Sukses

Mata Ikan Muncul Pada Bayi, Ini Faktanya!

Mata ikan adalah masalah kulit yang umumnya terjadi pada anak dan orang dewasa. Lantas, mungkinkah terjadi mata ikan pada bayi di bawah usia 1 tahun? Ini faktanya!

Anda pasti sudah tidak asing dengan mata ikan, bukan? Gangguan kulit yang terjadi di kaki ini umumnya dialami oleh anak dan orang dewasa.

Namun, ada juga beberapa pihak yang berpendapat bahwa bayi juga bisa mengalami mata ikan. Benarkah demikian? Apakah medis setuju dengan mata ikan pada bayi? Jika ya, apa alasannya? Yuk, cari tahu!

 

1 dari 3 halaman

Mata Ikan pada Bayi, Mungkinkah Terjadi?

Mata ikan alias culvus adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tekanan atau gesekan berulang pada kulit.

Tekanan tersebut menyebabkan kulit mati dan membentuk permukaan pelindung yang keras.

Mata ikan biasanya terjadi di antara jari-jari kaki. Salah satu faktor risikonya adalah berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

Selain itu, mata ikan juga bisa terbentuk di tangan. Kegiatan berulang terhadap benda yang memberi tekanan pada tangan, seperti perkakas atau peralatan olahraga, adalah faktor risiko kondisi tersebut.

Lantas, bagaimana dengan mata ikan pada bayi? Soal ini memang masih membingungkan.

Sebab, bayi di bawah satu tahun biasanya belum bisa berjalan sehingga mereka tidak memiliki faktor risiko yang signifikan untuk mengalami mata ikan.

Artikel Lainnya: Kulit Bayi Pecah-Pecah, Perlukah Khawatir?

"Untuk bayi berusia kurang dari setahun, kemungkinan untuk kena masalah mata ikan tergolong sangat kecil," ungkap dr. Adeline Jaclyn.

"Kenapa? Karena risikonya saja tidak ada. Kita tahu risikonya harus ada tekanan atau gesekan berulang-ulang. Kecuali, ada faktor tersebut. Mungkin dapat terbentuk (mata ikan pada bayi)," tegasnya.

Dengan kata lain, mata ikan pada bayi mungkin saja terjadi meski risikonya sangat minim.

Artikel Lainnya: Mengenal Intertrigo, Peradangan Kulit pada Bayi

2 dari 3 halaman

Tips Mengatasi Mata Ikan pada Bayi

Bagi bayi yang mengalami mata ikan akibat faktor-faktor tertentu, kondisi ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan berlebihan. Sebagian besar kasus mata ikan dapat reda dengan sendirinya tanpa perawatan.

Jika memang khawatir, orang tua dapat membawa bayi yang mengalami mata ikan berobat ke dokter.

Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan keratolitik yang hanya boleh dioleskan pada bagian yang mengalami mata ikan.

Sebagai tindakan pencegahan mata ikan pada bayi di masa mendatang, orang tua wajib memberikan alas kaki yang memadai untuk si kecil. Hal ini penting dilakukan, apalagi jika si kecil sudah bisa berjalan.

Pastikan alas kaki tersebut memiliki ukuran yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk mencegah gesekan atau penekanan berlebih pada kaki si kecil saat digunakan untuk berjalan.

Mata ikan pada bayi masih mungkin terjadi, meski risikonya sangat kecil. Oleh karena itu, orang tua harus tetap waspada dan berupaya mencegahnya. Segera berobat ke dokter apabila si kecil mengalami dan merasa terganggu karenanya.

Cari tahu lebih lanjut mengenai penyebab dan obat mata ikan untuk bayi dengan berkonsultasi kepada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam.

Pastikan pula mengunduh aplikasi Klikdokter agar tidak ketinggalan berita kesehatan terbaru lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar