Sukses

Alasan Wanita Lebih Banyak Kentut saat Menstruasi

Selain nyeri perut, menstruasi juga bisa membuat wanita jadi kentut lebih sering. Kira-kira, apa ya penyebabnya? Simak di sini.

Selama masa menstruasi, keluhan yang dialami wanita cukup beragam. Misalnya, yang paling umum terjadi adalah kram perut atau mood swing.

Namun, pernahkah Anda merasa lebih sering kentut saat menstruasi? Apakah hal ini wajar terjadi?  

1 dari 4 halaman

Penyebab Sering Kentut saat Menstruasi

Jika Anda juga mengalaminya, maka tak perlu khawatir. Karena, hal ini normal terjadi. Meski tidak dialami oleh semua wanita, kentut saat menstruasi memang jadi keluhan umum. Lantas, apa penyebab sering kentut saat menstruasi? 

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, sering kentut saat menstruasi bisa disebabkan oleh adanya pengaruh hormon progesteron di dalam tubuh. 

Hormon progesteron bisa memengaruhi saluran cerna. Jadi, dapat menyebabkan kontraksi usus dan berakibat pada keluhan diare saat haid. 

Selain itu, dr. Devia mengatakan, “Progesteron bisa juga menyebabkan usus menjadi lemas. Akibatnya terjadi sembelit dan gas menumpuk di saluran cerna. Jadi, bisa menyebabkan keluhan begah dan sering kentut.”

Selain karena adanya perubahan hormonal, sering kentut saat menstruasi juga dipengaruhi oleh adanya efek struktur anatomi pada tubuh. 

Dokter Devia menjelaskan, letak rahim berada di depan usus. Jadi, ketika terjadi kontraksi rahim, bisa menyebabkan pergerakan usus yang nantinya membuat perut jadi kembung dan menyimpan banyak gas. Karena inilah, mungkin Anda jadi lebih sering kentut dari biasanya. 

Artikel Lainnya: Hindari Makanan Ini Agar Tak Sering Kentut

2 dari 4 halaman

Kentut Berbau saat Menstruasi, Normalkah?

Tentu saja normal! Ingat, makanan yang Anda makan juga berkontribusi pada bau kentut. 

Selain itu, adanya bakteri usus yang berubah selama menstruasi juga turut menjadi faktor munculnya perubahan bau pada kentut Anda. 

Mengonsumsi produk susu, karbohidrat yang mengandung zat tepung (starch), dan makanan manis juga dapat mengubah bau kentut menjadi lebih buruk dan dapat menyebabkan sembelit. 

Lalu, jika dihubungkan dengan sembelit, adanya penumpukan kotoran akibat sembelit juga bisa menyebabkan kentut jadi lebih bau dari biasanya. 

Umumnya, seseorang bisa kentut 5-10 kali dalam sehari. Namun, tidak sedikit juga yang kentut lebih dari 10 kali dalam sehari, termasuk saat menstruasi. 

Jika kentut yang muncul tidak disertai bau atau baunya masih normal (seperti kentut pada umumnya), Anda tidak perlu khawatir. 

Bila kentut sudah lebih dari 20 kali dan disertai keluhan lain seperti bau busuk, mual, muntah, dan keluhan saluran cerna, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Artikel Lainnya: Cek Kesehatan Lewat Kondisi Menstruasi

3 dari 4 halaman

Cara Mengurangi Kentut saat Menstruasi

Meski normal terjadi, tapi sering kentut saat menstruasi bisa membuat tidak nyaman dan malu, terutama bila baunya tercium oleh orang lain. 

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan kentut saat menstruasi, yakni: 

  • Mengurangi asupan makanan yang membuat perut jadi kembung, seperti makanan berkarbohidrat tinggi (nasi dan roti), bawang-bawangan, dan minuman yang mengandung gas (soda dan alkohol). 
  • Konsumsi makanan mengandung probiotik tinggi, seperti yoghurt, acar, tahu, dan tempe. Makanan tersebut bisa membantu meningkatkan bakteri baik di dalam usus, sehingga masalah pencernaan jadi hilang. 
  • Jangan mengunyah terlalu cepat, karena bisa membuat udara jadi lebih banyak masuk ke tubuh. Makanlah secara perlahan dan nikmati cita rasanya. 

Bila Anda sering mengalami keluhan kentut saat menstruasi tanpa disertai gejala lainnya, jangan khawatir, ya! Ikuti tips di atas agar frekuensi kentut bisa dikurangi.

Ingin konsultasi lebih lanjut ke dokter seputar menstruasi? Pakai Live Chat dari Klikdokter. Anda juga bisa menghitung masa subur dengan Kalender Kesuburan.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar