Sukses

Ngidam Makan Es Batu, Bisa Jadi Tanda Anemia

Beberapa orang memang gemar makan es batu karena sensasi dingin yang diberikan. Namun, tahukah Anda bahwa ngidam es batu juga bisa jadi tanda anemia?

Beberapa orang memang gemar mengemut atau bahkan menggigit es batu, terlebih di teriknya hari. Rasa segar dan dingin akan memenuhi rongga mulut Anda. 

Akan tetapi, tahukah Anda, punya keinginan atau ngidam es batu juga bisa jadi tanda Anda terkena anemia? Bagaimana suka makan es batu dikaitkan dengan gejala anemia?

1 dari 3 halaman

Anemia dan Ngidam Makan Es Batu

Umumnya, kebiasaan mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang disebut juga dengan pica

Kondisi tersebut ditandai dengan kebiasaan mengunyah atau memakan benda tidak lazim, seperti es batu, sabun, tanah, dan batu.

Pica sendiri lebih sering dialami oleh anak-anak ketimbang orang dewasa. Namun, jika terus berlanjut, kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa. 

Selain pica, dilansir dari Healthline, penyebab ngidam mengunyah es batu sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, jenis anemia paling umum.

Anemia merupakan kondisi tidak cukupnya jumlah sel darah merah untuk mengantarkan oksigen ke berbagai organ. Tanpa oksigen tersebut, Anda akan merasa lelah, pusing, dan juga sesak napas. 

Artikel Lainnya: Ini Bahayanya Jika Anemia Tak Ditangani

Sementara itu, penderita anemia defisiensi besi tidak punya jumlah zat besi yang cukup di dalam darah. 

Padahal, zat besi sangat penting untuk sel darah merah yang baik. Tanpa zat besi, sel darah merah tak bisa membawa oksigen seperti biasa.

Studi kecil pernah dilakukan terkait hal ini. Para peserta menjalani tes sebelum dan juga sesudah memakan es.

Hasilnya, peserta yang punya masalah anemia mengaku secara signifikan merasa lebih baik usai makan es. Sementara itu, peserta yang tanpa anemia mengaku tidak terpengaruh.

Menanggapi hal tersebut, dr. Theresia Rina Yunita menjelaskan, “Kecenderungan senang mengunyah es batu (pagophagia) memang sering dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi, meski alasannya belum diketahui secara medis.”

Dia menambahkan, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa mengunyah es dapat meningkatkan kewaspadaan pada penderita anemia defisiensi besi.

Ngidam es batu juga bisa jadi tanda masalah emosional seperti stres, obsesif-kompulsif, atau gangguan perkembangan. Makanya, tetap diperlukan evaluasi medis menyeluruh untuk dapat menentukan penyebab kebiasaan ini,” tutur dr. Theresia.

Artikel Lainnya: Suka Makan Es Batu, Bahayakah?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Tersebut?

Mengunyah es batu memang tidak memberikan dampak yang mematikan atau berbahaya bagi tubuh. Namun, sering mengunyah es batu bisa meningkatkan risiko masalah gigi.

Tekstur es batu yang keras bisa menyebabkan enamel (lapisan) gigi jadi terkikis. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu gigi sensitif. Risiko gigi patah juga mungkin bisa terjadi jika es yang dimakan terlalu keras. 

Untuk menghentikan kebiasaan ini, Anda perlu mencari tahu alasan di balik gemar makan es batu tersebut. 

Jika Anda memiliki pica, cobalah untuk terapi dan berkonsultasi ke psikolog untuk menghentikan gangguan ini.

Bila Anda benar menderita anemia defisiensi besi, perbanyak asupan tinggi zat besi. Misalnya, bayam dan brokoli. 

Jika diperlukan, konsumsilah suplemen zat besi. Jangan segan meminta saran dokter untuk mengatasi kondisi kekurangan zat besi Anda. 

Ingatlah, kebiasaan sering mengunyah dan ngidam batu es harus dihentikan. Batu es tidak memiliki nilai gizi sehingga tidak menyehatkan tubuh.

Itulah beberapa fakta mengenai gejala anemia dan kesukaan makan es batu. Apakah Anda punya kecenderungan ini? Jika iya, segera hentikan dan cari tahu akar penyebabnya.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar anemia dan gejalanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di aplikasi KliKdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar