Sukses

Manfaat Makan Buah Apel Untuk Atasi Sembelit

Apel kerap menjadi buah yang banyak dicari karena mengandung sejumlah nutrisi penting seperti serat. Katanya, bisa dikonsumsi untuk atasi sembelit, lho!

Sembelit adalah salah satu gangguan pencernaan yang umum dialami banyak orang. Karena menimbulkan rasa nyeri cukup hebat, penderita sembelit sering kali merasa tidak nyaman dengan kondisi perutnya. 

Bahkan, beberapa orang mengaku tak bisa beraktivitas dengan baik saat sedang sembelit. 

Kendati begitu, Anda jangan frustrasi dulu, makan buah apel disebut-sebut sebagai cara alami yang ampuh untuk mengatasi sembelit.

Bagaimana fakta medisnya? Simak fakta dan tanggapan dari dokter lewat ulasan di bawah ini. 

1 dari 3 halaman

Sekilas Tentang Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan sistem pencernaan yang membuat penderitanya sulit untuk buang air besar (BAB). 

Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan nutrisi tertentu, salah satunya serat. Akibatnya feses jadi mengeras dan sulit untuk dikeluarkan. 

Umumnya, seseorang bisa dikatakan sembelit jika frekuensi buang air besarnya hanya terjadi tiga kali dalam seminggu atau kurang. 

Gejala sembelit lainnya bisa berupa BAB tidak teratur, feses yang keluar keras dan kering, nyeri perut, kehilangan nafsu makan, sering merasa mual atau kembung.

Artikel Lainnya: Ingin Mudah BAB? Konsumsilah 5 Makanan Ini

2 dari 3 halaman

Benarkah Apel Bermanfaat untuk Atasi Sembelit?

Saat sembelit, beberapa orang memilih untuk minum obat pencahar sebagai solusinya. Namun, tidak sedikit juga orang yang memilih cara alami seperti minum air putih dan makan makanan berserat untuk melancarkan sistem pencernaan. 

Nah, makan buah apel mungkin jadi salah satu cara alami perlu Anda pertimbangkan untuk mengobati sembelit. Mengapa?

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, ketika mengalami sembelit, tubuh membutuhkan asupan serat untuk mengatasinya. Salah satu buah dengan kandungan serat yang cukup melimpah adalah apel. 

“Satu buah apel yang dimakan dengan kulitnya mengandung sekitar 4,4 gram serat sehingga bisa mencukupi kebutuhan serat harian. Serat dalam usus nantinya akan melunakan feses dan mengurangi waktu pemberhentian di usus. Jadi, makan apel memang direkomendasikan untuk mengatasi sembelit,” kata dr. Sepriani.

Untuk lebih jelasnya, di dalam sebuah apel berukuran sedang (100 gram) mengandung sekitar 4 gram serat yang mencukupi 17 persen kebutuhan gizi harian.

Artikel Lainnya: Catat, Ini Tanda Tubuh Anda Kurang Serat

Ada dua jenis serat dalam buah apel, serta larut (pektin) dan serat tidak larut. Serat larut memiliki berbagai manfaat kesehatan karena merupakan makanan yang baik bagi usus manusia. 

Tak hanya itu, mengonsumsi makanan berserat membuat tubuh jadi kenyang lebih lama, membantu proses penurunan berat dan meningkatkan fungsi kerja pencernaan.

Dokter Sepriani menganjurkan kita untuk makan buah apel bersama dengan kulitnya. Pasalnya, kandungan serat buah apel tersedia banyak di bagian kulitnya.

Anda cukup makan satu sampai dua apel berukuran sedang dalam sehari untuk memenuhi asupan serat harian. 

Imbangi dengan banyak minum air putih dan kurangi konsumsi makanan berlemak agar sistem pencernaan menjadi lebih sehat. 

Melansir dari Healthline, buah apel diketahui mengandung karbohidrat dan air. Di dalam buah apel juga terdapat gula sederhana yang disebut dengan fruktosa, sukrosa, dan glukosa. 

Artikel Lainnya: Manfaat Konsumsi Apel, Bisa Usir Penyakit Ini

Meskipun kandungan gula dan karbohidratnya agak tinggi, indeks glikemik (GI) apel terbilang rendah, yakni berkisar di angka 29-44. GI sendiri adalah ukuran seberapa cepat makanan memengaruhi kenaikan kadar gula darah. 

Buah apel merupakan sumber vitamin C baik untuk tubuh. Vitamin C di dalam buah apel mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Setelah mengetahui beberapa manfaat apel untuk sembelit dan kondisi kesehatan tubuh lainnya, masihkah Anda ragu mengonsumsi buah renyah dan manis satu ini? 

Cari tahu fakta kesehatan menarik lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar