Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Lakukan Self-Harm, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Anak Lakukan Self-Harm, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Ketika anak menyakiti diri sendiri atau self-harm, keadaan tersebut tidak boleh dibiarkan. Ketahui bagaimana orang tua harus bersikap di sini!

Self-harm atau tindakan menyakiti diri sendiri kerap terjadi pada beberapa orang yang merasa stres dan depresi. Hal ini tentu merupakan cara pelampiasan emosi yang salah.

Akibat self-harm, seseorang dapat menderita berbagai jenis luka fisik. Bila sudah tergolong luka berat dan tidak cepat ditangani dengan baik, bukan tak mungkin kondisi tersebut dapat mengancam nyawanya.

Mirisnya, tindakan menyakiti diri sendiri juga dilakukan oleh remaja. Rasanya tentu sulit, sedih, dan khawatir bila orang tua mengetahui atau menyaksikan perilaku tersebut dilakukan oleh anaknya sendiri.

1 dari 3 halaman

Mengenal Self-Harm Menurut Psikolog

Tindakan melukai diri sendiri bisa menjadi salah satu tanda dari suatu masalah yang terasa sulit dihadapi. Cara ekstrem ini seakan menjadi “metode wajar” untuk menghilangkan stres dan mengendalikan emosi yang berkecamuk. 

Seorang anak yang kesulitan mengekspresikan emosi negatif dapat beralih ke cara self-harm sebagai bentuk pelampiasan. 

"Self-harm sebenarnya merupakan cara menghadapi stres yang tidak tepat. Hal ini dikarenakan si individu merasa bingung bagaimana cara mengekspresikan emosi negatif yang ia rasakan," ujar Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog

"Akhirnya, ia melakukan self-harm agar emosi negatifnya tersalurkan dan bisa mendapat ketenangan atau kepuasan," sambungnya.

Bagi orang yang melakukan self-harm, rasa sakit fisik akibat tindakan tersebut dianggap dapat mengurangi rasa sakit emosional yang tak tertahankan. 

Melukai diri sendiri seolah memberi ilusi bahwa ia berhasil bertahan menghadapi masalah dan mengendalikan hidupnya. 

Artikel lainnya: Ayo, Cari Bantuan! Ini Tanda-Tanda Self Harm yang Harus Diketahui!

Bentuk self-harm bisa bermacam-macam. Contohnya, menyayat bagian tubuh, menggigit dan memukul diri sendiri, membenturkan kepala ke dinding, mencabut rambut (trikotilomania), memasukkan benda ke tubuh, atau overdosis obat.

Pada dasarnya, terdapat beragam faktor yang dapat melatarbelakangi tindakan self-harm yang dilakukan remaja. Tak bisa dimungkiri, terdapat berbagai perubahan fisik dan emosional yang dialami saat fase remaja.

Ditambah lagi, terkadang ada juga tekanan eksternal seperti tuntutan akademis dan sosial yang muncul. Hal-hal tersebut cukup berisiko membuat anak remaja tertekan dan merasa stres berat.

Selain itu, adanya ketakutan, keputusasaan, dan rasa malu akan suatu hal juga dapat menjadi beberapa contoh emosi yang mungkin dapat membuat anak remaja menyakiti dirinya sendiri.

Artikel lainnya: Benarkah Media Sosial Picu Perilaku Bunuh Diri?

2 dari 3 halaman

Sikap yang Tepat Menghadapi Self-Harm pada Anak

Ketika orang tua mendapati anaknya melakukan self-harm, tak jarang perasaan yang muncul adalah bingung bahkan merasa gagal dalam merawat anaknya.

Namun, bukan berarti Anda menyerah begitu saja bila anak remaja menyakiti diri sendiri demi mengurangi rasa stresnya. Berikanlah bantuan yang tepat, contohnya:

  1. Ajak Anak Bercerita

"Bila mengetahui anak melakukan self-harm, temani anak dan ajak bercerita. Tetapi, jangan paksa anak untuk cerita kalau ia belum mau,” ungkap psikolog Ikhsan.

“Oleh karena itu, paling utama adalah temani anak dan buat dirinya merasa nyaman dulu." 

  1. Jangan Salahkan Anak

"Jangan menyalahkan anak atas tindakannya itu. Yang perlu Anda lakukan adalah mengedukasi anak mengenai cara yang lebih tepat untuk mengekspresikan emosi yang ia rasakan," sambung Ikhsan.

Artikel Lainnya: Kenali Bahaya Self Bullying pada Diri Sendiri 

  1. Cari Akar Permasalahan

Menurut psikolog Ikhsan, cari tahu kira-kira apa yang menjadi akar permasalahan anak sampai melakukan self-harm. Ketahui hal-hal apa saja yang menjadi pemicu anak melukai dirinya sendiri.

Bila inti masalahnya diketahui, solusi dan penanganannya dapat dilakukan dengan lebih tepat.

  1. Temui Ahli Profesional

Segera konsultasikan kondisi anak dengan ahli profesional untuk membantu anak keluar dari kebiasaan menyakiti diri sendiri dan mendapat cara penanganan stres yang tepat untuk dirinya. 

Mengatasi kebiasaan self-harm membutuhkan proses. Mungkin akan terdapat beberapa sesi treatment untuk melihat perbaikan dan perkembangan kondisi anak.

Itulah sejumlah informasi yang perlu Anda ketahui tentang self-harm. Sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan kondisi anak kepada ahli profesional seperti psikolog untuk menghindari hal lain yang lebih berbahaya.

Bila ingin konsultasi lebih lanjut seputar self-harm dan penanganan stres kepada psikolog, pakai Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar