Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kontrasepsi Hormonal Berisiko Sebabkan Komplikasi Bagi Pasien COVID-19

Kontrasepsi Hormonal Berisiko Sebabkan Komplikasi Bagi Pasien COVID-19

Selain rentan alami komplikasi, pasien covid yang minum kontrasepsi hormonal juga berisiko alami pembekuan darah.

Tidak sedikit pasangan yang sudah menikah ingin menunda kehamilannya terlebih dahulu. Alasannya beragam, mulai dari faktor pekerjaan, faktor pribadi, dan sebagainya.

Alhasil, mengonsumsi kontrasepsi hormonal pun dipilih menjadi solusinya. Namun tahukah Anda, kontrasepsi hormonal justru berbahaya jika digunakan oleh pasien penderita COVID-19?

1 dari 4 halaman

Sekilas Tentang Kontrasepsi Hormonal

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, kontrasepsi hormonal merupakan jenis kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progestin. Kontrasepsi hormonal digunakan untuk menunda atau mencegah kehamilan.

Biasanya, kontrasepsi ini bekerja dengan cara menghentikan proses ovulasi di tubuh wanita dan mengubah tampilan serta tekstur lendir serviks. Kondisi ini dapat menyulitkan sperma untuk membuahi sel telur.

Adapun dua jenis kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan yakni:

  • Kontrasepsi hormonal kombinasi. Kontrasepsi in mengandung hormon estrogen dan beberapa jenis hormon progestin sintetis.
  • Kontrasepsi hormonal progestin. Kontrasepsi ini hanya memiliki kandungan hormon progestin. Anda bisa menggunakan kontrasepsi ini apabila tidak bisa menggunakan kontrasepsi estrogen.

Kontrasepsi hormonal juga bisa digunakan dalam berbagai bentuk, misalnya seperti pil KB, implan, KB Spiral, koyo, suntikan atau injeksi, dan cincin vagina.

Artikel Lainnya: Gawat, Kelahiran di Luar Rencana Meningkat saat Pandemi COVID-19!

2 dari 4 halaman

Pasien COVID-19 yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Berisiko Mengalami Pembekuan Darah

Melansir dari Healthline, penelitian menemukan bahwa wanita yang menggunakan hormon estrogen, baik melalui alat kontrasepsi atau terapi hormon, lebih berisiko mengalami pembekuan darah jika mereka mengidap COVID-19.

Meskipun bukanlah penyebab utama pembekuan darah, estrogen justru dapat meningkatkan risiko perburukan COVID-19 hingga tiga atau empat kali lipat.

Menurut dr. Minisha Sood, ahli endokrinologi di Lenox Hix Hospital, New York, Amerika Serikat, estrogen dapat meningkatkan ekspresi gen yang menjadi faktor pembekuan di dalam tubuh.

“Tak hanya itu, estrogen juga dapat menurunkan faktor yang mencegah pembekuan darah. Secara keseluruhan, ini mengarah pada keadaan pembekuan 'pro',” kata Dr. Minisha Sood.

Sampai saat ini, penelitian yang dipublikasi oleh jurnal Endocrinology itu belum bisa memastikan hubungan antara estrogen dan risiko pembekuan darah yang dapat dialami pasien COVID-19.

Namun, mereka tetap mengimbau wanita penyintas COVID-19 untuk berhenti dulu menggunakan kontrasepsi hormonal estrogen dan mulai lakukan terapi antikoagulasi.

Artikel Lainnya: Mana Metode Kontrasepsi yang Lebih Efektif, IUD atau Pil KB?

Menanggapi hal ini, dr. Arina mengatakan risiko pembekuan darah pasien virus corona yang menggunakan kontrasepsi hormonal memang bisa terjadi.

Sebab, berdasarkan data kasus COVID-19, pasien dengan gejala berat banyak yang mengalami pembekuan darah. Sedangkan, estrogen memang sudah sejak lama diketahui bisa meningkatkan risiko pembekuan darah.

Lantas, munculah pernyataan dari para peneliti yang mengatakan bahwa pasien virus corona berpotensi mengalami pembekuan darah. Hanya saja, penelitian tersebut masih membutuhkan studi lebih dalam.

Risiko tersebut sebenarnya tak hanya mengintai wanita pengguna kontrasepsi hormonal saja, wanita hamil pun punya risiko serupa. Pasalnya, hormon estrogen saat hamil akan meningkat secara alami. Alhasil, ibu hamil yang mengidap COVID-19 berpotensi mengalami pembekuan darah.

Artikel Lainnya: Perhatikan Ini Saat Memilih Metode Kontrasepsi

3 dari 4 halaman

Kontrasepsi Apa yang Aman?

Kalau sudah begini, penggunaan kontrasepsi hormonal sebaiknya dihentikan terlebih dahulu. Coba beralih sementara ke penggunaan kontrasepsi non-hormonal.

Ada apa saja? Mudahnya, Anda bisa menggunakan kondom. Memang terkesan ribet, sih, namun kondom cukup aman untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kondom juga tidak menggunakan tambahan zat hormon apapun.

Selain itu, menghindari berhubungan seks di masa subur juga dapat dilakukan guna mencegah terjadinya pembuahan.

Apabila masih bingung dengan penggunaan kontrasepsi selama pandemi, Anda bisa konsultasikan dengan dokter. Untuk lebih mudahnya, konsultasi lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar