Sukses

Anak Sembarangan Minum Antibiotik? Ini Efek Sampingnya

Pemberian antibiotik sembarangan pada anak-anak bisa berbahaya. Mari ketahui bahaya apa saja yang mungkin dialami.

Ketika anak sakit batuk atau demam, pastinya orang tua ingin si kecil cepat pulih dan sehat kembali. Tak jarang, keinginan untuk memberikan anak obat antibiotik pun tak dapat dipendam.

Padahal, ada bahaya yang tersimpan ketika sembarangan memberikan obat antibiotik untuk anak.

Memberikan obat antibiotik dapat menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang yang merugikan anak.

1 dari 5 halaman

Alasan Mengapa Tak Boleh Sembarangan Memberikan Antibiotik ke Anak

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Kepada orang dewasa saja, obat ini tidak boleh diminum sembarangan, apalagi untuk anak-anak.

Pemberian antibiotik kepada anak harus sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Perlu diketahui, minum antibiotik sesuai dosis dokter kadang masih menimbulkan efek samping. Lalu, bagaimana bila tak sesuai dosis atau berlebihan?

"Kalau untuk anak-anak, pada dasarnya semua obat, termasuk antibiotik, dosisnya dihitung berdasarkan berat badan. Kalau dosisnya tidak tepat, risikonya overdosis," ungkap dr. Sara Elise Wijono, MRes.

"Kalaupun dosisnya tepat, obat tetap ada risiko efek sampingnya. Biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa juga ada efek samping yang bahaya. Misalnya, dalam kasus alergi antibiotik, bisa berupa reaksi alergi ringan sampai berat seperti anafilaksis," tambah dr. Sara.

Artikel Lainnya: Inilah Penyakit pada Anak yang Tak Perlu Antibiotik

2 dari 5 halaman

Efek Samping Ringan Akibat Pemberian Antibiotik

Dilansir dari Very Well, berikut beberapa daftar mengenai efek samping antibiotik yang mungkin terjadi kepada anak-anak:

  • Diare

Sebanyak 25 persen anak berisiko mengalami diare akibat minum obat antibiotik. Efek samping ini masih bisa muncul saat mereka dalam masa pengobatan atau bahkan beberapa minggu setelah obat antibiotik telah dihabiskan.

  • Demam

Demam adalah efek samping antibiotik yang sering diabaikan. Efek samping demam cenderung terjadi saat diberikan secara intravena (IV).

  • Noda di Gigi

Obat antibiotik turunan tetrasiklin dapat menyebabkan gigi anak jadi bernoda. Risiko atau efek samping obat antibiotik ini rentan terjadi bila tetrasiklin diberikan kepada anak berusia di bawah 8 tahun. Sebab di usia tersebut, anak sedang mengalami periode kalsifikasi email gigi.

Satu penelitian melaporkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi amoksisilin dalam tiga hingga enam bulan pertama kehidupan berisiko mengalami noda di gigi dewasa nanti.

  • Reaksi alergi

Minum obat antibiotik dapat menyebabkan reaksi alergi berupa gatal-gatal. Selain gatal, ruam kemerahan juga dapat muncul di kulit anak akibat alergi obat yang diberikan secara asal. Apabila diabaikan, alergi bisa berujung kepada kondisi anafilaksis.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama untuk Anak Alergi Antibiotik

3 dari 5 halaman

Efek Samping Serius Pemberian Antibiotik

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Association, sebanyak 56 persen anak berusia di bawah 5 tahun dilarikan ke UGD akibat pemberian obat antibiotik.

Berikut daftar efek samping tingkat serius akibat anak mengonsumsi antibiotik:

  • Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa. Anafilaksis dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah, dan bahkan kematian.

  • Gangguan Muskuloskeletal

Ciprofloxacin dan fluoroquinolones merupakan obat antibiotik yang jarang diresepkan untuk anak-anak.

Apabila anak mengonsumsi obat antibiotik tersebut, bahaya atau risiko pecah tendon dan kerusakan saraf permanen dapat terjadi.

  • Ototoksisitas

Beberapa antibiotik, terutama golongan aminoglikosida (gentamisin), dapat menyebabkan kerusakan koklea atau vestibular di telinga. Akibatnya, anak dapat mengalami gangguan pendengaran hingga tuli.

  • Fotosensitivitas

Efek samping antibiotik yang digunakan untuk mengobati jerawat, dapat membuat anak jadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Antibiotik yang sering menimbulkan dampak tersebut biasanya golongan tetrasiklin, minosiklin, dan doksisiklin.

Artikel Lainnya: Anak Batuk Lebih dari Seminggu, Perlukah Antibiotik?

4 dari 5 halaman

Aturan Konsumsi Antibiotik untuk Anak

Untuk menghindari bahaya kesehatan tingkat ringan sampai berat seperti di atas, sebaiknya ketahui dulu aturan memberikan antibiotik untuk anak. Berikut aturannya:

  • Menurut dr. Sara, antibiotik harus diberikan dan diminum sesuai dengan resep dokter. Dokter akan memberikan resep berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi fisik anak.
  • Anak-anak, atau bahkan orang dewasa, harus menghabiskan antibiotik sesuai resep dari dokter.
  • Dilarang membeli obat antibiotik sendiri, apalagi tanpa resep dokter!
  • Saat berobat, pastikan dokter diberi tahu beberapa obat lain atau obat herbal yang mungkin sedang dikonsumsi anak.
  • Simpan antibiotik dengan benar. Ada beberapa jenis antibiotik yang perlu disimpan di dalam lemari es.
  • Ikuti petunjuk pemakaian, misalnya apakah obat harus diminum setelah atau sebelum makanan.

Itu dia beberapa bahaya kesehatan akibat asal atau sembarangan memberikan antibiotik untuk anak.

Efek samping bisa terjadi dengan intensitas sedang hingga parah. Untuk tahu informasi mengenai kesehatan anak atau tips minum obat lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar