Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dampak Kekurangan Karbohidrat terhadap Tumbuh Kembang Anak

Dampak Kekurangan Karbohidrat terhadap Tumbuh Kembang Anak

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi anak. Kekurangan karbohidrat dalam jangka waktu yang lama dapat membahayakan masa depan anak.

Selama masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup. Anak butuh asupan gizi seperti protein, vitamin, lemak, serat, air, hingga karbohidrat. 

Apabila salah satu asupan gizi tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik, anak dapat mengalami gangguan pertumbuhan.

Meski begitu, sebagian orang tua kadang khawatir jika anak terlampau makan banyak karbohidrat. Sebab, asupan karbohidrat berlebih sering menjadi biang dalam peningkatan kasus obesitas anak.

Terlepas dari efek buruk jika mengonsumsinya berlebihan, karbohidrat punya manfaat penting bagi tubuh anak. Selain itu, ada pilihan karbohidrat yang dapat membuat terhindar dari berbagai risiko kesehatan, seperti obesitas.

1 dari 3 halaman

Dampak Bila Anak Kekurangan Karbohidrat?

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, anak tidak boleh kekurangan karbohidrat karena gizi tersebut merupakan sumber kalori atau energi. Saat kekurangan sumber energi, maka pertumbuhan anak bisa jadi tidak optimal.

“Anak perlu energi untuk pertumbuhannya. Dan sumber energi yang terbesar pada anak, 50 persen, berasal dari karbohidrat. Jadi, tidak boleh kekurangan karbohidrat,” tegas dr. Reza.

Merujuk kepada laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, anak yang kekurangan kalori berisiko  mengalami stunting. Stunting terjadi ketika pertumbuhan tubuh dan otak anak gagal.

Artikel Lainnya: Seberapa Penting Asupan Karbohidrat untuk Anak Anda?

Akibatnya, tinggi badan anak jadi lebih pendek dan kecil daripada anak lain seusia mereka. Tak hanya itu, stunting menyebabkan perkembangan tubuh dan otak anak dalam berpikir jadi lambat.

Lantas, berapa kebutuhan karbohidrat anak setiap harinya? Dokter Reza mengatakan, kebutuhan karbohidrat masing-masing anak setiap hari pada dasarnya berbeda, tergantung usia mereka.

Namun, rata-rata kebutuhan karbohidrat anak kurang lebih sekitar 50 persen dari total kebutuhan kalori.

Menurut tabel Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI, kebutuhan karbohidrat anak per harinya adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 0-5 bulan: 59 gram.
  • Anak usia 6-11 bulan: 105 gram.
  • Anak 1-3 tahun: 215 gram.
  • Anak 4-6 tahun: 220 gram.
  • Anak 7-9 tahun: 250 gram.

Artikel Lainnya: 5 Nutrisi Penting bagi Kesehatan Anak

2 dari 3 halaman

Memilih Jenis Karbohidrat yang Baik untuk Anak

Dokter Reza menyarankan agar anak diberikan jenis karbohidrat kompleks selama masa pertumbuhan.

Karbohidrat kompleks mengandung nutrisi, seperti vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jenis karbohidrat ini cenderung lebih lambat dicerna sehingga membuat tubuh jadi kenyang lebih lama. Beberapa jenis karbohidrat kompleks yang bisa dikonsumsi anak antara lain:

  • Nasi

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Karbohidrat utama di dalam nasi terdiri dari gula dan pati. Sayangnya, nasi memiliki kadar serat yang lebih sedikit.

  • Beras merah

Beras merah seringkali dijadikan alternatif pengganti nasi putih. Jenis beras ini memiliki kandungan serat serta kalori lebih rendah daripada beras putih. 

  • Umbi-umbian

Umbi-umbian seperti singkong, ubi, dan kentang adalah sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh. Selain kaya serat, umbi-umbian juga mudah diolah menjadi berbagai bentuk makanan.

Artikel Lainnya: 8 Camilan Sehat untuk Si Kecil

  • Jagung

Jagung sering dijadikan makanan pengganti nasi. Jenis karbohidrat utama yang ditemukan dalam jagung disebut dengan pati. Jagung juga dikenal kaya akan serat dan mengandung sedikit gula. Namun, kandungan protein dan lemaknya relatif rendah.

  • Gandum

Gandum merupakan biji-bijian yang dikenal kaya akan serat. Kandungan tersebut dapat mengurangi dan menahan rasa lapar berlebih.

Di sisi lain, dr. Reza mengatakan orang tua perlu menghindarkan anak mengonsumsi karbohidrat simpleks yang terkenal kaya akan gula. Misalnya, seperti soda, kue kering, permen, dan lain sebagainya.

Sebab, karbohidrat simpleks sangat cepat diserap oleh tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh anak.

Glukosa akan disimpan sebagai lemak dan bila kebanyakan  atau menumpuk dapat menyebabkan obesitas.

Itu dia penjelasan mengenai pentingnya asupan karbohidrat bagi tubuh anak. Ortu harus cermat dalam memilih panganan untuk buah hatinya.

Apabila masih bingung mengenai asupan makanan sehat untuk si kecil, jangan ragu konsultasi dengan dokter spesialis anak. Agar lebih mudah, konsultasi dengan dokter anak lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

2 Komentar