Sukses

Mana yang Lebih Sehat, Abon Sapi atau Abon Ayam?

Abon banyak dipilih sebagai teman untuk makan nasi karena dianggap praktis. Dari sisi kesehatan, lebih baik mengonsumsi abon sapi atau abon ayam?

Abon adalah produk makanan yang terbuat dari serat daging hewan. Makanan ini cukup populer di kalangan masyarakat karena dinilai cukup praktis.

Karena teksturnya kering, abon bisa awet dalam waktu yang lama untuk dikonsumsi bersama dengan nasi atau digunakan sebagai pendamping lauk makanan lain.

Abon biasanya terbuat dari ayam, sapi, dan ikan. Namun, jenis yang paling populer di kalangan masyarakat adalah abon ayam dan abon sapi. Nah, di antara keduanya, manakah yang paling menyehatkan?

1 dari 4 halaman

Kandungan Gizi Abon Sapi

Sehat atau tidaknya suatu makanan tentu tak lepas dari kandungan gizi di dalamnya. Gizi yang lengkap dan seimbang akan membantu Anda mencukupi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Lalu, bagaimana dengan kandungan gizi abon sapi? Komposisi dalam daging sapi memang dianggap menjanjikan. Bagaimana tidak, daging sapi sendiri termasuk ke dalam makanan dengan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Kandungan abon sapi, antara lain:

  • Protein 18 gram.
  • Karbohidrat 59,3 gram.
  • Lemak 10,6 gram.

Abon sapi juga mengandung mineral, berupa:

  • Kalsium sebanyak 150 miligram.
  • Fosfor 209 miligram.
  • Zat besi 12,3 miligram.

Kandungan-kandungan tersebut didapatkan dalam 100 gram abon sapi dengan energi sebesar 212 kalori.

Artikel Lainnya: Mengganti Daging Sapi dengan Daging Ayam Bisa Mencegah Kanker?

Daging yang disimpan beberapa hari, apalagi di tempat yang tidak benar, akan berpotensi membuat daging menjadi rusak. Bukan tidak mungkin bila manfaat dari kandungan daging tidak bisa Anda peroleh.

Namun, abon sapi diolah melalui berbagai tahapan agar membuatnya menjadi lebih tahan lama. Dengan begitu, meskipun tanpa tempat penyimpanan khusus, daging dapat bertahan di tempat yang bersuhu ruangan dalam jangka waktu cukup lama.

Hal lain yang membantu abon sapi baik untuk tubuh adalah adanya tambahan bumbu—seperti rempah dan garam—yang dapat membuat kadar mineral pada daging bertambah.

2 dari 4 halaman

Kandungan Gizi Abon Ayam

Sama halnya dengan abon sapi, abon ayam pun diolah melalui berbagai tahapan untuk membuatnya awet dan tahan lama. Dalam 100 gram, kandungan abon ayam terdiri atas:

  • Kalori 480 kalori.
  • Karbohidrat 30 gram.
  • Lemak 25 gram.
  • Protein 34 gram.

Abon ayam juga mengandung kolesterol, tetapi dalam jumlah yang sangat rendah, yaitu 0,6 miligram dalam 100 gram abon ayam. Selain itu, abon ayam juga mengandung natrium sebanyak 1830 miligram.

3 dari 4 halaman

Lalu, Pilih yang Mana?

Berdasarkan hasil penjelasan di atas, baik abon sapi maupun ayam, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Tinggal bagaimana Anda sebagai konsumen cermat dalam memilihnya.

Artikel Lainnya: Daging Sapi atau Daging Kambing, Mana yang Kolesterolnya Tinggi?

Ingat, meskipun abon dibuat dari daging yang memiliki kandungan baik untuk tubuh, proses memasakannya dapat menentukan kualitas gizi yang tersimpan di dalamnya. Apabila Anda memasaknya terlalu lama, hal ini dapat membuat abon kehilangan kandungan baiknya.

Bagi Anda sedang ingin menurunkan berat badan, abon ayam kurang cocok untuk Anda karena mengandung kadar lemak yang cukup tinggi. Selain itu, abon ayam juga tidak cocok untuk penderita hipertensi karena kandungan sodiumnya yang cukup tinggi.

Penting juga untuk diingat, walaupun berasal dari bahan makanan yang kaya akan sumber protein, abon tidak dapat dijadikan sumber nutrisi utama.

Pasalnya, proses pengolahan abon yang menggunakan suhu tinggi menyebabkan kebanyakan kandungan di dalamnya sudah rusak. Kandungan nutrisi yang sudah rusak tidak dapat dicerna oleh tubuh. Nah, karena tidak dapat dicerna, kandungannya tidak bermanfaat bagi tubuh.

Oleh karena itu, abon hanya disarankan sebagai penyedap, bukan sumber gizi makanan. Sebaiknya Anda menambahkan bahan makanan lain yang kaya akan nutrisi serta sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Apabila memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar