Sukses

Efek Samping Obat Antinyeri Opioid pada Ibu Hamil

Ibu hamil punya banyak pantangan obat, termasuk obat antinyeri opioid. Kalau obat tersebut sampai terminum, apa efeknya? Apakah langsung berakibat fatal? Ini faktanya!

Pemberian obat-obatan untuk ibu hamil tak boleh sembarangan. Karena itulah ada banyak sekali pantangan obat yang mesti dipatuhi demi keselamatan ibu dan janin dalam kandungannya. 

Salah satu pantangan obat yang dimaksud adalah penggunaan analgesik opioid. Apabila obat antinyeri tersebut sampai dikonsumsi ibu hamil, beberapa efek samping yang merugikan bisa saja terjadi!

1 dari 3 halaman

Mengenal Opioid Lebih Dekat

Dilansir dari Hopkins Medicine, opioid termasuk zat yang secara alami ditemukan di tanaman opium. Zat tersebut bekerja di otak dan mampu menghasilkan berbagai efek, termasuk menghilangkan nyeri hebat, memberikan sensasi tenang, bahkan bisa bikin ‘tinggi’ (fly) dan ketagihan! 

Ada tiga jenis obat opioid, satu di antaranya dianggap obat-obatan terlarang alias ilegal. Berikut penjelasannya:

  1. Opioid yang Diresepkan

Methadone, kodein, morfin, dan oxycodone termasuk ke dalam obat opioid yang diresepkan. Obat ini biasa diberikan oleh dokter kepada pasien pascaoperasi, cedera, ataupun nyeri hebat yang berkaitan dengan kanker atau osteoarthritis. 

  1. Heroin

Jenis opioid yang satu ini paling bisa menyebabkan ketagihan dan penggunaannya pun ilegal. Heroin bisa menghilangkan rasa sakit sama sekali, juga akan membuat orang yang mengonsumsinya mendadak gembira. 

Artikel Lainnya: Nyeri Ulu Hati Saat Hamil? Ini yang Harus Anda Lakukan

  1. Fentanyl

Bukan diminum, jenis opioid fentanyl digunakan dengan cara ditempel seperti koyo dan diganti tiga hari sekali. Ada juga yang pemberiannya dilakukan dengan cara suntik. Fentanyl sering digunakan pascaoperasi atau pengobatan kanker. 

2 dari 3 halaman

Efek Samping Analgesik Opioid pada Ibu Hamil

Mengetahui khasiat opioid yang sangat ampuh untuk mengatasi nyeri, beberapa ibu hamil mungkin tergoda untuk menggunakannya. 

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, terdapat sekitar 7 persen wanita yang dilaporkan menggunakan opioid resep selama kehamilan di tahun 2019. 

Dari jumlah tersebut, 1 dari 5 wanita hamil melakukan penyalahgunaan. Artinya, mereka mendapatkan obat tersebut dari sumber lain dan tujuannya bukan cuma untuk menghilangkan rasa nyeri.

Terlepas dari itu, Anda sebaiknya membuang jauh-jauh pikiran untuk menggunakan opioid sembarangan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, efek samping analgesik opioid pada ibu hamil tidak main-main.

Artikel Lainnya: 7 Tips Jitu Mengatasi Nyeri Panggul Saat Hamil

“Obat golongan opioid itu termasuk kategori C untuk kehamilan. Artinya, pada penelitian di hewan, sudah dibuktikan ada efek buruknya. Tetapi pada manusia, penelitiannya belum terlalu banyak,” jelas dr. Sepriani. 

“Opioid yang dikonsumsi selama kehamilan dapat menyebabkan masalah pada janin, seperti kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, cacat bawaan, dan neonatal abstinence syndrome atau neonatal opioid withdrawal syndrome,” tegasnya.

Sindrom pada bayi akibat konsumsi opioid selama hamil dapat mencetuskan gejala tremor, menangis terus, kejang, muntah, dan dehidrasi. Semua keluhan tersebut terjadi 72 jam setelah kelahiran. 

Meski ada efek samping tersebut, opioid sebenarnya masih boleh dikonsumsi asalkan telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel Lainnya: Ketahui Penyebab Nyeri Tulang Ekor Saat Hamil

 “Pada beberapa kondisi, opioid mungkin diberikan oleh dokter setelah berbagai pertimbangan dan dengan indikasi medis yang jelas,” ucap dr. Sepriani.

“Akan tetapi, pemberiannya itu harus diawasi ketat oleh dokter agar tidak terjadi penyalahgunaan obat,” sambungnya.

Apabila ibu hamil telanjur minum opioid secara mandiri alias tanpa anjuran dokter, dr. Sepriani menganjurkan untuk segera menghentikan hal tersebut. 

“Cobalah untuk kontrol ke dokter kandungan demi memastikan, apakah kondisi janin terdampak atau tidak? Adakah obat atau tindakan khusus untuk mencegah keberlanjutan efek buruknya? Semuanya itu harus dicari tahu lewat pemeriksaan,” pungkas dr. Sepriani. 

Jika ibu hamil merasakan nyeri hebat, lebih baik segera ke dokter untuk penanganan yang lebih aman. Hindari melakukan pengobatan mandiri yang berisiko, apalagi dengan mengonsumsi opioid sembarangan. 

Untuk tahu hal-hal lain mengenai pantangan, anjuran, dan aturan minum analgesik untuk ibu hamil, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter

(NB)

0 Komentar

Belum ada komentar