Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pakai Tampon Saat Mentruasi, Hati-hati Toxic Shock Syndrome

Pakai Tampon Saat Mentruasi, Hati-hati Toxic Shock Syndrome

Tergolong nyaman untuk digunakan, tampon ternyata berisiko sebabkan penyakit toxic shock syndrome jika tidak dipakai dengan benar. Simak selengkapnya.

Menstruasi adalah siklus alami pada tubuh wanita usia produktif secara seksual. Umumnya, wanita akan menggunakan pembalut untuk menampung darah saat datang bulan tiba. Meski begitu, tak sedikit juga yang memilih tampon daripada pembalut.

Bagi Anda yang belum tahu, tampon berbentuk seperti silinder kecil yang terbuat dari kapas lembut. Tampon kemudian dimasukkan ke dalam liang vagina guna menyerap darah haid.

Sebagian wanita memilih menggunakannya karena dianggap memudahkan saat beraktivitas. Namun, berhati-hatilah saat menggunakan tampon. Pasalnya, alat tersebut berisiko sebabkan toxic shock syndrome (TTS).

1 dari 3 halaman

Apa Itu Toxic Shock Syndrome?

Dikutip dari Mayo Clinic, toxic shock syndrome atau sindrom TS adalah komplikasi langka yang mengancam jiwa akibat jenis infeksi bakteri tertentu.

Penyebab toxic shock syndrome umumnya adalah Staphylococcus aureus (staph). Namun, kondisi serupa juga dapat disebabkan oleh bakteri streptokokus (strep) grup A. 

Saat terinfeksi, Anda akan merasakan gejala seperti demam secara tiba-tiba, tubuh menggigil, nyeri pada otot-otot tertentu, muntah dan mual, diare, sering haus, dan dehidrasi. Bisa juga muncul ruam pada beberapa area tubuh, sakit kepala, dan tekanan darah rendah. 

Artikel lainnya: Jangan Keliru, Ini Cara Pakai Tampon yang Tepat

Ketika yang menginfeksi adalah bakteri streptokokus, gejalanya berupa sakit kepala, napas jadi lebih cepat dan pendek, tubuh merasa lebih lemas dan mudah lelah, infeksi luka jadi semakin meradang, dan adanya gangguan pada ginjal dan hati.

Faktor risiko TTS antara lain luka kulit, pembedahan, termasuk penggunaan tampon. Sebenarnya tidak semua wanita yang memakai tampon berisiko mengalami sindrom TS. 

Risiko bahaya tampon tersebut bakal meninggi ketika Anda tidak membersihkan vagina dengan baik setelah penggunaan tampon, malas mengganti tampon, dan terlalu sering menggunakan tampon. 

Artikel lainnya: Alergi Pembalut? Baca Gejalanya di Sini

2 dari 3 halaman

Pengobatan dan Pencegahan Toxic Shock Syndrome 

Jika Anda mengalami beberapa gejala toxic shock syndrome tersebut, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Pasalnya, TSS yang tidak ditangani dengan benar bisa berdampak buruk pada kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Umumnya, diagnosis awal dan perawatan rumah sakit sangatlah penting. Beberapa komplikasi seperti rambut rontok, kuku terlepas, dan kulit mengelupas juga bisa terjadi.

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, salah satu metode pengobatan TSS yang sering dipakai adalah pemberian antibiotik.

“Kemudian, biasanya diikuti dengan pemberian obat suportif lainnya yang sesuai dengan gejala yang dialami. Misalnya, jika sakit kepala, Anda akan berikan obat sakit kepala. Begitu juga dengan mual, Anda diberikan obat anti mual,” kata dia. 

Jika sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, pemberian antibiotik juga masih diperlukan. Habiskan obat antibiotik yang sudah diresepkan dokter. Imbangi juga dengan minum air putih yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan miliki waktu istirahat yang maksimal. 

Artikel Lainnya: Saat Haid, Lebih Aman Pakai Menstrual Cup, Tampon, atau Pembalut?

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar TSS tidak menyerang wanita yang suka menggunakan tampon? Berikut penjelasan dr. Iqbal:

  • Ganti tampon selama beberapa jam sekali guna mencegah penumpukan bakteri di daerah vagina. Anda juga bisa mengganti penggunaan tampon dengan pembalut biasa atau menstrual cup.
  • Cuci vagina sampai bersih sebelum dan setelah memakai tampon. Anda bisa menggunakan sabun antibakteri atau air mengalir untuk membersihkan vagina. Tidak lupa juga untuk mengeringkan vagina dengan tisu.
  • Cuci tangan sampai bersih dengan air dan sabun sebelum memasukkan tampon. Bakteri yang menempel di tangan bisa berpindah ke vagina dan meningkatkan risiko TSS.
  • Gunakan pembalut agar lebih aman dan menurunkan risiko terserang TSS. 

Itulah beberapa fakta mengenai risiko toxic shock syndrome saat penggunaan tampon. Meski ini adalah kasus yang jarang, tak ada salahnya untuk waspada dengan rutin mengganti tampon setiap 4-6 jam.

Apabila masih memiliki pertanyaan lain seputar tampon, pembalut, atau menstrual cup, konsultasikanlah langsung dengan dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar