Sukses

Penyebab Suara Berubah pasca Operasi Amandel

Setelah operasi amandel, Anda heran dan cemas karena adanya perubahan suara. Meski yang dioperasi bukan pita suara, kenapa hal tersebut bisa terjadi, ya?

Operasi amandel memang bukan opsi pengobatan pertama jika amandel atau tonsil Anda bermasalah.

Operasi tersebut dilakukan apabila radang amandel atau tonsilitis terjadi berulang kali, sudah kronis, dan sampai mengalami hambatan napas saat tidur.  

Kendati bisa mengatasi masalah yang sudah parah, ternyata ada efek operasi amandel yang bikin pasien terkejut.

Ya, terjadi perubahan suara yang cukup mencolok. Kebingungan pun muncul. Hal yang dioperasi bukan pita suara, kenapa justru suara yang jadi berubah? 

1 dari 4 halaman

Alasan di Balik Perubahan Suara setelah Operasi Amandel

Menanggapi pertanyaan seputar efek operasi amandel yang bikin suara berubah, begini penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti. Menurutnya, suara seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pita suara. 

“Kita analogikan dengan gitar. Meski penghasil suaranya adalah senar, besarnya gitar, lalu bentuknya, bahannya, itu semua bisa memengaruhi suara dari alat musik tersebut,” kata dr. Astrid.

“Sementara, suara pada dasarnya sebuah gelombang yang alirannya dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satunya ada yang namanya resonansi,” jelas dr. Astrid.

Untuk suara manusia, ada empat aspek yang mendukung pembentukannya, yaitu paru-paru yang memberikan udara, saluran untuk udara (trakea), pita suara, serta rongga mulut yang terdiri atas otot, lidah, dan gerakan bibir.

Artikel Lainnya: Suara Hilang karena Radang Tenggorokan? Atasi dengan Cara Ini

Dia menambahkan, “Suara kita memang diproduksi oleh pita suara. Suara tersebut berjalan di sepanjang saluran sampai akhirnya dikeluarkan oleh mulut. Nah, bentuk dan ukuran saluran ini tentunya memengaruhi karakter hasil akhir suara yang keluar.”

“Ketika amandel Anda bengkak, udara menjadi terhambat. Ketika dioperasi dan kini amandel yang bengkak itu sudah tidak ada, alirannya menjadi lancar. 

Rongga mulut yang tadinya terisi amandel, kini kosong. Perubahan ini akan mempengaruhi gelombang suara, sehingga suara kita akan terdengar berbeda,” dr. Astrid menerangkan. 

Dengan demikian, ketika salah satu dari keempat aspek pendukung pembentukan suara itu berubah, baik karena penyakit, tindakan medis, atau faktor lain, maka suara yang diproduksi ikut berubah. Alhasil, setelah operasi amandel, banyak orang yang tak mengenali suara Anda. 

Artikel Lainnya: Radang Tenggorokan, Faring, Amandel, dan Laring Apa Bedanya?

2 dari 4 halaman

Apakah Perubahan Suara Bertahan Selamanya? 

Beberapa tindakan medis memang menghasilkan efek samping. Namun, biasanya efek samping itu tidak bertahan lama. Misalnya saja, vaksinasi. 

Setelah divaksin, sebagian orang ada yang merasakan sakit dan agak bengkak di area yang kena jarum suntik. Sebagian lagi ada demam. Tapi selang beberapa hari, semua efek tersebut hilang. 

Bagaimana dengan perubahan suara yang terjadi akibat efek operasi amandel? Apakah perubahan suara itu hanya terjadi selama beberapa hari saja?

Dokter Astrid menjawab, “Perubahannya bisa sementara, misalnya karena masih proses penyembuhan. Tapi, jika operasi amandel sudah dilakukan cukup lama dan suara tidak kunjung kembali ke awal, kemungkinan besar efeknya akan bertahan selamanya alias permanen.”

Jika pekerjaan pasien tidak mengandalkan suara, mungkin hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap hidupnya. 

Beda halnya jika perubahan suara pasca operasi amandel dialami orang yang berprofesi sebagai penyanyi, MC, ataupun penyiar radio. Hal itu akan berpengaruh terhadap hidupnya.

Bukan tak mungkin dia akan kesulitan lalu stres karena tak lagi bisa bekerja semaksimal dulu. 

Artikel Lainnya: Amandel dan Sumbatan Saluran Napas

3 dari 4 halaman

Suara Telanjur Berubah, Apa yang Mesti Dilakukan?

Jika hal itu sampai membuat pasien stres berat karena pekerjaannya terhambat, pasien bisa meminta bantuan kepada tenaga profesional seperti psikolog.

Sembari memanajemen stresnya, dr. Astrid juga menyarankan, “Jika perubahan suara terjadi pada orang-orang yang menggunakan suaranya secara profesional, kita biasanya menganjurkan untuk terapi wicara dengan dokter IKFR (ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi).”

“Dokter akan melatih kembali penggunaan otot-otot dan organ lain dalam berbicara supaya bisa digunakan semaksimal dan sebaik mungkin,” dia menambahkan.

Itu dia penyebab perubahan suara pasca operasi amandel. Bila masih ada pertanyaan lain seputar amandel, tenggorokan, suara, serta tindakan medis, langsung saja konsultasikan dengan dokter lewat fitur LiveChat

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar