Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Pakai Vibrator saat Hamil Tua, Amankah?

Kepuasan seks sangat penting, tak terkecuali bagi ibu hamil. Ketika hamil tua, aman tidak menggunakan vibrator?

Vibrator kerap dijadikan alat seks untuk membantu wanita mencapai orgasme. Penggunaannya pun tidak bisa sembarangan, apalagi bila wanita sedang mengalami kondisi khusus misalnya kehamilan di trimester akhir. 

Ketika hamil, mungkin banyak wanita yang jadi takut menggunakan vibrator saat masturbasi atau berhubungan seks. 

Rasa takut tersebut bisa dipengaruhi oleh kekhawatiran akan risiko kehamilan yang mungkin terjadi

Tapi, bagaimana bila ibu hamil tua ingin mencapai orgasme untuk kepuasan seksualnya dan butuh bantuan vibrator? Apa penggunaan alat tersebut masih diperbolehkan?

Untuk tahu lebih jelasnya, simak penjelasan dokter berikut ini.

1 dari 3 halaman

Amankah Masturbasi Pakai Vibrator saat Hamil Tua?

Menurut dr. Adeline Jaclyn, penggunaan vibrator saat hamil sebenarnya masih diperbolehkan. Namun, terdapat beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari penggunaan sex toy tersebut.

Dokter Adeline mengatakan, "Penggunaan vibrator aman selama kehamilan sehat dan rendah risiko, atau tidak ada kendala dalam kehamilan.”

“Tapi, pemakaian vibrator tidak dianjurkan bila ada riwayat perdarahan, air ketuban pecah, dan riwayat lahir prematur," lanjutnya.

Penggunaan alat seks seperti vibrator saat hamil aman selama Anda melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menunjang keamanan diri.

Artikel Lainnya: Bahaya Berhubungan Intim di Masa Nifas

Tak bisa dimungkiri, beberapa wanita merasakan dorongan seks mereka “meroket” selama kehamilan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. 

Selain itu, aliran darah yang lebih banyak menuju vulva dan vagina saat hamil dapat membuat Anda lebih responsif terhadap sentuhan.

Namun, banyak pula wanita yang merasa kehilangan minat dalam aktivitas seks selama masa kehamilan. Cukup umum bila wanita hamil tidak sering berhubungan seks, berbeda dengan ketika ia belum hamil.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh rasa lelah, mual, atau kekhawatiran yang mungkin muncul tentang perubahan tubuhnya.

Hubungan seks selama kehamilan tidak perlu terlalu dicemaskan. Selama memiliki kehamilan yang sehat, Anda tetap bisa menjalani kehidupan seks seperti biasa dengan suami. 

Pasalnya, kehidupan seks yang sehat juga menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan Anda dan suami tetap intim dan kuat. 

Artikel Lainnya: Ini Penjelasan Mengapa Libido atau Gairah Seks Meningkat saat Haid

2 dari 3 halaman

Perhatikan Ini Sebelum Masturbasi saat Hamil Tua

Meski diperbolehkan, tetap ada beberapa hal yang harus jadi perhatian serius bagi Anda yang sedang hamil dan ingin masturbasi, baik menggunakan mainan seks ataupun tidak.

Untuk masturbasi saat hamil tua, dr. Adeline mengungkapkan orgasme dapat menyebabkan kontraksi palsu atau braxton hicks

Bila kram atau kontraksi terjadi semakin sering dan sakit, segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan.

Sementara, dalam menggunakan vibrator atau mainan seks lainnya, penting untuk menjaga kebersihan alat.

"Perhatikan kebersihan vibrator atau mainan seks lainnya sebelum digunakan demi menghindari risiko infeksi. Gunakan secara hati-hati dan tidak melakukan penetrasi dalam," pesan dr. Adeline.

Menjaga kebersihan mainan seks dapat melindungi Anda dari berbagai infeksi pada vagina. Penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur bila tidak cepat diatasi dengan benar. 

Artikel Lainnya: Suami Rentan Selingkuh saat Istri Hamil, Apa Penyebabnya?

Berikut ini langkah-langkah menjaga kebersihan mainan seks:

  • Bersihkan seluruh bagian alat (termasuk bagian pegangan dan tombol) dengan air sabun yang hangat setiap selesai digunakan.
  • Bilas hingga bersih dan selalu keringkan dengan hati-hati sebelum menyimpannya.
  • Simpan alat di tempat yang bersih dan kering.

Anda dan pasangan juga dapat mengurangi risiko infeksi dengan membersihkan diri sebelum dan sesudah berhubungan seks. Sebab, hanya mencuci mainan seks mungkin tidak cukup untuk menghilangkan semua virus atau bakteri. 

Bakteri yang ada di anus dapat menyebabkan infeksi bila berpindah ke vagina. Meski mainan seks Anda bersih, risikonya tetap ada.

Untuk menghindari infeksi, jangan gunakan mainan yang sudah dipakai di anus untuk digunakan lagi di vagina.

Pinjam-meminjam mainan seks juga bisa berisiko. Opsi teraman adalah tentu saja tidak berbagi alat dengan orang lain.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang penggunaan vibrator saat hamil tua. Hati-hati dalam menggunakannya dan pastikan kehamilan tidak berisiko.

Bila ingin konsultasi ke dokter kandungan lebih mudah, pakai LiveChat Klikdokter. Anda pun bisa memantau perkembangan janin lewat Kalender Kehamilan.

(FR/AYU)

1 Komentar