Sukses

Pilihan Obat Dermatitis Atopik Sesuai Kondisi Kulit

Pengobatan dermatitis atopik tergantung pada usia dan tingkat keparahan. Berikut jenis-jenis obat yang bisa Anda gunakan.

Dermatitis menjadi penyakit kulit yang membuat penderitanya sering kali merasa tidak nyaman. Gejala utama dermatitis adalah kulit kering, merah, dan gatal.

Dermatitis sendiri ada banyak jenisnya. Misalnya, dermatitis kontak, dermatitis numular, dermatitis seboroik, dermatitis statis, dan dermatitis atopik.

Kali ini, yuk kita bahas mengenai dermatitis atopik dan beberapa jenis obat yang membantu mengatasinya!

1 dari 3 halaman

Dermatitis Atopik dan Gejalanya

Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, dermatitis atopik adalah salah satu contoh dermatitis atau eksim yang muncul karena peradangan di kulit. Kondisi tersebut bisa disertai beberapa keluhan yaitu kulit kering, pecah-pecah, dan memerah.

“Peradangan umumnya berlangsung lama, bahkan sampai menahun. Terkadang dermatitis atopik juga bisa diikuti dengan penyakit alergi lainnya,” sebut dr. Theresia.

Di samping itu, dermatitis atopik nyatanya lebih sering menyerang bayi dan anak. Meski begitu, kondisi tersebut juga bisa dialami orang dewasa.

Pada beberapa anak, alergi makanan kemungkinan berperan dalam menyebabkan dermatitis atopik.

Artikel Lainnya: 7 Cara Mengobati Eksim pada Anak

Sementara itu, faktor risiko utama dermatitis atopik antara lain:

  • Memiliki riwayat pribadi atau keluarga yang menderita eksim
  • Alergi
  • Demam
  • Asma

“Bila disebabkan oleh alergi, hal pertama yang harus dihindari adalah pencetusnya. Apakah makanan, udara, debu, tungau, atau hal lainnya. Setelah menghindari pencetus, jika keluhan masih dirasakan, maka akan diberikan tata laksana,” terang dr. Theresia.

Artikel lainnya: Bisakah Krim Kulit Dipakai untuk Mengatasi Dermatitis Atopik?

2 dari 3 halaman

Pilihan Obat Dermatitis Atopik

Menurut dr. Theresia, pengobatan dermatitis atopik sebenarnya tergantung pada usia dan keparahannya. 

Jika gejalanya ringan, maka bisa memakai obat topikal (oles) potensi ringan sedang. Sementara, jika bergejala berat, maka dapat menggunakan obat yang paling poten atau super poten.

Sebagai contoh, bila kondisinya tanpa disertai infeksi, salep steroid biasanya dapat digunakan untuk meringankan keluhan kulit yang muncul.

“Pemilihan obat topikal steroid berdasarkan potensi ditentukan oleh dokter dengan melihat kondisi kulit dan usia. Pada ibu hamil dan menyusui, tentunya akan disesuaikan,” jelas dr. Theresia.

Beberapa jenis obat topikal yang bisa menjadi obat dermatitis atopik antara lain:

  • Triamcinolone: meredakan peradangan.
  • Clobetasol: meredakan gatal, kemerahan, dan rasa tidak nyaman.
  • Betametason: mengatasi reaksi alergi.
  • Fluocinonide: mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan.
  • Protopik: mengatasi kulit merah dan iritasi.
  • Halobetasol: mengatasi peradangan, gatal-gatal, dan kulit merah.
  • Hidrokortison: meredakan peradangan dan reaksi sistem kekebalan tubuh.

Di samping itu, juga ada obat minum yang dapat dikonsumsi, yakni antihistamin atau obat alergi. Namun, obat tersebut memiliki efek samping, seperti mengantuk.

Oleh karena itu, biasanya antihistamin tidak diberikan kepada mereka yang bekerja atau berkendara. “Tetapi, boleh diberikan pada malam hari sebelum tidur,” kata dr. Theresia.

Untuk mereka yang bekerja atau berkendara, ada pilihan jenis antihistamin lain yang tidak menimbulkan rasa kantuk.

Sementara itu, karena gejala yang dialami bisa berlangsung lama, penderita dermatitis atopik perlu berkonsultasi dengan dokter. Jadi, dokter dapat membantu memantau kondisi dan menawarkan pengobatan yang tepat.

Bila ingin konsultasi lebih mudah ke dokter kulit seputar dermatitis, pakai Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar