Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Lumpuh karena Kecelakaan, Haruskah Dimasukkan ke Sekolah Khusus?

Anak Lumpuh karena Kecelakaan, Haruskah Dimasukkan ke Sekolah Khusus?

Saat lumpuh akibat kecelakaan, anak harus beradaptasi dengan situasi baru. Perlukah orang tua memindahkannya ke sekolah baru?

Sekolah adalah rumah kedua yang sangat penting bagi perkembangan anak. Selain diajarkan materi akademik, anak juga akan diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai moral, agama, dan bersosialisasi. Kesempatan ini tentu sayang untuk dilewatkan. 

Namun, dalam beberapa kasus, terdapat macam-macam hal yang mengganggu kegiatan anak dalam bersekolah. Seperti, saat anak tiba-tiba mengalami kecelakaan, menjalani perawatan, hingga mengalami kelumpuhan. Alhasil, anak membutuhkan alat bantu kursi roda untuk mobilitas. 

Perubahan fisik semacam ini terkadang membuat orang tua risau. Haruskah memasukkan anak ke sekolah difabel atau sekolah luar biasa (SLB)? Mengingat  kondisi anak saat ini berbeda dengan sebelumnya dan juga dengan teman-teman sebaya lainnya. 

1 dari 3 halaman

Anak Lumpuh Akibat Kecelakaan, Harus Masuk Sekolah Khusus?

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., saat anak mendadak mengalami disabilitas fisik, sebaiknya orang tua tidak memasukkannya ke sekolah difabel.

“Alasannya karena kasihan kalau dia tiba-tiba masuk sekolah difabel. Kemampuan kognitif atau daya pikirnya kan baik, tidak ada masalah dalam kognitifnya. Jadi, bisa saja dia belajar di sekolah umum atau sekolah inklusi,” jelas Ikhsan.

Saat ini, jumlah sekolah inklusi di Indonesia diketahui terus bertambah setiap tahun. Sekolah inklusi adalah layanan pendidikan yang juga menyertakan semua kelompok, termasuk di dalamnya anak difabel atau berkebutuhan khusus (ABK), dalam proses pembelajaran. 

Artikel lainnya: Cara Menangani Anak Penyandang Disabilitas Fisik

Artinya, anak dengan disabilitas akan ditempatkan di kelas reguler bersama teman sebaya mereka tanpa ada perbedaan. 

“Selain itu, dikhawatirkan juga kalau masuk SLB, materi yang diberikan itu tidak setara dengan kemampuan anak,” ujar psikolog Ikhsan. 

Umumnya, materi yang diberikan di SLB memang berbeda atau lebih mudah daripada di sekolah umum. Dengan demikian, untuk menjaga perkembangan kognitif anak, sebaiknya memang tetap berada di sekolah umum atau inklusi. 

2 dari 3 halaman

Tips Orang Tua Bangun Mental Anak Pascakecelakaan

Tentu, untuk kembali ke sekolah dengan kondisi “baru” bukanlah hal yang mudah bagi sebagian anak. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan dalam membangun mental anak setelah kecelakaan.

Psikolog Ikhsan menyebut, setelah kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan bisa memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri seorang anak.

“Anak  jadi enggak percaya diri pas di sekolah atau jadi takut,” sebut Ikhsan.

Artikel lainnya: Mengenal Kondisi Disabilitas Intelektual

Saat ini terjadi, Ikhsan menyarankan orang tua melakukan beberapa hal supaya kepercayaan diri anak dapat kembali terbangun. Di antaranya:

  • Orang tua perlu meyakinkan anak bahwa yang terjadi kepadanya bukanlah akhir dari segalanya. Anak bisa tetap berprestasi dengan kondisi saat ini. 
  • Orang tua perlu menjadi tempat untuk anak bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Sebab, mungkin anak bisa saja akan menghadapi tantangan baru di lingkungannya, seperti bullying, diskriminasi, dan lain sebagainya.

Dengan kehadiran dan dampingan orang tua, anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah.

  • Ceritakan kepada anak mengenai orang-orang yang memiliki disabilitas fisik, tapi tetap bisa berprestasi. Saat ini, sudah banyak orang dengan disabilitas yang menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang.

Cara ini dapat memberikan inspirasi sekaligus suntikan semangat bagi anak untuk bangkit dan maju.

Tetap belajar di sekolah umum lebih disarankan daripada sekolah difabel bagi anak yang alami kelumpuhan pascakecelakaan. Selain itu, bantuan Anda sangat penting untuk membantu melewati si kecil melewati masa transisi tersebut.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog saat si kecil dirasa membutuhkan pendampingan melewati masa-masa sulitnya. Dapatkan informasi menarik seputar pola asuh anak lainnya di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar