Sukses

Sayangi Lingkungan dengan Air Galon Guna Ulang

Di Indonesia, masalah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik kian kompleks. Salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan adalah dengan menggunakan air galon guna ulang.

Saat ini, masalah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik sudah makin kompleks dan mengkhawatirkan. Hal tersebut membuat pemerintah Indonesia mengimbau setiap masyarakat untuk membatasi pemakaian plastik. Salah satunya adalah dengan menggunakan air galon guna ulang.

Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam webinar Diskusi Media, telah mengatakan bahwa ia mendukung penggunaan galon guna ulang untuk mengurangi timbunan sampah plastik.

Selain itu, Novrizal berharap agar persentase jumlah penggunaan galon guna ulang ini bisa lebih ditingkatkan.

Situasi Limbah Plastik di Indonesia

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk segala aktivitas dan kebutuhan manusia. Penggunaan bahan plastik semakin lama semakin meluas karena sifatnya yang kuat dan tidak mudah mengalami pelapukan.

Indonesia saat ini menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan dunia setelah Cina.

Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Sedangkan menurut data Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada tahun 2017, dari 64 juta ton per tahun hanya 7 persen yang didaur ulang, sisanya masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Setelah tidak dipakai, produk-produk plastik akan dibuang lagi oleh konsumen sebagai sampah. Sampah plastik ini sangat potensial mencemari lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai.

Sebanyak 65 persen konsumsi plastik nasional didominasi oleh plastik kemasan. Lebih lanjut, dari total permintaan plastik kemasan, 60 persen di antaranya diserap oleh industri makanan dan minuman.

Edy Sutopo, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, juga mengungkap bahwa dari 100 persen sampah plastik di Indonesia, hanya  7 persen yang didaur ulang. Oleh karena itu Edy menghimbau industri perlu lebih berupaya lagi dalam pengelolaan sampah, dengan cara memilih bahan baku dan mendesain material produk yang lebih ramah lingkungan.

1 dari 3 halaman

Bahaya Limbah Plastik pada Lingkungan

Dampak sampah plastik tidak hanya merusak kelangsungan makhluk hidup di dunia. Kehancuran ekosistem yang ada di darat maupun laut juga dapat terjadi, karena sifat plastik yang sulit terurai.

Berikut adalah bahaya yang ditimbulkan dari timbunan sampah plastik:

  1. Dampak pada Tanah

Di area tanah, limbah plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari. Hal ini akan berdampak pada kesuburan tanah serta dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir.

  1. Dampak pada Laut

Sampah plastik di lautan secara leluasa dapat terpapar sinar ultraviolet matahari. Setelah paparan secara terus-menerus, kemudian terjadilah fotodegradasi yang memecah plastik menjadi ukuran kecil-kecil.

Akhirnya, bahan beracun dari plastik yang telah terpecah-pecah itu akan masuk dalam rantai makanan, termakan oleh makhluk hidup di laut, dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Manusia adalah potensi yang mungkin berada dalam urutan teratas rantai makanan tersebut, dan mendapatkan efek akumulasi dari bahan-bahan beracun itu.

  1. Dampak pada Udara

Di udara, komponen plastik yang bertebaran dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sebagai contoh, plastik jenis polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung halogen, akan memproduksi dioksin apabila dibakar.

Dioksin adalah salah satu komponen paling berbahaya bagi lingkungan, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia. 

Artikel lainnya: Berapa Lama Sampah Plastik Dapat Terurai?

2 dari 3 halaman

Tak Perlu Khawatir Memilih Air Galon Guna Ulang

Salah satu sampah plastik yang banyak ditemui adalah kemasan minuman. Untuk memenuhi kebutuhan air minum harian rumah tangga, sering kali kita tergantung pada air minum dalam kemasan yang banyak dijual di supermaket.

Oleh karena itu, kita perlu bijak dalam menggunakan air minum kemasan karena ini berperan dalam menyumbang limbah plastik di dunia. Usahakan Anda memilih air galon dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan, atau dapat digunakan lebih dari sekali

Ya, air galon guna ulang merupakan salah satu pilihan bijak yang dapat Anda gunakan untuk membantu mengatasi masalah limbah plastik di Indonesia. Berikut adalah tips memilih air kemasan isi ulang yang aman dan sehat:

  • Pilih Kemasan Galon yang Ramah Lingkungan

Anda dapat memilih galon yang terbuat dari bahan yang tidak sekali pakai, sehingga lebih ramah lingkungan. Hal ini tentunya menjadi cara mudah untuk membatasi penggunaan plastik karena setelah dipakai, galon akan digunakan kembali melalui proses seleksi dan pencucian yang ketat di pabrik.

Pemilihan air galon guna ulang ini dapat meminimalisir limbah plastik dari rumah tangga

Salah satu air galon ramah lingkungan yang bisa menjadi pilihan Anda dan keluarga adalah AQUA. Sejak tahun 2018, AQUA telah berkolaborasi bersama mitra dan konsumen dalam sebuah gerakan baru yang dinamakan #BijakBerplastik. 

Gerakan ini bertujuan untuk membangun budaya baru, yaitu budaya daur ulang dan kesadaran serta keterlibatan dalam memilih produk-produk yang ramah lingkungan untuk menjaga kesejahteraan lingkungan.

  • Pilih Produk yang Telah Terdaftar

Produk minuman yang beredar di masyarakat harus terdaftar di Departemen Kesehatan. Biasanya akan tercantum nomor yang diawali dengan MD no atau ML no. Apabila kode tersebut tidak ada, itu berarti air minum tersebut adalah produk ilegal.

  • Pastikan Proses Isi Ulangnya Dilakukan dengan Metode Higienitas Tinggi

Pastikan Anda memilih produk air galon guna ulang yang sudah melakukan proses isi ulang dengan standar yang ditetapkan.

Misalnya pada AQUA, proses seleksi dan pencucian galonnya dilakukan secara ketat dan seksama. Proses pengisian AQUA dilakukan di ruangan yang telah memenuhi standar higienitas, menggunakan tekanan posisi dan filter udara khusus, serta tanpa kontak langsung dengan manusia.

Tak hanya itu, seluruh produk kemasan galon wajib melalui proses disinfeksi dengan kontrol yang ketat sebelum diisi ulang. 

Dengan menghemat penggunaan plastik, kita dapat mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat. Hal ini bisa dimulai dari Anda, dengan menggunakan produk air galon guna ulang yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Semoga bermanfaat!

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar