Sukses

Cacar di Mata, Ini Penyebab dan Dampak Buruknya!

Reinfeksi Varicella zoster pada tubuh bisa memicu munculnya cacar di mata. Tanpa penanganan yang baik, kondisi tersebut akan berbahaya. Ini faktanya!

Sebagian orang pernah terinfeksi cacar air setidaknya sekali. Begitu terinfeksi, virus penyebab cacar, varicella zoster, tetap ada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif.

Jika di waktu mendatang orang yang sebelumnya terkena cacar air mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, virus dapat kembali menginfeksi dan menyebar ke kulit. Kondisi ini disebut dengan Herpes zoster alias cacar api.

Cacar api umumnya menyerang tangan dan punggung. Namun, virus tersebut juga bisa menyerang bagian lain yang tidak lazim, seperti dahi atau hidung. Dalam kondisi tersebut,  penderita juga bisa mengalami keluhan cacar di mata.

1 dari 3 halaman

Penyebab dan Gejala Cacar di Mata

Menurut dr. Valda Garcia, cacar yang mengenai area mata dikenal dengan istilah herpes zoster oftalmikus. Penyebabnya adalah reinfeksi dari virus Varicella zoster.

Gangguan tersebut umumnya dialami oleh orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dapat dialami orang berusia lebih muda.

Daya tahan tubuh yang lemah adalah faktor risiko utama herpes zoster oftalmikus. Oleh karena itu, lansia menjadi kelompok paling rentan dalam hal ini, karena daya tahan tubuh yang cenderung menurun.

Beberapa gejala cacar di mata yang dapat dikenali, antara lain:

  • Nyeri hebat di satu sisi wajah, di kulit kepala, atau di sekitar mata.
  • Mata merah.
  • Penurunan penglihatan.
  • Kemerahan, ruam, atau luka di kelopak mata dan sekitar mata.
  • Ruam di ujung hidung.
  • Kornea bengkak atau keruh.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Pembengkakan di retina.

Artikel Lainnya: Bisakah Cacar Monyet Menginfeksi Mata?

2 dari 3 halaman

Apakah Cacar di Mata Berbahaya?

Berdasarkan dr. Valda, cacar di mata tergolong berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

“Kalau tidak tertangani dengan baik, (cacar di mata) bisa menginfeksi hingga menyebabkan gangguan pada saraf mata,” kata dr. Valda.

“Bisa (mengalami kebutaan) kalau kena kornea dan tidak tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Saat menginfeksi kornea, kondisi tersebut bisa memicu peradangan pada iris. Keadaan ini biasanya juga disertai dengan peningkatan tekanan pada bola mata. Lambat laun, tanpa penanganan yang baik, akan menimbulkan kebutaan.

Artikel Lainnya: Penyakit Cacar Ular Bisa Sebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Di samping itu, cacar di mata juga bisa akan meninggalkan bekas luka permanen jika terjadi pembengkakan kornea yang cukup parah.

Karenanya, penting untuk memeriksakan diri ke dokter mata guna mendapatkan penanganan yang tepat dan segera. Dengan demikian, risiko komplikasi jangka panjang dapat dihindari.

Saat pasien cacar di mata berobat, dokter mata biasanya akan memeriksa kornea dan bagian mata lainnya. Dokter juga akan memberikan obat antivirus dalam bentuk salep mata, obat antiradang, dan terapi penunjang lainnya.

Saat pengobatan, kondisi mata bisa saja membaik. Namun, infeksi akan terjadi kembali apabila pengobatan berhenti terlalu cepat.

Cacar di mata dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, khususnya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, jika Anda merasa mengalami gejalanya, tak perlu ragu untuk segera berobat ke dokter.

Sebagai langkah deteksi awal, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar