Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wadah Makanan dari Stirofoam Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

Wadah Makanan dari Stirofoam Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

Styrofoam terbuat dari zat-zat kimia yang dikenal berbahaya. Beberapa orang pun percaya styrofoam jadi penyebab kanker. Benarkah klaim tersebut?

Stirofoam atau styrofoam masih menjadi pilihan wadah bagi banyak makanan di berbagai restoran. Selain praktis, harga stirofoam juga lebih murah ketimbang pilihan wadah lainnya. 

Meski begitu, beberapa tahun terakhir muncul beberapa kampanye untuk menyetop penggunaan stirofoam. 

Wadah gabus berwarna putih tersebut dianggap tidak ramah lingkungan karena butuh ratusan tahun untuk terurai. 

Selain itu, bahan tersebut juga dicap berbahaya bagi kesehatan karena berisiko menimbulkan kanker. Lantas, apakah benar styrofoam penyebab kanker?

1 dari 3 halaman

Wadah Makanan dari Styrofoam Bikin Kanker?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, kabar styrofoam penyebab kanker adalah fakta. Sebab, beberapa kandungan di dalam terbukti dapat memicu sel-sel kanker. 

“Sudah ada penelitiannya kalau di dalam styrofoam itu ada kandungan benzene, yakni sejenis zat kimia yang berbahaya yang bisa menyebabkan munculnya sel-sel kanker dalam tubuh,” jelas dr. Dyah Novita. 

Selain itu, komponen utama stirofoam, styrene, juga dikenal berbahaya. Anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya tersebut. 

Dilansir dari Children Environmental Health Network, paparan styrene dapat menyebabkan berbagai gangguan. 

Misalnya, iritasi pada kulit, mata, saluran pernapasan bagian atas, serta saluran pencernaan. 

Artikel Lainnya: Yang Terjadi pada Tubuh jika Makan Mi Instan Tiap Hari

Sementara itu, paparan kronis styrene menghasilkan efek yang lebih parah, termasuk depresi, sakit kepala, kelelahan, gangguan pendengaran, dan juga gangguan fungsi ginjal. 

Sama seperti benzene, styrene juga bersifat karsinogenik. Yang artinya zat tersebut dapat menimbulkan kanker. 

Dokter Dyah Novita menjelaskan, kanker yang akan timbul akibat penggunaan styrofoam pada dasarnya banyak jenisnya. 

Sel kanker bisa muncul di mana saja tergantung di mana zat berbahaya pada styrofoam menyerang. 

“Tergantung ada genetik kanker juga atau tidak di tubuh orang itu,” ujar dr. Dyah Novita. 

Meski demikian, styrofoam dalam beberapa kondisi masih bisa digunakan. Dengan catatan, Anda memilih produk yang kandungan benzene serta styrene-nya tidak terlalu banyak. 

“Batasnya (styrene) yang berbahaya 5000 ppm. Kalau tidak sebanyak itu aman-aman saja, asalkan dikasih alas plastik,” dr. Dyah Novita menerangkan. 

Artikel Lainnya: Berbahayakah Mengemas Makanan dengan Styrofoam?

2 dari 3 halaman

Tips Menggunakan Styrofoam yang Aman dan Alternatif Wadah Lainnya

Agar bahaya wadah makanan dari styrofoam tersebut bisa diminimalkan, ada beberapa tips bisa Anda aplikasikan. Di antaranya adalah:

  • Saat menggunakan stirofoam, tidak boleh langsung dipanaskan di dalam microwave. Sebab dalam berbagai studi ditemukan, zat karsinogenik pada styrofoam dapat larut saat dipanaskan.
  • Jangan masukkan makanan panas langsung ke permukaan styrofoam. Berikan alas, seperti plastik atau daun pisang, yang sudah dibersihkan.
  • Makanan yang disimpan di wadah stirofoam tidak boleh lama-lama. Semakin lama makanan atau minuman disimpan di dalamnya, makin banyak juga styrene yang “bermigrasi”.

Selain wadah makanan styrofoam, saat ini sudah tersedia banyak pilihan tempat menyimpan dan membungkus makanan yang bisa Anda pertimbangkan. 

Artikel Lainnya: Arti Kode Angka di Plastik Anda

Wadah-wadah tersebut terbuat dari komponen yang aman bagi makanan dan tidak mengandung zat kimia berbahaya. Anda bisa mencoba:

  • Kotak makan dari kertas.
  • Wadah makan dari bambu.
  • Plastik berbahan jagung atau kentang.

Selain tidak mengandung zat berbahaya, wadah alternatif tersebut juga bisa didaur ulang dan lebih ramah lingkungan. 

Itu artinya, secara tidak langsung, Anda turut berkontribusi dalam usaha mengurangi limbah dan melestarikan lingkungan hidup. 

Jadi, styrofoam penyebab kanker bukanlah isapan jempol belaka. Mulai sekarang, yuk, kurangi penggunaan stirofoam. Kalau pakai tempat makan tidak memungkinkan, tiga wadah di atas bisa jadi pilihan. 

Jika masih punya pertanyaan seputar penggunaan wadah untuk makanan dan minuman lainnya, konsultasikan pada dokter melalui fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar