Sukses

Penyintas COVID-19 Rentan Kena Gangguan Mental Ini!

Beberapa orang yang sembuh dari infeksi virus corona berpotensi mengalami stres dan gangguan mental lain. Bagaimana cara mengatasi hal itu?

Pasca sembuh dari COVID-19, beberapa orang mungkin masih merasa lemas atau belum mampu beraktivitas yang terlalu melelahkan. Tapi, efek yang tertinggal usai sembuh dari infeksi virus corona bukan cuma secara fisik. Sebagian dari mereka juga bisa mengalami gangguan mental!

Hal itu bukan tuduhan belaka. Dilansir Reuters, sebuah penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Psychiatry melaporkan, 1 dari 5 orang yang selamat atau sembuh dari COVID-19 mengalami guncangan mental.

Michael Bloomfield, seorang psikiater di University College London, Inggris, menyatakan, “Hal itu kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi stres terkait keadaan dunia yang sedang diserang pandemi dan gejala fisik dari penyakit itu sendiri.”

1 dari 3 halaman

Apa Saja Gangguan Mental yang Bisa Menimpa?

Kemungkinan besar, mantan pasien COVID-19 yang rentan mengalami guncangan psikis memiliki latar belakang khusus.

Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog berpendapat, “Kita tidak bisa melakukan generalisasi terhadap pasien virus corona. Sebab, ada banyak faktor yang melatarbelakangi. Misalnya, pengalaman selama menderita COVID-19.”

Makin parah gejala yang dirasakan, makin besar pula risiko orang tersebut mengalami gangguan mental.

Selain itu, proses penyembuhan yang cukup lama dan banyaknya orang terdekat yang meninggal dunia akibat penyakit serupa juga bisa memperburuk kondisi psikis penyintas corona.

Lantas, apa saja gangguan mental yang bisa menimpa mereka?

Menanggapi pertanyaan itu, psikolog yang kerap disapa Ivon itu menjelaskan, “Beberapa studi terkait kesehatan mental pada penyintas COVID-19 menemukan, beberapa dari mereka memang mengalami kondisi seperti cemas, depresi, atau post-traumatic stress disorder (PTSD).”

Artikel lainnya: Perlu Dijaga, Kesehatan Mental Pasien Virus Corona Juga Penting!

Berikut detail kasus dari masing-masing gangguan:

1. Gangguan Cemas

Kondisi ini sering disebut anxiety. Gejalanya adalah muncul rasa cemas berlebih, mudah tersinggung, sulit konsentrasi, dan takut kena hal buruk.

Akibatnya, penderita akan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, keringat dingin, mual atau sakit perut, hingga gemetar.

Menurut studi dalam jurnal PLOS ONE, ratusan pasien di Jianghan Fangcang Shelter Hospital, Wuhan, China, mengalami gangguan kecemasan. Kondisi itu diduga akibat gejala penyakit yang dirasakan dan kualitas tidur yang buruk.

2. Depresi

Gejala depresi di antaranya selalu merasa bersalah, punya suasana hati yang buruk, dan merasa putus asa.

Risiko mengalami depresi akan semakin tinggi apabila pasien selamat, sedangkan pasangan atau anggota keluarganya yang lain tidak selamat dari COVID-19.

Dalam studi yang berjudul Anxiety and Depression in COVID-19 Survivors: Role of Inflammatory and Clinical Predictors, 31 persen dari 402 orang dewasa yang sembuh dari infeksi virus corona mengalami depresi.

3. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Mereka yang pernah mengalami gejala infeksi virus corona yang parah pasti masih sering teringat kondisi tersebut. Hal itu membuat dirinya trauma dan jadi sering tertekan atau mimpi buruk.

Mereka pun enggan membicarakan lagi atau membagikan cerita pengalamannya kepada orang lain.

Masih dari studi yang sama, sebanyak 28 persen penyintas COVID-19 memang mengalami PTSD.

Artikel lainnya: Awas, Pandemi COVID-19 Bisa Picu Gangguan PTSD!

2 dari 3 halaman

Cara Menurunkan Risiko Gangguan Mental pada Penyintas COVID-19

Dampak corona bagi kesehatan mental memang tidak main-main. Karena itulah, Psikolog Ivon merekomendasikan Anda untuk melakukan hal-hal di bawah ini agar risiko guncangan mental pascasembuh dari COVID-19 semakin kecil:

  1. Melakukan teknik-teknik penstabilan emosi yang bisa membantu meredakan ketakutan, kecemasan, dan frustrasi. Misalnya, relaksasi, yoga, melakukan kegiatan yang digemari, dan latihan pernapasan.
  2. Tetap berhubungan dengan orang-orang sekitar. Terkoneksi dengan orang-orang terdekat berarti kita juga memperoleh dukungan, sehingga kualitas hidup jadi lebih baik.
  3. “Pascasembuh, tetaplah produktif. Bila sudah memungkinkan untuk bekerja, maka lakukanlah. Kalau belum terlalu kuat, isi waktu dengan berbagai kegiatan positif dan bermakna,” sarannya.
  4. Olahraga secara rutin dan terapkan pola hidup sehat. Jangan lupa protokol kesehatan juga tetap dijalankan.
  5. Bila memang butuh bantuan penanganan psikologis karena aktivitas sehari-hari sudah terganggu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Itu dia penjelasan seputar gangguan mental yang berpotensi menyerang penyintas COVID-19. Bila ada pertanyaan seputar virus corona, konsultasikan kepada dokter lewat Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar