Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Kotoran Telinga Berhubungan dengan Tingkat Stres Tubuh?

Benarkah Kotoran Telinga Berhubungan dengan Tingkat Stres Tubuh?

Studi terbaru menyebut, kotoran telinga bisa menjadi patokan tingkat stres seseorang. Ini faktanya menurut medis!

Setiap orang memiliki tingkat stres yang berbeda-beda. Hal ini berhubungan dengan masalah yang dialami, dan cara setiap orang menghadapinya.

Tingkat stres biasanya diukur dengan melihat gejala yang dialami oleh orang tersebut. Misalnya, mereka jadi terlihat lebih murung, tidak bersemangat, menyendiri, dan sebagainya.

Selain itu, penelitian terbaru mengatakan bahwa tingkat stres juga bisa dinilai dari kotoran telinga. Seperti apa faktanya?

1 dari 4 halaman

Kotoran Telinga dan Tingkat Stres

Mengutip Live Science, sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 37 orang menunjukan bahwa penumpukan hormon kortisol pada tubuh bisa dinilai dari banyaknya pengeluaran kotoran berminyak di sekitar saluran telinga.

Dosen di Institut Ilmu Saraf Kognitif dan Institut Psikiatri University College London, Andres Herane-Vives, mengatakan kotoran telinga memiliki tekstur yang stabil dan tahan terhadap kontaminasi bakteri.

Itu membuatnya mudah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Kotoran telinga juga dipercaya bisa menyimpan hormon kortisol yang menempel selama berminggu-minggu.

Hormon kortisol itu sendiri diproduksi lebih banyak oleh tubuh manusia ketika mengalami tekanan secara fisik maupun emosional.

Menanggapi hal itu, dr. Adeline Jaclyn agaknya setuju. Ia mengatakan bahwa penelitian tersebut mungkin saja benar, meski dibutuhkan penelusuran lebih lanjut dan mendalam untuk memastikannya.

Berdasarkan dr. Adeline, stres memang dapat meningkatkan produksi kotoran telinga. Kelenjar apokrin dalam telinga yang bertugas menghasilkan kotoran tersebut.

Jenis kelenjar ini sama dengan yang bertanggung jawab terhadap baunya keringat. Seperti saat stres, tubuh berkeringat lebih banyak dan lebih berbau.

Artikel Lainnya: Tips Membersihkan Kotoran Telinga Anak

2 dari 4 halaman

Stres Dapat Menurunkan Fungsi Pendengaran

Anggota aktif dari American Academy of Audiology and Ohio Board of Audiology, dr. Timothy Teague, Aud, berucap tingkat stres berlebih bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan fisik. Salah satunya adalah menurunnya fungsi pendengaran.

Saat tubuh merespons stres, produksi adrenalin yang berlebihan dapat mengurangi aliran darah ke telinga. Hal ini dapat mempengaruhi fungsi pendengaran.

Sel-sel rambut yang rapuh di telinga bagian dalam bergantung pada aliran darah yang konstan untuk menerima jumlah oksigen dan nutrisi lain dalam jumlah tepat.

Jadi, ketika tubuh sedang stres atau banyak hormon kortisol yang menumpuk, maka aliran tidak akan optimal. Keadaan ini bisa mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk sel-sel rambut telinga.

Bahkan, kerusakan pada sel rambut telinga bisa terjadi secara permanen dan pada akhirnya menyebabkan fungsi pendengaran menurun.

Artikel Lainnya: Kotoran Telinga, Beda Warna Beda Arti

3 dari 4 halaman

Cara Menurunkan Tingkat Stres

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat stres pada tubuh adalah sebagai berikut:

  • Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan

Anda bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan dan buat diri sendiri merasa bahagia.

Misalnya, pergi berbelanja ke supermarket, belanja online, menyalurkan hobi yang positif, menonton film, memasak, olahraga, dan sebagainya.

  • Kenali Batasan

Tubuh dapat mendeteksi batas tingkat stres yang Anda miliki. Jika kadar stres ini sudah tidak bisa dikendalikan, cobalah untuk menenangkan diri sejenak dan tinggalkan semua hal yang bikin stres.

Anda bisa pergi ke suatu tempat yang tenang, atau sekadar beristirahat dan melakukan latihan pernapasan.

Artikel Lainnya: Sering Pakai Headset? Lakukan Ini agar Telinga Tetap Sehat

  • Relaksasi

Agar tubuh tidak terus-merasa tegang, cobalah melakukan relaksasi di pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Anda bisa meregangkan tubuh selama 5 sampai 10 menit. Tarik napas, lalu buang secara perlahan.

Atur suhu ruangan senyaman mungkin, dan kombinasikan dengan wewangian aroma terapi agar sensasi relaks dapat lebih dirasakan.

Kotoran telinga yang menumpuk tidak hanya bikin stres, tapi juga bisa meningkatkan risiko gangguan fungsi pendengaran.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk membersihkan telinga secara rutin ke dokter THT, dan atur kadar stres agar tubuh tidak terkena dampak buruknya.

Punya pertanyaan atau butuh bantuan dalam mengendalikan tingkat stres? Konsultasikan masalah Anda pada psikolog atau dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar