diperoleh. Penerima vaksin justru berpotensi mengalami risiko penyakit yang tidak diinginkan. 

Artikel Lainnya: Perlukah Suntik Vaksin Influenza Selama Pandemi Corona?

3 dari 4 halaman

Persiapan Diri Sebelum Mendapatkan Vaksin Flu

Selain memahami siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksin flu suntik dan semprot, Anda juga mesti mempersiapkan kondisi tubuh yang fit

Karena orang yang sedang demam atau sakit tidak boleh mendapatkan vaksin, jadi jaga kondisi tubuh dengan cara:

  • Istirahat cukup.
  • Makan makanan bergizi.
  • Olahraga teratur. 
  • Kelola stres dengan baik.
  • Terapkan protokol kesehatan di mana pun Anda berada.
  • Hindari sering menyentuh wajah dan sering cuci tangan.
  • Bila memungkinkan, tetap berada di rumah agar tidak tertular penyakit dari orang lain.

Kini, Anda sudah mengetahui siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksin influenza. 

Bila ada pertanyaan seputar pantangan vaksin flu ataupun vaksin penyakit lainnya, konsultasi ke dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar