Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hasil Tes Swab di Hidung Kanan dan Kiri Berbeda, Ini Alasannya!

Hasil Tes Swab di Hidung Kanan dan Kiri Berbeda, Ini Alasannya!

Hasil tes swab berbeda di lubang hidung kiri dan kanan dialami Erykah Badu. Bagaimana hal tersebut terjadi? Berikut penjelasan dokter.

Beberapa waktu lalu, penyanyi Amerika Serikat, Erykah Badu, membagikan hasil yang tidak biasa dari tes swab antigen yang dilakoninya. Hasilnya, tes swab pada hidung kiri dinyatakan positif sedangkan hidung kanan tertulis negatif. 

“Tak ada gejala (yang dialami). Sudah diuji COVID-19. Mesinnya sama. Namun, hidung lubang kiri positif. Sementara lubang kanannya negatif,” cuit Erykah, beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut, Badu menyebut dokter hanya melaporkan hasil positif dari tes tersebut. Alhasil, itu membuatnya janggal dan meminta penjelasan lebih lanjut. 

Badu saat itu menjalani tes virus corona tiga kali dalam 24 jam. Tes tersebut merupakan syarat wajib untuk keperluan siaran.

“Kami mengerti alat ini 100 persen tidak akurat, tapi hasil tes swab berbeda ini sungguh aneh,” ungkap Badu.

1 dari 3 halaman

Mengapa Hasil Tes Swab di Hidung Kanan dan Kiri Berbeda? 

Menurut dr. Devia Irine Putri, tes swab antigen dalam hal ini berbeda dengan tes swab PCR. Namun, pengambilan sampelnya mirip dengan tes PCR, yakni seperti dicolok. 

Adapun perbedaan hasil swab di hidung hidung kanan dan kiri seperti yang dialami Badu, kemungkinan terkait dengan prosedur pengetesan yang tidak tepat.

“Biasanya ini berkaitan dengan cara pengambilan sampel yang tidak tepat. Mungkin saja kurang benar dalam pengambilan sampel,” ujar dr. Devia.

“Kalau teknik salah, otomatis hasilnya bisa berbeda. Virus mungkin saja tidak ‘tercolek’ atau terambil,” imbuh dr. Devia.

Artikel Lainnya: Benarkah Tes Swab Bisa Sebabkan Cairan Otak Bocor?

Mengutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tes antigen dilakukan dengan mengambil sampel melalui usap hidung. Beberapa hasil tes diketahui dengan cepat, yakni 15-30 menit.

Hasil positif pada umumnya sangat akurat. Akan tetapi, positif palsu bisa terjadi, utamanya di daerah sangat sedikit orang terjangkit virus.

Jika hasilnya negatif, mungkin perlu dilakukan konfirmasi ulang dengan uji molekuler, seperti tes PCR. 

Meski memerlukan waktu lebih lama untuk mengetahui hasilnya, tes PCR sangat akurat dan biasanya tidak perlu diulang.

Artikel Lainnya: Fakta atau Hoaks Hasil Rapid Test Reaktif Bila Anda Sedang Flu?

2 dari 3 halaman

Pentingnya Pengambilan Sampel Tes Swab oleh Tenaga Medis Profesional

Dokter Devia menyebut, tes COVID-19 sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang memang sudah terlatih. Bila tidak, hasilnya bisa tidak akurat.

“Sebenarnya kalau dilakukan orang awam yang ditakutkan itu bisa saja hasilnya negatif palsu, karena teknik ambilnya salah. Bisa saja virus tidak terambil semua saat dicek,” dr. Devia menerangkan.

Di samping itu, juga ada risiko alat swab akan patah saat digunakan orang awam. Sebab, orang awam ini biasanya tidak pernah dilatih sebelumnya. Bisa jadi mereka akan asal colok saat melakukan tes.

Hal senada juga diungkapkan ahli pencegahan infeksi di Baton Rouge General Regional Medical Center, dr. Connie DeLeo.

“Jika Anda tidak mengumpulkan swab dengan baik, tidak akan didapatkan virus apa pun pada usap sehingga hasil tes mungkin negatif palsu,” kata dia.

DeLeo mengatakan, para dokter dan tenaga medis lainnya dilatih dalam prosedur pengumpulan tes, tapi masyarakat umum tidak. Itulah sebabnya, pengambilan tes swab oleh tenaga profesional yang terlatih begitu penting.

Jangan ketinggalan berita terbaru seputar virus corona dan vaksinnya hanya di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar