Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Ketahuan Masturbasi, Bagaimana Orang Tua Harus Bersikap?

Anak Ketahuan Masturbasi, Bagaimana Orang Tua Harus Bersikap?

Masturbasi bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak. Tapi, bagaimana jika tanpa sengaja Anda melihat anak masturbasi? Perlukah marah?

Selama ini mungkin Anda berpikir kalau masturbasi hanya dilakukan oleh remaja dan orang dewasa. Faktanya, anak-anak pun dapat melakukan aktivitas seksual yang satu ini.

Bagaimana jadinya, jika Anda, sebagai orang tua, justru secara tidak sengaja melihat anak masturbasi? Perlukah marah? Simak penjelasan psikolog di bawah ini. 

 

1 dari 3 halaman

Anak Mastrubasi Normalkah?

Masturbasi adalah rangsangan seksual pada alat kelamin sendiri yang sengaja dilakukan. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan tangan, atau menggunakan alat bantu seperti sex toys.

Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang mungkin sudah mengerti akan arti rangsangan seksual. Tapi, normalkah anak melakukan masturbasi? 

Menanggapi hal ini, psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi. mengatakan, anak kecil masturbasi merupakan hal yang sangat normal.

“Hal ini adalah sesuatu yang baru bagi anak (khususnya anak yang masuk usia remaja) untuk memuaskan dirinya sendiri atau memenuhi hasrat seksualnya,” tutur Ikhsan. 

Artikel lainnya: Anak Ketahuan Nonton Film Porno, Ini yang Harus Orang Tua Lakukan

2 dari 3 halaman

Anak Ketahuan Masturbasi, Orang Tua Bersikap Apa? 

Kegiatan masturbasi biasanya dilakukan di tempat pribadi seperti kamar atau kamar mandi. Tapi bagaimana jadinya, jika Anda tidak sengaja melihat anak sedang masturbasi, perlukah memarahi anak?

Dijelaskan oleh Ikhsan, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua jika secara tidak sengaja melihat anaknya masturbasi:

  • Jangan Langsung Memarahi Anak 

Langsung membentak dan mencaci maki anak atas apa yang mereka lakukan justru membuat keadaan terasa semakin canggung. Apalagi ketika anak sedang berada di tengah sesi masturbasi, lalu Anda masuk dan langsung memakinya.

Coba beri mereka privasi untuk beberapa waktu, lalu ajak mereka untuk berbicara empat mata. 

  • Tanyakan Apakah Mereka Mengerti Arti dari Masturbasi 

Setelah kondisi tenang, coba ajak mereka berbicara dan tanyakan apakah anak mengerti akan apa yang mereka lakukan sebelumnya. Anda bisa menjelaskan arti dari masturbasi.

Katakan bahwa ini merupakan kegiatan seksual yang berbahaya jika dilakukan secara rutin atau setiap hari. Anda bisa menjelaskan satu per satu sisi positif dan negatif masturbasi. Beri pengertian dan jangan menghakimi. 

Artikel lainnya: Terapi untuk Remaja yang Kecanduan Pornografi

  • Berikan Sex Education

Memberikan sex education alias pendidikan seks pada anak memang wajib dilakukan orang tua. Katakan pada anak bahwa masturbasi merupakan salah satu kegiatan seksual yang dilakukan untuk memuaskan diri sendiri.

Katakan juga pada mereka bahwa masturbasi bisa berdampak yang buruk bagi kesehatan fisik maupun psikis mereka. Ajari juga si kecil untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksinya.

  • Alihkan dengan Kegiatan Lain 

Agar anak tidak terjerumus dalam jerat masturbasi, coba alihkan perhatian si kecil dengan kegiatan lain. Misalnya, ajak olahraga bersama, mengikuti kursus, menjalani hobi, memasak bersama, atau berkumpul bersama keluarga.

Dengan menyibukkan diri anak dengan kegiatan positif, kesempatan anak masturbasi bisa diminimalkan. 

Langsung menghardik dan memarahi anak saat ketahuan sedang masturbasi adalah tindakan yang tidak tepat. Justru, si kecil membutuhkan pengetahuan dan informasi yang tepat seputar seksual dan alat reproduksi dari Anda.

Akan tetapi, jika perilaku anak masturbasi sudah berlebihan dan mengganggu kehidupan sehari-harinya, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Bisa jadi, si kecil membutuhkan bantuan lebih serius dari profesional.

Yuk, manfaatkan fitur Tumbuh Kembang Anak untuk memantau perkembangan si kecil setiap hari. jangan ketinggalan juga informasi menarik lainnya seputar penyakit, nutrisi, dan gaya hidup sehat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

1 Komentar