Sukses

Anak Sering Dengar Lagu Dewasa, Apa Efeknya?

Anak dengar lagu baby shark, itu wajar. Bagaimana dengan anak dengar musik orang dewasa, apakah hal itu juga wajar? Ini kata psikolog tentang hal tersebut.

Orang tua yang punya balita tentu sering ikut mendengar lagu anak-anak. Irama yang sederhana, lirik mudah dan diulang, serta video klip warna-warni jadi ciri khas lagu bocah-bocah mungil. 

Sayangnya. Karena bosan, Anda kini justru sering memutarkannya lagu orang dewasa. Tak ada lagi kebiasaan anak dengar musik ceria dan lirik yang lucu-lucu. 

1 dari 4 halaman

Efek saat Anak Sering Dengar Lagu Orang Dewasa

Ketika sudah menjadi orang tua, kita memang harus bisa meredam ego. Keinginan untuk mendengarkan musik-musik dewasa saat ada anak kecil di sekitar harus ditahan. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog., lagu orang dewasa bisa berefek buruk pada anak-anak.

“Pada umumnya, lagu-lagu orang dewasa bercerita tentang percintaan dan hal-hal rumit lainnya. Bahasa yang digunakan juga cukup berat, bahkan terkadang ada yang pakai kata kasar. Dikhawatirkan, anak yang belum memahami makna kata justru memiliki pemahaman yang salah,” kata Ikhsan.

“Sebagai contoh, di dalam lirik ada kata ‘cium’. Si anak tidak tahu kalau cium itu hanya boleh diberikan ke anggota keluarga atau pasangannya kelak. Khawatirnya, dia tiba-tiba mencium temannya tanpa ada persetujuan. Kondisi ini bisa mempengaruhi moral anak sekaligus kehidupan sosialnya,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Manfaat Musik untuk Tumbuh Kembang Anak

Contoh lain, ketika anak mendengarkan lagu dewasa bergenre musik rock dengan lirik yang belum sesuai usianya. Dikhawatirkan, anak akan meniru kalimat-kalimat yang didengarnya. 

“Anak-anak pasti akan mengucapkan kata-kata tersebut tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Mereka belum tahu, apakah itu benar atau salah. Mereka juga belum paham konteksnya,” ucap Ikhsan.

Lagi pula, musik beritme keras seperti rock atau metal cenderung membangkitkan adrenalin. Sehingga, hal tersebut kurang direkomendasikan untuk anak-anak. 

2 dari 4 halaman

Apakah Semua Lagu Dewasa Tidak Boleh Didengar Anak-Anak?

Ikhsan berpendapat, tak semua lagu dewasa dilarang untuk anak. Bila genre yang dipilih adalah mozart, jazz, atau pop, anak masih boleh mendengarnya. 

Pasalnya, genre tersebut memang bagus untuk perkembangan anak, karena bisa menstimulasi otak dan menenangkan suasana hati. Liriknya pun bisa dipilih yang menggambarkan hubungan kasih sayang orang tua atau persahabatan. Cukup banyak juga lagu-lagu dewasa yang menggambarkan tema tersebut. Win-win solution, bukan?

Artikel Lainnya: Manfaat Bermain Musik untuk Kemampuan Bicara Anak

3 dari 4 halaman

Jangan Cuma Mendengar, Ajari Juga Cara Bermain Alat Musik

Manfaat mendengarkan musik bagi anak memang cukup banyak. Apalagi, jika musik yang dipilih itu tepat dan sesuai usianya. Misalnya saja:

  • Meningkatkan perkembangan sensorik anak. Musik dapat membuat jalur antara sel di otak menjadi lebih kompleks. 
  • Meningkatkan literasi dan numerasi. Dari lagu, anak bisa banyak belajar kosa kata dan mengenali perbedaan suara. 
  • Memelihara suasana hati. Musik berperan penting dalam pengaturan emosi anak. Perasaan senang dan tenang lebih sering dirasakan oleh anak yang gemar mendengar musik. 
  • Melatih koordinasi antara otak dan tubuh anak. 

Agar lebih optimal, ada baiknya Anda juga mengajarkan si kecil bermain alat musik. Selain bisa menenangkan suasana hati dan melatih fokus, bermain alat musik juga bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri dan kreativitas anak. 

“Orang tua boleh sekali mengajak anaknya bermain musik. Tapi, jika anak sudah mencoba dan tidak tertarik, jangan dipaksakan. Karena setiap anak memiliki minatnya sendiri,” pungkas Ikhsan.

Kini Anda sudah tahu efek yang terjadi jika anak sering mendengar lagu orang dewasa. Jika tak ingin efek buruknya terjadi, pastikan si kecil hanya mendengar musik yang sesuai dengan usianya.

Masih ada pertanyaan seputar tumbuh kembang anak? Langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter dan psikolog melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar