Sukses

Wajib Tahu, Anak Bisa Masturbasi Sejak Kecil, Bun!

Masturbasi dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Namun, apabila dilakukan oleh anak, apakah juga bermanfaat atau justru berbahaya?

Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang kerap dilakukan untuk bantu mencapai kepuasan seksual. Kegiatan ini dilakukan dengan stimulasi pada alat kelamin sendiri untuk kesenangan seksual. 

Dalam berbagai penelitian, masturbasi dipercaya memiliki sejumlah manfaat, seperti membuat tidur nyenyak dan meredakan stres. Akan tetapi, bagaimana bila masturbasi dilakukan oleh anak usia TK hingga awal SD? 

Hal tersebut dinamakan masturbasi infantil (infantile masturbation). Apakah masturbasi ini tetap memberi manfaat atau justru membahayakan anak?

1 dari 3 halaman

Apa Itu Masturbasi Infantil?

Masturbasi pada masa kanak-kanak atau masturbasi infantil ditandai dengan stimulasi diri pada alat kelamin yang sering dikaitkan dengan gerakan yang tidak biasa. 

Tidak seperti masturbasi pada orang dewasa, masturbasi infantil melibatkan sedikit atau tidak ada rangsangan genital. Itu mengapa, masturbasi infantil sulit didiagnosis.

“Masturbasi infantil sering mengalami misdiagnosis sebagai kejang bila tidak dievaluasi dengan baik. Jadi, sang anak sering kali terpaksa menjalani pemeriksaan yang tidak perlu atau bahkan mendapatkan pengobatan yang tidak dibutuhkannya,” jelas dr. Atika

Ia menambahkan, sayangnya penyebab masturbasi infantil sendiri belum sepenuhnya dipahami sampai saat ini.  

“Namun, ada penelitian yang menemukan adanya kadar hormon estradiol yang lebih rendah pada anak-anak yang mengalaminya,” sebut dr. Atika. 

“Tapi, subjek penelitiannya masih sedikit sekali, sehingga penelitian ini masih perlu dikuatkan dengan studi lain,” tegasnya. 

Pada dasarnya, masturbasi infantil tidak membahayakan anak. Hanya saja, hal ini berkaitan dengan stigma yang dikhawatirkan orang tua. 

Artikel Lainnya: Usia Ideal Anak untuk Mulai Diberikan Edukasi Seks

2 dari 3 halaman

Bagaimana Mengatasi Masturbasi Infantil?

Menurut dr. Atika, sampai saat ini disetujui masturbasi pada usia tersebut bisa dikatakan normal atau bukan akibat kelainan. 

Di samping itu, masturbasi infantil akan menghilang seiring bertambahnya usia anak. “Jadi, tidak perlu obat khusus,” kata dr. Atika. 

Sementara, dari sudut pandang psikologi, Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog, mengatakan ketika anak melakukan masturbasi sejak kecil, ia belum benar-benar memahami tentang apa yang dilakukan. 

“Saat anak mulai belajar mengenali bagian tubuhnya, anak dapat merasakan pleasure sensation pada area pribadi. Bagi anak yang masih kecil, ia mungkin memahaminya sebagai aktivitas layaknya bermain saja,” terang psikolog yang akrab disapa Ivon itu. 

“Pada anak-anak usia sekolah, hal tersebut umumnya dilakukan untuk meredakan ketegangan yang mereka rasakan. Misalnya, karena masalah keluarga, sekolah, dan lain sebagainya,” sambungnya. 

Dengan demikian, sebaiknya orang tua memahami terlebih dahulu bahwa anak perlu dikenalkan kepada pendidikan seks sejak dini. Tentunya, disesuaikan dengan usia dan kapasitas pemahaman anak.

Artikel Lainnya: Dampak Anak Melihat Orang Tua Berhubungan Seks dan Cara Meresponsnya

Menurut Ivon, berikut cara-cara yang bisa dilakukan orang tua kepada anak usia TK hingga awal SD yang melakukan masturbasi:

  • Hindari Langsung Memarahi atau Menyalahkan Anak

Jika anak dimarahi, maka ia tidak akan benar-benar memahami dengan tepat dan bisa memicu permasalahan psikologis lainnya pada anak. 

Sebaliknya, orang tua perlu mengajak anak berbincang tentang perilaku masturbasinya tersebut. 

Dengan demikian, orang tua dapat memahami sudut pandang anak dalam melakukan masturbasi. Anak pun lebih terbuka untuk menerima arahan orang tua.

  • Jelaskan Makna Aktivitas yang Melibatkan Area Pribadi

Tekankan bahwa aktivitas yang melibatkan area pribadi adalah sesuatu yang berharga dan perlu dijaga baik-baik. 

Bisa dicontohkan, pentingnya anak selalu pakai celana dan baju, kecuali saat mandi atau diperiksa dokter dengan ditemani mama atau papa. 

Jadi, apa pun aktivitas yang melibatkan area pribadi (selain membersihkannya saat mandi atau ke toilet) bukanlah hal yang baik.

Artikel Lainnya: Kiat Ajak Remaja Hindari Seks Pranikah

  • Beri Pemahaman untuk Menjaga Alat Kelamin

Alat kelamin harus dijaga sebaik mungkin. Caranya, dengan dibersihkan dan tidak diperlihatkan kepada orang lain kecuali saat bersama orang tua. 

Sebaiknya, anak diajarkan pendidikan seks dari orang tua yang berjenis kelamin sama dengan anak. Hal ini termasuk ketika memandikan atau memakaikan baju, terutama pada anak yang semakin besar. 

  • Arahkan kepada Aktivitas yang Positif 

Orang tua dapat memberikan aktivitas lain yang positif dan membantu anak melepaskan ketegangan dan merasakan kesenangan. Misalnya, olahraga, menggambar, bermain clay, dan lain sebagainya. 

  • Konsultasi ke Dokter atau Psikolog Anak

Bila perilaku masturbasi dan isu aktivitas seksual lainnya sudah berlangsung berlebihan dan mengganggu keseharian anak, orang tua disarankan untuk mengajak anak berkonsultasi dengan ahli, seperti dokter atau psikolog.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang masturbasi infantil. Bila ingin konsultasi lebih lanjut seputar pendidikan seks untuk anak, chat psikolog dan dokter lewat LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar