Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kena Kutu Air di Tangan, Amankah Jika Berhubungan Seksual?

Kena Kutu Air di Tangan, Amankah Jika Berhubungan Seksual?

Akibat Anda punya kutu air di tangan, pasangan menolak saat diajak melakukan hubungan seksual! Namun, memangnya berpengaruh, ya?

Kata siapa kutu air cuma bisa terjadi di sela-sela jari kaki? Kutu air di tangan juga bisa terjadi, lho. Penyebabnya sama, yaitu infeksi jamur dermatophytes

Risiko terjadinya kondisi ini akan semakin tinggi bila tangan Anda sering menyentuh bagian yang terinfeksi duluan, seperti kaki atau pangkal paha. 

Penyebab dan Gejala Kutu Air di Tangan 

Munculnya jamur di kulit tentu bukan tiba-tiba. Ada beberapa faktor yang bikin infeksi jamur rentan terjadi, misalnya:

  • Tangan dan kaki sering berkeringat, tapi jarang dilap.
  • Sering beraktivitas di cuaca panas.
  • Menggunakan pakaian, alas kaki, dan sarung tangan yang lembap bahkan basah.
  • Bertukar pakaian, handuk, sarung tangan, kaus kaki, dan sepatu dengan yang lain.
  • Punya luka di kulit atau di sekitar kuku.

Kok bisa, ya, luka meningkatkan risiko infeksi jamur? Infeksi jamur pada dasarnya tidak terjadi dengan mudah, apalagi pada kulit yang tidak bermasalah. 

Saat kulit punya luka terbuka, jamur jadi lebih mudah masuk dan menginfeksi. Karena itu, jangan remehkan luka di tubuh Anda. 

Ketika tangan sudah terinfeksi kutu air, telapak dan jari biasanya gatal dan kemerahan. Tak cuma itu, jika diraba, rasanya seperti bersisik, kasar, dan mengelupas. Jika diperhatikan lebih detail, lenting-lenting berisi cairan bening juga muncul. 

Artikel Lainnya: 5 Cara Mudah Mencegah Kutu Air di Kaki

1 dari 3 halaman

Saat Tangan Kena Kutu Air, Bolehkah Lakukan Hubungan Seksual?

Kulit memang sedang bermasalah. Namun, munculnya gairah tiba-tiba dan ingin berhubungan intim dengan pasangan juga tak bisa dianggap salah. 

Sayangnya, dr. Valda Garcia tidak merekomendasikan Anda untuk melakukan hubungan seksual saat mengalami kutu air di tangan!

Mungkin pertanyaan kenapa hal itu dilarang muncul dalam benak Anda karena yang bermasalah bukanlah alat kelamin. 

“Tetap saja, kutu air itu sangat menular! Kutu air bisa menular lewat kontak langsung, jadi memang tidak disarankan,” tegasnya.

Ya, saat Anda berhubungan seks, tangan dipakai untuk menyentuh permukaan kulit pasangan.

Artikel Lainnya: Penyakit Kulit yang Bisa Jadi Penyebab Gangguan Ejakulasi

Misalnya saja, saat melakukan foreplay, tangan digunakan untuk merangsang alat kelamin, payudara, leher, paha, dan bagian lainnya. 

Dengan melakukan hubungan seks, Anda akan menularkan kutu air kepada pasangan! Mau coba hubungan seks tanpa sentuhan tangan? Pada dasarnya, mengontrol dan menahan untuk tidak menyentuh sangat sulit dilakukan. 

Sekali pun tangan diikat, bisa saja kutu air yang di tangan sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, kutu air di tangan biasanya terjadi saat ada area lain yang sudah terinfeksi duluan. 

Meski tidak lewat sentuhan, kontak fisik tetap bisa menularkan kutu air ke orang lain! 

Karena takut menularkan, Anda akhirnya memutuskan untuk melakukan masturbasi saja. Namun, tunggu dulu!

Hal seperti itu juga tidak direkomendasikan oleh dr. Valda. Sebab, menyentuh alat kelamin sendiri dengan tangan yang sedang bermasalah dapat memengaruhi area tersebut!

Artikel Lainnya: Jamur Kulit Hanya Bisa Diatasi dengan Sabun Antiseptik?

2 dari 3 halaman

Obati Dulu Sampai Sembuh, Baru Lakukan Hubungan Seksual 

Bahaya kutu air jika tidak segera diobati adalah masalah tersebut bisa menyebar luas dan menimbulkan infeksi sekunder, terutama yang disebabkan oleh bakteri.

Agar proses penyembuhan lebih cepat dan maksimal, Anda bisa langsung berobat ke dokter.

Biasanya dokter akan meresepkan obat antijamur topikal (oles), seperti miconazole, ketoconazole, clotrimazole, atau terbinafine. 

Obat oles tersebut dapat diaplikasikan ke kulit dua kali sehari selama 2-4 minggu. Jika tak kunjung sembuh, dokter bisa memberikan tambahan berupa obat antijamur yang diminum. 

Akibat kutu air di tangan, aktivitas seksual memang bisa terganggu. Karena itulah, saat sudah sembuh, Anda tetap harus melakukan pencegahan agar kutu air di tangan dan di area tubuh lain tidak kambuh.

Jagalah kebersihan kulit dan selalu keringkan bagian yang basah. Hindari pula sering bertukar pakaian, sarung tangan, serta sepatu dengan orang lain. 

Bila masih ada pertanyaan seputar masalah kulit, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

1 Komentar