Sukses

Takut Darah? Bisa Jadi Anda Hemophobia!

Buat yang lebih ngeri lihat darah dibanding hantu di film horor, coba baca info menarik ini. Mungkin selama ini Anda mengalami hemophobia!

Hal-hal yang bikin cemas dan ngeri bukan cuma kegelapan atau ketinggian. Darah pun walau cuma sedikit bisa bikin seseorang yang tadinya tenang-tenang saja jadi ingin pingsan!

Hal seperti itu sebenarnya cukup menyiksa, apalagi bila orang yang takut darah alias hemophobia adalah wanita. Pasalnya, dirinya sendiri mengeluarkan darah haid setiap bulan, kan?

1 dari 4 halaman

Bukan Takut Biasa, Ini Gejala Hemophobia

Dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, hemophobia termasuk kategori fobia spesifik. Kendati demikian, menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog (Ivon), tidak semua orang yang takut darah langsung bisa disebut hemophobia.

“Ketakutan akan darah tersebut belum tentu dapat langsung disimpulkan sebagai hemophobia. Butuh pemeriksaan dan penentuan diagnosis dulu dari ahli seperti psikolog dan dokter,” jelas Ivon.

Lagipula, rasa takut dan fobia pun berbeda. Level kecemasan fobia jauh lebih tinggi dibanding rasa takut.

Gejala-gejala yang umumnya dirasakan orang yang fobia darah antara lain:

  • Sulit bernapas
  • Sesak dan nyeri di dada
  • Badan gemetar
  • Pusing
  • Mual
  • Keringat dingin
  • Kehilangan kendali atas dirinya sendiri
  • Merasa akan pingsan bahkan meninggal

Dilansir dari Healthline, 80 persen penderita hemophobia mengalami respons vasovagal.

Respons tersebut berupa penurunan tekanan darah secara drastis. Lalu, diikuti dengan melemahnya detak jantung, pusing, dan berujung pada hilangnya kesadaran.

Artikel lainnya: Ini Dia Kiat Sederhana Taklukkan Fobia

2 dari 4 halaman

Apa Penyebab Seseorang Fobia terhadap Darah?

Sementara itu, menurut Psikolog Ivon, ketakutan seseorang melihat darah bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

“Misalnya, adanya pengalaman negatif maupun traumatis yang berkaitan dengan darah. Lalu, ada juga persepsi negatif yang dibangun karena melihat, mengetahui, atau mendengar informasi buruk yang berkaitan dengan darah,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Faktor genetik dapat memengaruhi. Ibu yang takut darah mungkin membuat anak juga memiliki ketakutan pada darah. Lalu, faktor kecemasan atau stres jangka panjang yang berkaitan dengan darah maupun situasi lain yang serupa juga bisa meningkatkan risiko hemophobia.”

Pola pengasuhan yang terlalu protektif bisa pula menambah risiko seorang anak menjadi hemophobia.

Anak mungkin menjadi lebih takut mencoba sesuatu. Akibatnya, ketika terluka sedikit dan melihat darah, ia cenderung mudah merasa takut, atau bahkan histeris. Kondisi seperti itu yang dipupuk bertahun-tahun dapat meningkatkan rasa cemasnya.

Fobia yang satu ini sering dimulai saat masih anak-anak. Lalu, intensitasnya meningkat ketika usianya 7 tahun ke atas.

Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology (2014), hemophobia pada anak laki-laki dimulai saat usianya menginjak 9,3 tahun. Sedangkan, untuk anak perempuan dimulai saat 7,5 tahun.

Artikel lainnya: Glossophobia, Ketika Takut Berbicara di Depan Umum

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Orang yang Fobia terhadap Darah?

Karena pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari darah, fobia ini perlu segera diatasi sedini mungkin. Beberapa langkah perawatan bagi orang dengan hemophobia yaitu:

  • Terapi Pemaparan

Terapis akan memberikan ekspos terhadap ketakutan Anda secara berkelanjutan. Anda mungkin terlibat dalam latihan visualisasi dan mengatasi ketakutan darah secara langsung.

  • Terapi Kognitif

Terapis akan membantu mengidentifikasi kecemasan soal darah. Tujuannya, untuk menggantikan kecemasan dengan pikiran yang lebih realistis.

  • Relaksasi

Latihan pernapasan dan yoga juga dapat membantu mengatasi fobia. Melakukan teknik relaksasi dapat membantu meredakan stres dan gejala fisik yang kerap muncul.

  • Terapi Applied Tension

Metode terapi ini bisa mencegah pingsan ketika penderitanya melihat darah. Otot lengan bagian tengah dan kaki dikencangkan dalam interval waktu tertentu sampai wajah memerah.

  • Terapi Obat-Obatan

Pada kasus yang parah, pengobatan mungkin diperlukan.

“Dengan penanganan psikoterapi yang tepat dari ahli maupun dukungan farmakologi, intensitas ketakutan dapat berangsur berkurang atau tidak lagi mengganggu kesehariannya,” kata Ivon.

Itu dia penjelasan seputar hemophobia, fobia terhadap darah. Bila ada pertanyaan seputar fobia, langsung konsultasikan kepada dokter dan psikolog lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar