Sukses

Pilih Terong atau Jamur Sebagai Pengganti Daging?

Mau coba perbanyak makan sayur, Anda pun sedang mencari alternatif pengganti daging. Lantas, antara terong dan jamur, mana yang lebih baik dan bergizi?

Pola makan plant-based atau yang fokus mengonsumsi tumbuhan (nabati), kini bukan hal baru lagi.

Banyak orang melakukan pola makan tersebut demi mengelola kondisi dan kesehatan tubuh jangka panjang.

Lalu, salah satu effort yang paling terlihat ketika mencoba pola makan plant-based adalah mencari jenis sayuran pengganti daging.

Dua sayuran seperti jamur dan terong pun sering direkomendasikan. Di antara jamur dan terong, mana yang paling baik untuk menggantikan daging?

1 dari 4 halaman

Bagaimana Kandungan Terong?

Tentunya tiap jenis sayur memiliki kandungan gizinya tersendiri. Dilansir Medical News Today, dalam satu cangkir berisi terong yang sudah dipotong dadu (96 gram) terdapat nutrisi sebagai berikut.

  • Energi = 33,6 kilokalori.
  • Karbohidrat = 8,29 gram dan 3,04-nya adalah gula.
  • Serat = 2,4 gram.
  • Magnesium = 10,6 mg
  • Fosfor = 14,4 mg
  • Potassium = 117 mg
  • Folat = 13,4 mg
  • Kolin = 8,93 mg
  • Betakaroten = 21,1 mg

Selain nutrisi di atas, terong atau terung juga kaya akan antioksidan. Zat tersebut membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan berbagai penyakit kronis, misalnya penyakit jantung dan kanker.

Orang Indonesia paling sering mengolah terong dengan cara dibuat balado, ditumis, ataupun menjadi campuran sayur lodeh.

Namun, untuk mendapatkan sentuhan cita rasa daging, terong dapat dibelah menjadi dua bagian, lalu dipanggang dengan  menggunakan sedikit minyak zaitun. Berikan taburan garam dan lada saja agar rasanya semakin nikmat.

Artikel Lainnya: 13 Makanan Pengganti Daging untuk Penuhi Kebutuhan Protein

2 dari 4 halaman

Bagaimana Kandungan Jamur?

Ketimbang terong, sebenarnya jamur sudah lebih sering dijadikan sebagai pengganti daging di restoran-restoran plant-based. Adapun nutrisi yang terkandung dalam 1 cangkir berisi jamur (96 gram), yaitu:

  • Energi = 21,1 kilokalori
  • Protein = 3,0 gram
  • Karbohidrat = 3,1 gram dan 1,9 gram-nya adalah gula
  • Kalsium = 2,9 mg
  • Zat besi = 0,5 mg
  • Magnesium = 8,6 mg
  • Fosfor = 82,6 mg
  • Potassium = 305 mg
  • Sodium = 4,8 mg
  • Zinc = 0,5 mg
  • Copper = 305 mcg
  • Selenium = 8,9 mcg
  • Vitamin C = 2,0 mg
  • Vitamin D = 0,2 mg
  • Folat = 16,6 mcg
  • Kolin = 16,6 mg
  • Niacin = 3,5 mg

Selain itu, jamur juga mengandung vitamin B kompleks, seperti vitamin B6, B12, B2, dan B1. Jamur yang disebut-sebut punya cita rasa dan tekstur daging paling kuat adalah jamur cremini dan portobello.

Dilansir dari Scelta Mushrooms, Anda bisa makan enak tanpa menambah kalori berlebih ketika mengganti seperempat atau setengah porsi daging dengan jamur cremini atau portobello.

Jamur juga lebih mudah dilumatkan sehingga dapat dibentuk menyerupai patty burger ataupun steak.

Anda pun bisa menumisnya dengan berbagai bumbu lalu dimasukkan ke dalam kulit pastry.

Artikel Lainnya: Enak Dikonsumsi, Terong Belanda Ternyata Bisa Bantu Cegah Kanker!

3 dari 4 halaman

Mana yang Lebih Baik sebagai Makanan Pengganti Daging?

Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Devia Irine Putri mengatakan, “Jika dilihat dari kandungan nutrisi antara terong dan jamur, jamurlah yang lebih bisa menggantikan daging.

Sebab, nutrisinya lebih banyak dan ada zat besinya juga. Zat besi sangat diperlukan oleh orang vegan, mengingat zat besi paling banyak ditemukan di daging.”

Dengan demikian, bukan tanpa alasan mengapa jamur sering dijadikan pengganti daging di berbagai restoran plant-based.

Kendati begitu, dr. Devia juga mengingatkan, “Meski kandungan nutrisi jamur lebih tinggi, bukan berarti Anda hanya makan jamur saja terus-menerus dan tidak makan terong. Keduanya bisa saling melengkapi, kok.”

Agar perbendaharaan pengganti daging lebih variatif, selain jamur dan terong, ada juga makanan plant-based lainnya yang bisa menyerupai daging. Misalnya saja:

  • Tahu dan tempe.
  • Nangka muda.
  • Kacang Lentil.
  • Kembang kol.
  • Kentang.
  • Buah bit.
  • Kacang merah.

Kini Anda sudah mengetahui mana yang lebih baik untuk menjadi pengganti daging di antara terong dan jamur.

Untuk pertanyaan lain seputar pola makan sehat, konsultasikan hal itu kepada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar