Sukses

Orang Tua, Ini Respons yang Tepat saat Anak Tidak Patuh

Respons yang diberikan orang tua saat anak tidak patuh kadang justru membuat mereka semakin membangkang. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Setiap anak tumbuh dengan karakteristik masing-masing. Ada yang menurut dan patuh pada orang tua, dan ada pula yang sebaliknya. 

Anak yang sering tidak patuh tentu menjadi masalah bagi orang tua. Seperti saat dinasihati, mereka tidak mendengarkan. Ketika diberikan peringatan, mereka pun cenderung mengabaikan. 

1 dari 4 halaman

Kenapa Anak Tidak Patuh Terhadap Orang Tua?

Menurut Ikhsan Bella Persada M. Psi., Psikolog., , banyak faktor yang menyebabkan anak tidak patuh terhadap orang tuanya. 

Orang tua seringkali menyuruh atau menuntut anak melakukan sesuatu. Tetapi, saat menyuruh atau menuntut, orang tua tidak menaruh perhatian ke anak.

“Jadi ibaratnya ngomong doang. Contoh, anaknya main HP terus, (lalu) orang tua minta anaknya setop main HP. Tapi, orang tuanya sendiri masih terus main HP,” sebut Ikhsan. 

Selain itu, hal lain yang juga dapat menyebabkan anak tidak patuh adalah ancaman dari orang tua. Semisal, anak senang bermain dan orang tua menyuruh mereka untuk belajar. Lalu, orang tua mengancam jika anak tidak belajar, maka tidak boleh lagi bermain. 

Artikel Lainnya: Ini Alasan Menakuti-nakuti Anak agar Bisa Disiplin Tidak Disarankan!

“Jadi, si anak merasa tidak nyaman jika harus mengikuti apa yang diperintahkan orang tuanya. Akhirnya, anak tidak patuh,” tutur Ikhsan.

Dalam kasus lainnya, orang tua yang terlampau memberi batasan pada anak juga bisa membuat sang buah hati susah menurut. Padahal, anak masih ingin mengeksplor dunia mereka. 

Menambah penjelasan, pakar parenting, Sarah Ockwell-Smith, mengatakan, salah satu kesalahan terbesar orang tua adalah memberikan perintah negatif kepada anak-anak mereka. Misalnya, “berhenti berlari!” dan “jangan sentuh itu!” 

Anak bisa saja belum memiliki penalaran logis yang baik, sehingga mereka kebingungan kenapa harus berhenti berlari atau menyentuh sesuatu. 

Atas dasar itu, Ockwell-Smith menyarankan orang tua untuk menggunakan instruksi positif.  Contohnya, “Tolong jalan,” dan “Tolong, tetap pegang bola ini”. 

Orang tua juga perlu memberikan perintah yang jelas dan ringkas. Misalnya, Ockwell-Smith menyarankan untuk mengatakan, “Tolong ambil sepatumu.” Kemudian saat anak kembali, katakan, "Silakan pakai sepatumu”.

Lalu, orang tua juga bisa memberikan perintah yang menyenangkan, seperti membuat permintaan, menjadi permainan, lagu, atau yang lainnya.

Artikel Lainnya: Cara Tepat Melatih Kedisiplinan Anak Depresi

2 dari 4 halaman

Respons yang Biasa Diberikan Orang Tua saat Anak Tidak Nurut

Saat anak mengabaikan permintaan, orang tua biasanya memberikan beberapa respons. Misalnya, mengeluarkan larangan dengan nada tinggi, memarahi, atau bahkan ‘main tangan’.  

“(Itu) berdampak ke anak kalau kitanya membentak, mengambil paksa yang sedang ia pegang atau yang sedang dilakukan,” terang Ikhsan.

“Tapi, kalo sekadar memanggil nama lengkap atau berdehem, itu dirasa tidak memberikan dampak besar. Itu bisa sebagai sinyal kalau si anak mesti menaruh perhatian juga ke kita,” tambahnya. 

Artikel Lainnya: Cara Mudah Mengajari Anak untuk Bersikap Jujur

3 dari 4 halaman

Respons yang Tepat Menghadapi Anak yang Tidak Nurut

Ikhsan mengatakan, ketika anak mulai tidak menurut, sebaiknya orang tua langsung menaruh perhatian terhadapnya. 

“Mungkin selama ini, ketika ngobrol pun orang tua cuma asal, tapi tidak menaruh perhatian ke anak,” ujar Ikhsan. 

Di sisi lain, orang tua juga boleh menerapkan konsekuensi. Dengan catatan, telah disepakati bersama anak. Jadi, bersifat bukan sebagai ancaman.

Masih kebingungan merespons anak tidak patuh? Silakan konsultasikan kepada psikolog atau dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar