Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Metallic Taste atau Parageusia, Gejala Tak Biasa COVID-19

Metallic Taste atau Parageusia, Gejala Tak Biasa COVID-19

Terdapat kabar terbaru mengenai gejala COVID-19 yaitu ada rasa logam di mulut atau parageusia. Ketahui selengkapnya di sini.

Berbagai gejala COVID-19 terus berkembang dari hari ke hari. Seperti dalam penelitian yang diterbitkan Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat (NLM), ditemukan gejala yang tidak biasa pada seorang wanita Afro-Amerika (59).

Dilaporkan oleh Express, pada 29 Maret 2020 lalu wanita tersebut dibawa ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari.

Selama seminggu sebelum dirawat, ia merasakan makanan yang dimakan terasa hambar. Lebih anehnya lagi, ada rasa seperti logam di mulutnya (metallic taste), hal ini dikenal dengan istilah parageusia.

Wanita tersebut mengaku juga mengalami berkurangnya kemampuan indra penciuman secara perlahan dan kemudian berkembang menjadi anosmia. Ia kemudian terdeteksi mengidap COVID-19 pada 2 April 2020.

Apa Itu Parageusia?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, parageusia merujuk kepada kondisi mulut yang seperti merasakan logam. Hal ini dikarenakan adanya gangguan di ujung saraf yang menginformasikan rasa logam.

Indra perasa manusia pada dasarnya dikendalikan oleh saraf-saraf sensorik di lidah dan neuron sensorik penciuman. Ujung saraf kemudian mengirimkan informasi dari lidah dan neuron sensorik penciuman ke otak. Lalu, otak akan mengidentifikasi rasa tertentu.

Sebenarnya, banyak hal yang menyebabkan munculnya rasa logam atau parageusia di mulut. Kondisi tersebut cukup mengganggu karena penderita akan kesulitan mengecap rasa makanan. Untuk mengatasinya, perlu untuk memahami penyebab parageusia.

Artikel lainnya: 5 Fakta Virus Corona yang Perlu Anda Tahu

1 dari 3 halaman

Apa Penyebab Parageusia?

Dokter Dyah Novita menyebut, penyebab parageusia pada dasarnya bermacam-macam, misalnya karena efek samping obat tertentu. Beberapa di antaranya ialah:

  • Efek samping obat antidepresan
  • Efek samping obat untuk mata glaukoma
  • Efek samping obat hipertensi
  • Efek samping antibotik

Selain itu, dr. Dyah Novita juga menyebut ada beberapa kondisi lain yang memicu parageusia. Salah satunya adalah gangguan gingivitis, yaitu gangguan infeksi di gusi atau gangguan di gigi berlubang. Gangguan tersebut bisa menyebabkan adanya rasa logam.

“Hal tersebut juga bisa disebabkan oleh efek dari kemoterapi atau memang ada efek gangguan pada sinus,” ujar dr. Dyah Novita.

“Karena berkaitan dengan gangguan di sinus, akhirnya sinusnya tersumbat. Jadinya bengkak dan merusak aliran air liur. Akibatnya, bisa menyebabkan gangguan parageusia,” jelasnya.

Artikel lainnya: Sempat Dilarang, Kini Ibuprofen Bisa Jadi Kunci Obat Virus Corona

2 dari 3 halaman

Kenapa Parageusia Bisa Berkaitan dengan Gejala COVID-19?

Menanggapi gejala parageusia yang diidap salah satu pasien corona, dr. Dyah Novita menyebut kondisi tersebut kemungkinan bisa saja terjadi.

“COVID-19 adalah salah satu penyakit ‘1.000 wajah’. Sampai sekarang masih diteliti terus. Jadi, gejala yang baru-baru terjadi mungkin saja muncul. Karena, penyakit ini terus berkembang,” papar dr. Dyah Novita.

Dalam beberapa kasus, parageusia bisa hilang dengan sendirinya. Caranya, dengan menghilangkan sumber yang membuat mulut terasa logam, seperti obat-obatan yang biasa dikonsumsi.

Meski begitu, dr. Dyah Novita menyarankan, jika Anda mengalami parageusia maka sebaiknya lekas memeriksakan diri ke dokter. Langkah tersebut dapat memberikan penanganan yang tepat, mengingat penyebab parageusia sendiri berbeda-beda.

Selain itu, perawatan dokter juga membantu mencegah dampak lain yang lebih buruk dan mungkin terjadi.

Itulah update terbaru seputar gejala parageusia pada COVID-19. Bila ingin mengetahui informasi seputar virus corona lebih detail dari dokter, pakai Live Chat dari KlikDokter!

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar