Sukses

Gejala dan Pengobatan Bayi dengan Skoliosis

Skoliosis ternyata juga bisa dialami oleh bayi. Kalau begitu, apa saja yang harus diperhatikan orang tua yang punya anak skoliosis?

Salah satu masalah tulang, terutama yang letaknya berada di bagian punggung, adalah skoliosis. Skoliosis umumnya dialami oleh orang dewasa, namun bayi baru lahir juga dapat mengalami kondisi ini.

Meskipun skoliosis yang terjadi pada bayi kasusnya jarang, kondisi ini harus diatasi sejak dini agar tumbuh kembang buah hati berjalan lancar.

Sekilas tentang Gejala dan Penyebab Skoliosis

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang bengkok atau melengkung. Umumnya lengkungan tulang dapat menyerupai huruf C atau S. Lalu, seberapa bengkok tulang belakang orang dengan skoliosis dapat diukur dengan derajat kelengkungan tulang belakang.

Menurut dr. Adeline Jaclyn, penyebab skoliosis pada bayi belum diketahui.

Namun beberapa penelitian menunjukkan, skoliosis yang dialami bayi kemungkinan  disebabkan oleh masalah genetik. Kendati begitu, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen yang terlibat menyebabkan skoliosis.

Gejala skoliosis idiopatik biasanya agak sulit untuk diketahui. Pasalnya, bayi tidak menunjukkan rewel akibat rasa nyeri atau tidak nyaman. Namun, ada beberapa tanda-tanda skoliosis yang bisa Anda amati dari tubuh bayi:

  • Bahu si kecil miring dan tidak rata.
  • Satu satu sisi tulang belikat lebih menonjol.
  • Salah satu sisi tulang rusuk tampak menonjol.
  • Garis pinggang bayi tidak rata.
  • Perbedaan tinggi atau posisi pinggul.
  • Salah satu kaki bayi terlihat lebih panjang.
  • Tampilan tubuh bayi secara keseluruhan condong ke samping.
  • Kepala tidak berada di tengah atas bahu.
  • Saat berdiri tegak, salah satu lengan yang menggantung di samping tubuh tampak berbeda.

Artikel Lainnya: Bumil, Ini Dampak Skoliosis terhadap Kehamilan

Diagnosis dini skoliosis idiopatik infantil penting untuk dilakukan. Semakin dini diagnosis dilakukan, semakin tinggi tingkat keberhasilan pengobatan skoliosis bayi. Skoliosis dapat diketahui jelas melalui pemeriksaan sinar X-ray.

Pengobatan dan perawatan dapat dilakukan untuk memperbaiki tulang belakangnya yang bengkok atau mencegah kondisi perburukan.

1 dari 3 halaman

Perawatan dan Pengobatan Bayi dengan Skoliosis

Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, sebagian bayi dengan kondisi skoliosis tidak membutuhkan penanganan khusus. Sebab, kondisi tulang belakang mereka akan membaik seiring bertambahnya usia.

Tetapi, jika skoliosis yang dialami bayi tidak juga membaik sampai ia tumbuh menjadi anak-anak, pengobatan seperti operasi atau terapi harus dilakukan.

Dokter Adeline juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, beberapa kondisi skoliosis idiopatik bisa membaik dengan sendiri. Namun kalau semakin memburuk, tindakan medis dari dokter perlu dilakukan.

"Terapi bergantung dengan seberapa parah kelengkungan tulang belakang yang terjadi dan kemungkinan memburuk di masa depan. Pada kasus yang ringan hanya dipantau, karena biasanya membaik sendiri," ungkap dr. Adeline Jaclyn.

"Namun, pemantauan ini dilakukan dengan kunjungan rutin ke dokter spesialis tulang. Kunjungan harus terus menerus dilakukan sampai remaja karena percepatan pertumbuhan dapat memicu perburukan," sambungnya.

Artikel Lainnya: 7 Tipe Skoliosis dan Penyebabnya

Selain itu, perlu juga untuk rajin membawanya ke dokter ahli tulang atau ortopedi. Hal ini diperlukan untuk menganalisis derajat keparahan masalah tulang.

Anak-anak dengan kondisi perburukan tulang belakang yang cepat atau progresif biasanya harus segera diberikan perawatan. Pasalnya skoliosis dapat menyebabkan perubahan bentuk dinding dada yang dapat memengaruhi perkembangan paru-paru si kecil.

2 dari 3 halaman

Penanganan Bayi dengan Skoliosis

Berikut adalah beberapa penanganan medis untuk memperbaiki kondisi tulang belakang bayi dan anak-anak.

  1. Bracing dan Latihan Terapi

Jika bengkok tulang belakang mencapai ukuran 25-40 derajat dan semakin memburuk dari waktu ke waktu, perawatan menggunakan brace dapat dilakukan. Brace adalah penyangga punggung yang dapat menahan posisi tulang belakang. Brace digunakan untuk mencegah perubahan struktur tulang agar tak menjadi lebih buruk.

Anak dengan kondisi skoliosis juga dianjurkan melakukan latihan atau terapi khusus guna memperbaiki postur skoliotik. Latihan yang dipandu oleh fisioterapis ini turut meningkatkan kekuatan serta keseimbangan tubuhnya.

  1. Operasi

Ada beberapa operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi skoliosis. Umumnya, dokter akan melakukan operasi fusi tulang belakang atau growing rod

Saat melakukan operasi growing rod, sebuah batang khusus akan dipasang di bagian atas dan bawah lengkungan tulang. Batang tersebut dapat membantu mengarahkan pertumbuhan tulang belakang menjadi lebih lurus.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Kursi Belajar Anak untuk Kesehatan Tulang Belakang

Sedangkan operasi fusi dilakukan untuk membuat posisi tulang belakang jadi lebih stabil permanen. Prosedur operasi dilakukan dengan membuat tulang belakang anak jadi lebih sejajar. Dokter juga akan menyisipkan implan logam di dalam lengkungan agar tulang belakang jadi lebih lurus.

  1. Vertebral Body Tethering

Prosedur bedah ini akan menempatkan kabel di sepanjang satu sisi tulang belakang. Gunanya untuk menahan pertumbuhan satu sisi dan memungkinkan bagian tulang belakang  tersebut belakang bergerak ke arah yang lurus.

Itu dia beberapa penanganan yang bisa dilakukan apabila bayi baru lahir didiagnosis mengalami skoliosis. Untuk tahu lebih lanjut tentang kondisi skoliosis pada bayi baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar