Sukses

Kecanduan Porno Saat LDR, Perlukah Dimaklumi?

Menjalani LDR memang sulit. Bahkan, ada pasangan yang justru kecanduan pornografi saat LDR. Saat ini menimpa Anda, apa yang harus dilakukan?

Tidak sedikit pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR). Akibatnya, kebutuhan seks pasangan jadi kurang terpenuhi. Menonton film porno pun jadi pelampiasannya, hingga berdampak kecanduan film porno.

Kondisi tersebut ditandai dengan sulit fokus karena pikiran sering teralihkan pada hal-hal yang berbau pornografi. Intensitas menonton film porno pun semakin meningkat dan durasinya bertambah.

Pencandu film porno juga merasa cemas saat tidak bisa menonton, biasanya diikuti juga dengan perilaku seksual yang tidak bisa dikontrol, seperti terus-menerus masturbasi. Orang-orang seperti ini cenderung menarik diri dari lingkungan.

Nah, saat kondisi-kondisi tersebut terjadi pada pasangan Anda, perlukah dimaklumi? Simak penjelasan psikolog di sini.

1 dari 3 halaman

Kecanduan Pornografi Akibat LDR 

Situasi LDR memang bisa memengaruhi kehidupan seks pasangan. Beberapa cara pun dilakukan demi memenuhi hasrat seksualnya antara lain dengan melakukan sex texting, video seks, phone sex, termasuk menonton film porno.

Lantas, bagaimana jika jadinya pasangan Anda justru jadi ketagihan nonton film porno. Perlukah dimaklumi? 

Menanggapi hal ini, psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi. mengatakan, kecanduan menonton porno, baik saat LDR maupun tidak, tak bisa dimaklumi.

“Bagaimanapun juga jika sudah jadi adiksi, tidak bisa dimaklumi. Pasalnya kecanduan film porno tidak hanya berdampak buruk bagi diri sendiri, tapi juga pada kehidupan pernikahan nantinya,” Ikhsan menegaskan.

Artikel lainnya: Berdampak Buruk bagi Mental, Ini 6 Tanda Kecanduan Nonton Film Porno

Efeknya, Anda bisa jadi tidak pernah merasa puas dengan pasangan. Anda pun akan beralih menonton film porno untuk mendapatkan kepuasan seksual. 

“Padahal, selama masa LDR Anda bisa melakukan phone sex atau video seks dengan pasangan ketika ingin memuaskan satu sama lain secara seksual. Jadi Anda tidak perlu sampai berkali-kali menonton film porno,” dia menambahkan. 

Menurut Ikhsan, pihak yang sudah kecanduan film porno berarti tidak memiliki kontrol diri yang baik. Ketika libido mereka sedang naik, orang tersebut langsung mencari film porno untuk memenuhi hasrat seksualnya. 

“Jadi orang yang sudah kecanduan itu akan melakukan apa pun agar hasrat seksnya terpenuhi. Bagi mereka, menonton film porno bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi,” tutur psikolog itu lagi.

“Misalnya, ketika pasangan sedang stres karena pekerjaan, dia bukan bercerita dengan Anda. Dia malah menonton film porno untuk mengatasi rasa stres dan cemas tersebut,” kata Ikhsan. 

Artikel lainnya: Wanita Kecanduan Film Porno, Wajarkah?

2 dari 3 halaman

Sudah Kecanduan Film Porno, Harus Bagaimana?

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan film porno pada pasangan yang sedang LDR? Dijelaskan oleh Ikhsan, berikut cara-caranya:

  • Coba cari tahu dulu apa penyebab sering nonton porno apakah karena stres ataukah cemas. Setelah mengetahui apa penyebabnya, coba cari jalan keluar selain dari menonton film porno. 
  • Cobalah untuk menghapus hal-hal atau fasilitas yang “memancing” Anda untuk menonton film porno. Batasi juga penggunaan internet di rumah agar film porno tidak bisa diakses. 
  • Berikan dukungan agar pasangan bisa terlepas dari kecanduannya. Anda bisa meminta bantuan orang di sekitar pasangan--yang sedang di tempat jauh--untuk menegur dan memberi saran agar terlepas dari kecanduan film porno. 
  • Sebisa mungkin untuk aktif berkegiatan di luar rumah. Jika tidak ada kegiatan dan terus-menerus di rumah, keinginan untuk menonton film porno akan terus muncul.
  • Mintalah bantuan psikolog jika langkah-langkah yang disebutkan tadi tidak bisa mengurangi kebiasaan menonton film porno.

Kecanduan film porno bisa dialami oleh siapa saja, baik itu pria dan wanita. Untuk itu, segera lakukan tindakan pencegahan sebelum Anda terjebak di dalamnya.

Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dan fisik lainnya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar