Sukses

Menilik Penyebab Lipoma pada Bayi Baru Lahir

Jadi salah satu tumor yang sering muncul pada bagian bawah kulit, berbahayakah lipoma pada bayi baru lahir? Apa penyebabnya? Cari tahu di sini!

Setiap orang tua ingin memiliki bayi yang sehat. Sayangnya, hal tersebut tidak mudah diwujudkan. Ada saja gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada bayi baru lahir, salah satunya lipoma.

Apa itu lipoma? Apa penyebabnya? Apakah lipoma pada bayi baru lahir dapat mengancam kesehatannya di masa depan?

1 dari 3 halaman

Penyebab Lipoma pada Bayi Baru Lahir

Berdasarkan dr. Theresia Rina Yunita, lipoma merupakan sejenis tumor jinak yang berasal dari sel lemak di bawah kulit. Benjolan ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, tergantung kondisi si kecil. 

Faktanya, terdapat 1 dari setiap 1000 orang akan mendapatkan satu titik lipoma pada tubuhnya. Kondisi ini banyak ditemukan pada area tubuh bagian atas, termasuk lengan dan paha. 

Apa penyebab lipoma pada bayi baru lahir? Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab lipoma pada bayi. Tapi menurut dr. Theresia Rina, faktor genetik jadi salah satu faktor utama penyebab munculnya lipoma pada bayi baru lahir. 

“Sampai saat ini belum studi yang menyebut bagaimana lipoma bisa terjadi. Hanya saja, faktor keturunan terutama pada keluarga yang obesitas bisa jadi faktor pencetus munculnya keluhan tersebut,” ujar dr. Theresia. 

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Bayi Lahir Prematur

Selain itu, bayi dengan kromosom yang berbeda (kelainan kromosom) atau gen tertentu juga bisa jadi mengalami lipoma. Hal ini juga ditemukan pada seseorang yang memiliki kelainan genetik, seperti gardner syndrome atau familial multiple lipomatosis

Adapun beberapa gejala yang mungkin muncul ketika seorang anak mengidap lipoma, antara lain:

  • Benjolan pada area tubuh yang berukuran 3 centimeter, dan bisa lebih dari satu benjolan 
  • Benjolan bisa membesar seiring berjalannya waktu hingga 6 centimeter
  • Tidak menyebabkan rasa nyeri saat disentuh atau ditekan
  • Benjolan mudah bergerak jika disentuh dengan jari 
  • Memiliki warna yang sama dengan kulit dan teksturnya lunak 

“Karena bersifat jinak dan tidak berbahaya, lipoma pada bayi baru lahir sebenarnya tidak membutuhkan tindakan medis,” ucap dr. Theresia Rina.

“Jika dilakukan tindakan operasi pun, biasanya ini atas dasar kosmetika atau estetika saja. Operasi pengangkatan lipoma juga minimal invasif,” sambungnya.

Tidak perlu khawatir dengan lipoma pada bayi baru lahir. Asalkan, tidak membuat bayi semakin gemuk atau kurus, dan tidak menimbulkan gejala lain yang berarti. 

Artikel Lainnya: 5 Kiat Cegah Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

2 dari 3 halaman

Kapan Lipoma pada Bayi Baru Lahir Harus Dibawa ke Dokter

Si kecil bisa dibawa berobat ke dokter apabila Anda merasa khawatir dengan benjolan yang muncul di bawah kulitnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti dari munculnya benjolan tersebut. 

Jika dokter mengatakan bahwa benjolan tersebut merupakan lipoma, orang tua tidak perlu cemas. 

Orang tua perlu cemas jika benjolan pada kulit berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, menyebabkan demam, tidak nafsu makan atau rewel terus-menerus. 

Lipoma pada bayi baru lahir tidak melulu perlu dikhawatirkan. Kondisi ini pun dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika kondisi tersebut disertai gejala yang mengganggu, si kecil sebaiknya segera dibawa berobat ke dokter.

Konsultasikan lebih lanjut kepada dokter mengenai lipoma pada bayi baru lahir menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar