Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • COVID-19 Diperkirakan Jadi Penyakit Endemik, Apa Artinya?

COVID-19 Diperkirakan Jadi Penyakit Endemik, Apa Artinya?

Virus corona telah mewabah hampir satu tahun. Jumlah infeksi yang terus meningkat membuat sejumlah ilmuwan memprediksi corona akan lekas menjadi endemi.

Hampir setahun menjadi pandemi, laju penyebaran virus corona masih sulit dihentikan. Data per Senin (16/11), jumlah infeksi COVID-19 di seluruh dunia mencapai 54,7 juta kasus, dengan tingkat kematian yang dikonfirmasi mencapai 1,3 juta jiwa.

Melihat kondisi tersebut, beberapa ilmuwan memprediksi virus corona akan menjadi penyakit endemik. Artinya, COVID-19 akan selalu ada dalam sebuah populasi — sama halnya dengan virus flu tahunan.

1 dari 4 halaman

COVID-19 Berpotensi Jadi Endemik

Kepala penasihat ilmiah Inggris, Patrick Vallance, mengatakan COVID-19 berpotensi menjadi endemik. Meski beberapa vaksin potensial tengah dalam uji klinis, virus corona agaknya masih sulit diberantas.

"Saya pikir tidak mungkin (pandemi virus corona) berakhir dengan vaksin yang benar-benar steril, yang dapat menghentikan infeksi. Kemungkinan penyakit ini akan menyebar dan menjadi endemik, menurut penilaian saya," jelas Vallance.

Vallance mencatat, hanya ada satu penyakit yang benar dapat diberantas dengan vaksin secara efektif, yakni cacar.

Vallance menyebut sejumlah vaksin corona memang menciptakan respons kekebalan tubuh dan antibodi. Meski demikian, untuk membuktikan vaksin benar-benar melindungi seseorang dari infeksi masih harus menunggu uji klinis tahap 3.

Vallance juga mengingatkan, penelitian pembuatan vaksin membutuhkan waktu rerata 10 tahun. Tidak pernah ada dalam sejarah vaksin bisa ditemukan kurang dari lima tahun.

Artikel Lainnya: Pemerintah Sarankan Pakai Masker Kain, Efektifkah Hadapi Virus Corona?

2 dari 4 halaman

Apa Faktor yang Membuat Sebuah Penyakit Jadi Endemik?

Menurut dr. Devia Irine Putri, endemik mengacu pada kondisi suatu penyakit yang menyebar dengan cepat ke wilayah atau negara, dan mempengaruhi populasi yang ada di sana.

Saat ini COVID-19 memang tengah menjadi masalah global. Meski begitu, penanganan masing-masing negara terhadap virus ini juga bakal menentukan apakah pandemi tersebut akan menjadi endemik atau tidak.

“Beberapa negara sudah baik dalam penanganannya (COVID-19), sehingga tidak ada kasus baru yang ditemukan,” kata dr. Devia.

“Kalau semakin banyak negara bisa kontrol infeksinya, bisa saja status COVID-19 yang awalnya pandemi lalu (menjadi) penyakit endemik hanya terjadi di sebagian negara saja,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Begini Kondisi Bayi yang Terinfeksi Virus Corona

Sementara itu, peneliti dari Columbia Mailman School, Jeffres Shaman dan Marta Galantu, mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang berkontribusi membuat COVID-19 menjadi penyakit endemik. Di antaranya:

  • Risiko Infeksi Ulang

Dalam penelitian serologis, sebagian besar infeksi menyebabkan perkembangan beberapa antibodi khusus SARS-CoV-2. Akan tetapi, belum jelas apakah antibodi tersebut dapat memberikan kekebalan dalam jangka waktu panjang sehingga bisa mencegah infeksi ulang.

  • Co-Infeksi

Respons kekebalan tubuh terhadap SARS-CoV-2 dapat dipengaruhi ada/tidaknya infeksi virus lain. Banyak penelitian sebelum pandemi menunjukkan, infeksi dengan satu virus dapat memberikan perlindungan jangka pendek — sekitar satu minggu — terhadap infeksi kedua.

  • Ketersediaan dan Efektivitas Vaksin

Saat ini terdapat setidaknya delapan vaksin yang berada dalam tahap uji klinis di seluruh dunia. Namun, efektivitasnya dalam mencegah infeksi virus corona belum diketahui pasti.

Beberapa pakar masih mempertanyakan berapa lama vaksin tersebut dapat melindungi seseorang dari ancaman virus corona.

Artikel Lainnya: Waspada, Kekebalan terhadap Virus Corona Bertahan Beberapa Bulan Saja!

3 dari 4 halaman

Kapan Waktu Perkiraan Terjadi Endemik?

Belum bisa diprediksi secara akurat kapan COVID-19 akan menjadi penyakit endemik.

“Tidak ada yang tahu, (itu) tergantung dari setiap kebijakan di masing-masing negara,” ucap dr. Devia.

Senada dengan Vallance, dr. Devia juga menyebut bahwa potensi virus corona dapat diberantas 100 persen belum bisa dipastikan. 

“Belum lagi ditambah mutasi virus yang bisa saja terjadi kapan saja (membuat corona sulit diberantas total),” terang dr. Devia.

“Tapi untuk saat ini, (COVID-19) bisa dikendalikan infeksinya. Misal, dengan protokol kesehatan, (atau) dengan vaksin,” pungkasnya.

Kabar mengenai COVID-19 yang diprediksi menjadi penyakit endemik seharusnya membuat setiap orang lebih waspada. Jangan abai apalagi lalai, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat. Anda tak ingin terus-menerus hidup dalam belenggu virus corona, bukan?

Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai COVID-19 atau penyakit lainnya, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam. Unduh juga aplikasi KlikDokter agar tak ketinggalan berita kesehatan menarik lainnya.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar