Sukses

Anak Laki-laki Minta Les Tari, Izinkan atau Tidak?

Orang tua suka khawatir jika anak laki-lakinya minta ikut les tari anak karena takut mengubah perilaku dan orientasi seksnya. Menurut psikolog, kita harus apa, ya?

Ketika bicara soal laki-laki menari, mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa hal itu aneh. Pasalnya, sejak dulu memang wanita yang lebih banyak melakukan berbagai jenis tarian, baik itu tradisional khas negeri sendiri maupun tarian mancanegara. 

Akan tetapi, yang namanya minat atau passion itu tak ada yang bisa mengatur dan menebak. 

Olahraga sepakbola, basket, atau latihan bela diri seperti taekwondo atau silat, bukan minat dari anak laki-laki Anda. Ia justru tertarik dengan kesenian tari dan ingin ikut les tari anak! 

Lantas kalau sudah begini, apa yang mesti dilakukan? Mengizinkan atau mengalihkannya ke les kesenian lain seperti alat musik? 

1 dari 4 halaman

Stigma Anak Laki-laki Menari Masih Terjadi

Kebingungan di atas tentunya tak akan terjadi jika sebelumnya tidak ada hal yang melatarbelakangi. 

Sebagai orang dewasa, kita khawatir bila menari akan memengaruhi pola perilaku anak laki-laki di masa mendatang. 

Tak sedikit yang berpikir bahwa anak laki-laki bisa menjadi kemayu dan orientasi seksualnya dapat berubah hanya karena mengikuti kelas tari. 

Stigma semacam itu memang masih terus terjadi dan diakui oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog

“Stigma tentang gender ini memang seringkali menjadi hambatan bagi anak laki-laki maupun perempuan untuk mengembangkan minat dan bakatnya,” katanya. 

Hal serupa juga dilontarkan oleh Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog. Sebagai laki-laki, dirinya pun menyadari bahwa kesenian tari sejatinya untuk semua gender, bukan cuma perempuan. 

Hal yang terpenting adalah jika anak laki-laki menari dan mau menekuninya, orang tua harus bisa menyesuaikan jenis tarian apa yang cocok untuk mereka. 

Artikel Lainnya: Anak Laki-Laki Gemar Main Boneka, Haruskah Khawatir?

2 dari 4 halaman

Jadi, Izinkan Les Tari Anak atau Alihakan ke Kursus yang Lain?

Ungkapan di atas secara tidak langsung menyadarkan bahwa orang tua sebaiknya mengizinkan anak laki-lakinya ikut les tari. 

Menurut psikolog Ikhsan, ortu bisa menyesuaikan jenis tarian yang cocok untuk anak laki laki. Cari jenis tarian yang tidak menonjolkan sisi feminin.

“Banyak tarian tradisional Indonesia yang justru menampilkan sisi maskulin pria, misalnya tari kecak dan tari baris dari Bali, lalu ada juga tari sajojo dari Papua, dan masih banyak lagi. Yang modern atau dari luar negeri juga banyak, tap dance misalnya atau break dance hip hop. Jadi, dipersilakan saja kalau anak laki-laki ingin ikut les tari,” saran Psikolog Ikhsan. 

Selain itu, Psikolog Gracia juga menyarankan orang tua untuk membiarkan anak mengeksplorasi. Agar sama-sama bisa paham, cobalah ajak diskusi dulu sebelum mengizinkannya. 

“Anda bisa tanya, kenapa adik/kakak ingin ikut les tari? Biasanya ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal itu. Sebagai contoh, karena sering lihat video dance cover, dia jadi tertarik mencobanya. Atau karena sudah tahu bahwa menari juga bisa memberikan manfaat positif buat tubuhnya (mirip olahraga) dan mentalnya (bikin bahagia), makanya dia mau belajar dance,” ucapnya. 

Artikel Lainnya: Remaja Hobi Main Gawai, Tanda Penyakit ADHD?

Terkadang faktor idola juga bisa memengaruhi keinginan anak laki-laki menari. Misalnya saja, dia melihat sosok anggota keluarganya yang berprofesi sebagai penari dan menganggap itu sebagai hal yang hebat. 

Bisa juga karena sering menyaksikan artis pria luar negeri yang mahir menari dan menganggap itu sebagai hal keren.

Banyak artis pria asal Amerika Serikat dan Korea Selatan yang juga jago melakukan dance. Contohnya seperti, Chris Brown, Jason Derulo, Justin Timberlake, Justin Bieber dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan boyband K-Pop yang kini sedang sedang digandrungi masyarakat dunia, yaitu BTS. Tak menutup kemungkinan anak laki-laki anak melihat faktor “wow” dari mereka,

Selama apa yang digemari, diinginkan, dan dilakukan itu positif, lalu ia tidak memakai kostum aneh, tidak mengenakan makeup, atau melakukan gerakan tari yang kemayu, orang tua bisa memperbolehkan anak laki-laki menari. 

Lagi pula, manfaat menari itu banyak sekali! Contohnya saja:

  • Melatih anak bekerja sama.
  • Merangsang kreativitasnya.
  • Meningkatkan kepercayaan diri.
  • Mengenal budaya dengan lebih baik.
  • Melatih kemampuan motoriknya.

Artikel Lainnya: Anak Malas Olahraga, Pilihkan 5 Aktivitas Fisik Ini

3 dari 4 halaman

Sudah Ikut Les Tari Anak, Orang Tua Juga Perlu Lakukan Ini

Mendukung dan membiarkan anak memilih apa yang dia suka memang wajib dilakukan orang tua. 

Namun, bukan berarti Anda bisa 100 persen melepas dan tidak mengontrol atau memberi arahan. 

Adapun beberapa hal yang direkomendasikan kedua psikolog saat anak laki-laki sudah menekuni bidang tari, yaitu:

  • Harus saling terbuka dan dekat secara emosional. Jika ada perubahan-perubahan di dalam diri si anak, orang tua bisa peka. 
  • “Sembari terus mendampingi anak bertumbuh, penanaman tentang edukasi seks juga dapat terus diberikan,” saran Psikolog Gracia. 
  • “Beri penjelasan ke anak tentang berbagai macam tari dan peran apa saja yang ada di dalam seni tari tersebut. Agar, si anak juga tahu mana yang memang gerakan atau perannya itu maskulin dan cocok untuk anak laki-laki,” saran Psikolog Ikhsan. 

Jadi, Anda sudah tahu, kan, keputusan apa yang mesti dipilih? Izinkan saja anak laki-laki menari dan mengikuti kursusnya jika dia betul-betul suka. Hal-hal di atas tetap Anda lakukan sebagai orang tua. 

Masih ada pertanyaan tentang perkembangan dan kesehatan anak? Langsung saja konsultasikan kepada psikolog dan dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar