Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cegah Komplikasi, Ibu Hamil Penderita Diabetes Mesti Lakukan Ini!

Cegah Komplikasi, Ibu Hamil Penderita Diabetes Mesti Lakukan Ini!

Ibu hamil juga berisiko mengalami diabetes. Kondisi tersebut dikenal sebagai diabetes gestasional. Ini yang perlu dilakukan agar terhindar dari komplikasi!

Diabetes atau penyakit kencing manis bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali ibu hamil. Kondisi ini dikenal dengan istilah diabetes gestasional.

Diabetes gestasional mesti ditangani dengan tepat. Jika abai, penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam keselamatan ibu maupun janin dalam kandungan.

1 dari 3 halaman

Bahaya Diabetes Gestasional terhadap Janin

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, diabetes gestasional terjadi akibat perubahan hormon selama kehamilan, yang dapat mengganggu metabolisme gula darah di dalam tubuh.

"Biasanya (diabetes gestasional) terjadi pada ibu hamil yang punya riwayat keluarga diabetes, pernah diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya, atau pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir (BBL) di atas 4 kilogram," ungkap dr. Theresia.

Bagi kebanyakan wanita, diabetes gestasional tidak menyebabkan tanda atau gejala yang nyata. Peningkatan rasa haus dan lebih sering buang air kecil adalah gejala yang mungkin terjadi.

Meski gejalanya tidak terlalu signifikan, diabetes gestasional mesti segera diatasi dengan cara yang tepat.

Jika tidak, dr. Theresia mengatakan bahwa penyakit ini bisa meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin.

"Diabetes gestasional bisa mempengaruhi kondisi plasenta. Padahal, plasenta penting untuk menyalurkan gizi kepada janin," ucap dr. Theresia.

Artikel Lainnya: Diabetes Saat Hamil, Apa Dampaknya Bagi Janin?

2 dari 3 halaman

Ini yang Harus Dilakukan Ibu Hamil dengan Diabetes Gestasional

Supaya terhindar dari risiko komplikasi akibat diabetes gestasional, berikut beberapa kiat yang perlu dilakukan ibu hamil:

1. Diet Sehat

Terapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Dapatkan asupan gizi sehari-hari dari konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein tanpa lemak. Batasi pula konsumsi karbohidrat olahan, termasuk makanan manis.

Pola makan sehat dan bergizi seimbang dapat bantu menjaga kestabilan gula darah. Dengan demikian, risiko komplikasi diabetes gestasional dapat berkurang.

2. Tetap Aktif

Aktivitas fisik secara teratur adalah kunci dalam rencana kesehatan setiap wanita sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

Olahraga dapat pula menurunkan kadar gula darah. Aktivitas sehat ini pun dapat bantu meredakan rasa tidak nyaman saat kehamilan, termasuk sakit punggung, kram otot, pembengkakan, sembelit, dan kesulitan tidur.

Cobalah untuk berolahraga 30 menit setiap hari sebanyak 5 kali dalam seminggu. Jika Anda sudah lama tidak aktif, mulailah perlahan dan tingkatkan secara bertahap.

Olahraga yang bisa bumil lakukan adalah jalan kaki, bersepeda, dan berenang.

Artikel Lainnya: Tips Menangani Diabetes Gestasional Saat Hamil

3. Pantau Gula Darah secara Berkala

Saat Anda hamil, dokter mungkin meminta Anda untuk memeriksa gula darah sebanyak empat kali atau lebih dalam satu hari. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kadar gula darah.

Jika mendapati kadar gula darah yang cenderung tinggi setelah beberapa pemeriksaan, segera berobat ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

4. Pemantauan Ketat Kondisi Bayi

Lakukan pemeriksaan antenatal secara rutin, agar kondisi Anda dan bayi dalam kandungan dapat terus terpantau.

Jika Anda tidak melahirkan pada hari perkiraan lahir (HPL), dokter mungkin akan menginduksi persalinan.

Melahirkan setelah HPL dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi Anda dan si kecil.

Ibu hamil penderita diabetes bisa tetap memiliki kualitas hidup yang terjaga dengan mempersiapkan segalanya dengan baik.

Lakukan deteksi dini, dan pemeriksaan antenatal rutin agar diabetes gestasional yang dialami tidak sampai menyebabkan komplikasi.

Anda dapat memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam dan aplikasi Klikdokter untuk bisa berkonsultasi pada dokter, baik mengenai diabetes gestasional atau masalah kesehatan lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar