Sukses

Benarkah Rokok Bisa Mengakibatkan Hipertensi Paru?

Hipertensi juga bisa dialami oleh organ paru dan kondisi ini disebut sebagai hipertensi pulmonal. Lalu, benarkah kebiasaan merokok dapat memicu hipertensi paru terjadi?

Merokok dapat menyebabkan seseorang terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, merokok disebut-sebut dapat menyebabkan hipertensi yang secara signifikan menyerang organ paru. 

Benarkah demikian? Apa saja pengobatan hipertensi paru?

 

1 dari 4 halaman

Hipertensi Paru, Kondisi Apa Itu?

Hipertensi paru atau dalam dalam bahasa medis disebut sebagai hipertensi pulmonal adalah jenis tekanan darah tinggi yang memengaruhi arteri paru-paru dan sisi kanan jantung Anda.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, hipertensi paru adalah kondisi yang cukup serius karena menyebabkan jantung bekerja keras untuk memompa darah ke paru-paru.

"Hipertensi paru terjadi ketika darah tidak bisa tersalurkan dengan baik di arteri tersebut. Misalnya, karena dinding pembuluhnya menebal atau kaku. Sehingga, jantung harus bekerja lebih keras supaya darah bisa dipompa maksimal ke paru-paru," jelasnya.

"Gejala paling sering dari hipertensi pulmonal itu sesak napas atau napas terengah-engah. Gejala lainnya lelah, lemah, nyeri dada, dada berdebar, dan bengkak di tungkai," lanjut dr. Astrid Wulan.

Hipertensi pulmonal cukup sulit didiagnosis sejak dini karena jarang terdeteksi saat pemeriksaan fisik.

Gejala hipertensi pulmonal juga sering disalahartikan sebagai masalah kesehatan jantung atau paru lainnya.

Artikel Lainnya: Sering Sesak Napas? Hati-hati, Gejala Hipertensi Paru!

2 dari 4 halaman

Lalu, Apa Merokok Bisa Picu Hipertensi Paru?

Dokter Astrid mengatakan bahwa merokok dan beberapa kondisi kesehatan lainnya bisa menjadi pemicu hipertensi paru. Namun, mekanisme merokok bisa sebabkan hipertensi paru belum banyak diketahui.

"Ya, merokok bisa sebabkan berbagai penyakit paru dan jantung. Dan salah satu yang bisa menjadi penyebab hipertensi pulmonal adalah penyakit pernapasan, terutama yang kronis (sudah berlangsung lama)," ungkap dr. Astrid Wulan.

"Tapi, salah satu yang dicurigai (menjadi penyebab hipertensi paru) adanya stres oksidatif akibat rokok yang menyebabkan kerusakan pembuluh," lanjut dr. Astrid Wulan.

Penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia di tahun 2012 lalu turut menyatakan bahwa merokok adalah salah satu pemicu penyakit hipertensi pulmonal.

Menurut kesimpulan penelitian, tikus yang terpapar asap rokok selama enam bulan dapat mengalami gejala hipertensi paru.

Sedangkan manusia yang punya kebiasan merokok, dapat mengalami kerusakan pembuluh darah oksidatif dan memicu terjadinya hipertensi pulmonal.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Obat Pelangsing Bisa Sebabkan Hipertensi Paru

3 dari 4 halaman

Penanganan Hipertensi Paru

Sayangnya, hipertensi paru ini tidak bisa disembuhkan total. Beberapa pengobatan hanya dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi paru:

  • Obat antikoagulan seperti warfarin untuk membantu mencegah pembekuan darah.
  • Obat diuretik untuk menghilangkan kelebihan cairan di tubuh yang disebabkan oleh gagal jantung.
  • Pasien dapat menghirup konsentrasi oksigen yang lebih tinggi dari biasanya.
  • Digoxin dapat diberikan untuk memperbaiki gejala hipertensi. Obat ini bekerja dengan memperkuat kontraksi otot jantung dan memperlambat detak jantung.

Itu dia  beberapa informasi mengenai hipertensi paru yang memang dapat terjadi pada perokok.

Untuk tahu berita kesehatan lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar