Sukses

Manfaat Berenang dan Menyelam bagi Bayi

Masih banyak orang tua yang enggan mengajak bayi berenang ataupun menyelam. Padahal, ada banyak manfaatnya untuk si kecil, lho!

Sebagian orang tua mungkin menghindari mengajak bayinya berenang ataupun menyelam. Beberapa hal menjadi pertimbangannya, antara lain takut tenggelam, air masuk ke saluran napas, ataupun bayi bakal menangis.

Akan tetapi, hal berbeda dirasakan Shandy Aulia. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, aktris cantik itu membawa bayinya yang belum genap setahun berenang hingga menyelam. 

1 dari 4 halaman

Manfaat Berenang dan Menyelam Buat Bayi

Meski masih menuai pro-kontra di kalangan para ibu, mengajak bayi berenang dan menyelam pada dasarnya memang punya banyak manfaat.

Seperti diungkapkan dr. Devia Irine Putri, ada banyak manfaat bayi berenang, mulai dari mengembangkan perkembangan motorik hingga mempererat ikatan dengan orang tua.

Untuk lebih jelas, berikut beberapa manfaat berenang untuk bayi, seperti dikutip dari Healthline:

  1. Baik untuk Perkembangan Otak

Menggerakkan kaki secara silang di dalam air membantu otak bayi tumbuh. Gerakan tersebut juga membangun sel-sel saraf di otak.

Pada masa depan, hal tersebut dapat bermanfaat positif untuk kemampuan baca, pembelajaran akademik, perkembangan bahasa, serta kesadaran spasial.

  1. Membantu Melatih Otot 

Berenang membantu melatih dan mengontrol otot pada bayi. Misalnya, menggerakkan lengan dan kaki, mengangkat kepala, serta koordinasi antar-otot di tubuh.

Berenang juga baik untuk kesehatan jantung, otak, paru-paru, dan juga pembuluh darah si kecil.

Artikel Lainnya: Kapan Sebaiknya Anak Mulai Belajar Berenang?

  1. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi Motorik

Seiring dengan terbentuknya otot, berada di kolam renang bisa membantu bayi mengembangkan koordinasi motorik dan keseimbangan. Misalnya, koordinasi gerak kaki dan tangan.

Gerakan kecil yang terkoordinasi tersebut bisa jadi sebuah pencapaian besar untuk perkembangan bayi.

  1. Melatih Bayi untuk Percaya Diri

Manfaat berenang untuk bayi lainnya adalah meningkatkan percaya diri dan penghargaan pada diri. 

Aktivitas berenang ditambah interaksi dengan bayi-bayi lain memberikan kesenangan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Studi tahun 2010 menunjukkan anak 4 tahun yang rutin berenang pada rentang usia 2 bulan hingga 4 tahun bisa lebih mudah beradaptasi dalam situasi baru. Mereka diketahui lebih mandiri dan percaya diri dibandingkan anak yang bukan perenang.

Artikel Lainnya: Amankah Anak Berenang dengan Neck Ring?

  1. Membantu Tidur Lelap

Aktivitas berenang dan menyelam melibatkan banyak otot dan cukup menguras energi. Setelah itu, bayi mungkin akan cenderung tidur lebih lelap dan cepat. 

  1. Mempererat Ikatan dengan Bayi

“Saat berenang, bayi bersama dengan orang tua. Anda pun hanya terfokus pada bayi, begitu juga sebaliknya,” ujar dr. Devia. Hal tersebutlah yang pada akhirnya bisa meningkatkan ikatan antara Anda dan bayi. 

2 dari 4 halaman

Tips Berenang untuk Bayi agar Tetap Aman

Dengan banyak manfaat di atas, kapankah waktu yang pas untuk membawa bayi berenang? Menurut dr. Devia, tidak ada pedoman khusus kapan bayi boleh berenang.

“Sebenarnya bisa kapan saja. Kalau mau lebih aman, sebaiknya bayi sudah berusia di atas 6 bulan. Di usia tersebut, kepala bayi sudah bisa tegak,” tutur dr. Devia.

Selain memperhatikan usia, berikut beberapa tips saat membawa bayi Anda berenang: 

  1. Pastikan selalu mengawasi bayi dan selalu berada di dekatnya.
  2. Perhatikan tempat renang yang dipilih, hindari yang terlalu ramai. Kalau bisa pilih jam-jam awal karena lebih sepi dan air lebih bersih. 
  3. Kalau anak di bawah 6 bulan mau diajak berenang, sebaiknya jangan diajak ke kolam renang umum. Anda bisa membuat kolam sendiri, misalnya bath up atau kolam renang plastik. 

Buat suhu sekitar 32 derajat. Kolam renang umumnya bersuhu dingin, sehingga rentan picu hipotermia bagi bayi kecil.

Artikel Lainnya: Perlukah Terapi Air untuk Bayi?

  1. Segera angkat bayi jika bayi mulai menggigil kedinginan, lapisi tubuhnya dengan handuk kering.
  2. Segera mandikan bayi dengan bersih.
  3. Bagi bayi yang punya masalah kulit eksim atau dermatitis atopik, sebaiknya hindari berada di kolam renang terlalu lama. 

Air kolam ada klorin yang bisa membuat kulit tambah kering. Segera mandikan dan berikan pelembap.

3 dari 4 halaman

Kenali Tanda-tanda Risiko Bayi Tenggelam!

Kekhawatiran utama orang tua saat membawa bayi berenang adalah risiko tenggelam. Kalau sampai itu terjadi, tutur dr. Devia, artinya orang tua lalai dalam pengawasan.

Kalaupun sudah telanjur tenggelam dan ada tanda-tanda, seperti napas cepat, sesak napas, batuk-batuk, dan air masuk ke dalam hidung, segera keluarkan bayi dari air.

"Lekas panggil bantuan, cek tanda-tanda vitalnya seperti napas dan nadinya. Kemudian lakukan pertolongan CPR (resusitasi jantung paru)," pungkas dr. Devia Irine.

Selama Anda melakukan semua tindakan pengamanan yang diperlukan dan memberi perhatian penuh, kegiatan bayi berenang adalah aman.

Yuk, pantau kesehatan buah hati Anda melalui fitur Tumbuh Kembang Anak di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar